moms-life
Konflik Timur Tengah, Apa kata Kemenhaj Soal Bunda yang Berencana Umroh?
HaiBunda
Selasa, 03 Mar 2026 12:55 WIB
Situasi di Timur Tengah sedang memanas karena konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan negara Iran. Hal tersebut ikut berimbas pada aktivitas ibadah umrah di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.
Melihat konflik yang belum mereda, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi terkait ibadah umrah pada Senin (2/3/26). Kemenhaj mengimbau warga Indonesia untuk menunda umrah demi keamanan, Bunda.
Imbauan tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam unggahan di Instagram @kemenhaj.ri. Dahnil meminta warga menunda umrah sampai situasi di Timur Tengah benar-benar kondusif.
"Pertama, kami ingin menghimbau kepada seluruh jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondisivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah di Saudi Arabia," kata Dahnil.
Dalam kesempatan ini, Dahnil juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan pemerintah bagi jemaah Indonesia yang saat ini sedang berada di Tanah Suci. Pihaknya mengaku siap memberikan fasilitas hingga perlindungan bagi para jemaah ini.
"Untuk jemaah Umroh yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji di Tanah Suci maupun dengan konjen di Jeddah maupun dengan pihak-pihak berwenang dari Pemerintah Republik Indonesia yang ada di Tanah Suci. Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi dan memberikan informasi yang cukup maupun perlindungan terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci dan memastikan maskapai, penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jemaah di Tanah Suci," ungkapnya.
Dahnil juga meminta jemaah yang berada di Tanah Suci untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak travel. Sementara bagi jemaah yang jadwal kepulangannya ditunda, pemerintah memastikan pihak maskapai akan membantu mengurus semuanya.
"Untuk jemaah yang segera akan kembali ke Tanah Air untuk terus berkomunikasi dengan travel-nya atau apabila menjadi jemaah umrah mandiri juga terus berkoordinasi dengan aparat yang sedang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan semua layanan didapati dan diperoleh oleh jemaah yang akan berangkat," katanya.
"Nah, kalau penerbangan menunda kepulangan, maka maskapai penerbangan sudah berkomitmen untuk menyediakan penginapan sementara dan juga perpanjangan visa disediakan oleh Pemerintah Saudi Arabia apabila visanya telah habis. Kemudian Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Haji akan terus mendampingi seluruh persiapan kepulangan."
Di akhir penyataannya, Dahnil memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan haji di 2026 sejauh ini akan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana. Hingga kini, pihaknya memastikan belum ada dampak-dampak yang signifikan terhadap proses perencanaan dan persiapan penyelenggaraan haji di 2026.
Imbauan resmi Kemenhaj terkait jemaah umrah Indonesia
Pada 28 Februari 2026, Kemenhaj telah mengeluarkan imbauan resmi terkait jemaah umrah Indonesia yang telah dan akan berangkat umrah dalam waktu dekat. Berikut isi imbauan resmi sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penyesuaian operasional penerbangan internasional:
Beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, atau pembatalan. Pastikan status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke Bandara.
- Seluruh jemaah umrah Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan otoritas terkait.
- Kemenhaj, Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi bersama otoritas terkait terus berupaya memastikan agar jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.
- PPIU tetap menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh.
- Keluarga Jemaah di Tanah Air tetap tenang, komunikasi dilakukan melalui PPIU masing-masing agar setiap perkembangan diperoleh dari saluran resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Demikian pernyataan dari Kemenhaj terkait imbauan penundaan umrah imbas konflik Timur Tengah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Timur Tengah Memanas, Meisya Siregar & Bebi Romeo Susah Pulang Setelah Umrah
Mom's Life
Syarat Terbaru Calon Jemaah Umrah, Kini Wajib Daftar Lewat Aplikasi Bun
Mom's Life
Umrah Pertama Sejak Mualaf, Stevie Agnecya Ungkap Banyak Kejadian yang Bikin Takjub
Mom's Life
Umrah, Ayu Ting Ting Sakit Demam dan Muntah Saat Tiba di Mekah
Mom's Life
Pulang Umrah, Jemaah Harus Dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede
9 Foto
Mom's Life
9 Potret Kondisi Terkini Madinah dan Masjidil Haram Jelang Haji, Sepi Banget Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Permintaan Maaf Bupati Aceh Selatan usai Umrah Tanpa Izin di Tengah Bencana
Cerita Fitrop Alami Keajaiban saat Umrah, Tangan Anak Tiba-tiba Digandeng Menuju Saf Pertama Raudhah
Konflik Iran vs AS-Israel, Harga Emas Melambung: Apa Saatnya Menjual?