moms-life
7 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mengirim Pesan Daripada Telepon Menurut Psikologi
HaiBunda
Jumat, 06 Mar 2026 12:05 WIB
Daftar Isi
Bunda, pernahkah Bunda bertanya-tanya tentang ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan daripada menelepon? Ternyata, kebiasaan ini bisa memberi banyak petunjuk tentang sifat dan cara mereka berinteraksi.
Mengutip dari laman VegOut Megazine, orang yang memilih pesan singkat cenderung punya alasan tersendiri dibandingkan yang lebih suka berbicara di telepon. Memahami kebiasaan ini bisa membantu Bunda lebih bijak dalam menilai orang dalam berkomunikasi sehari-hari.
Dalam artikel ini, Bunda akan menemukan tujuh ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan daripada telepon yang menarik untuk diperhatikan. Yuk, simak terus agar Bunda tahu apa yang membedakan mereka dengan tipe orang yang senang telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan daripada telepon menurut studi psikologi
Bunda, tahukah bahwa kebiasaan seseorang lebih sering mengirim pesan daripada menelepon bisa mengungkap banyak sisi dari dirinya? Melansir dari sumber yang sama, berikut ini tujuh ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan menurut studi psikologi yang menarik untuk diperhatikan.
1. Menyukai kendali kognitif
Salah satu ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan daripada telepon adalah mereka menyukai kendali kognitif. Orang dengan kebiasaan ini senang punya waktu untuk berpikir, menyusun kata, dan membaca ulang sebelum menekan kirim. Mereka merasa nyaman memproses informasi secara perlahan, tanpa tekanan waktu yang langsung seperti saat menelepon.
Penelitian tahun 2011 yang dilakukan Martin D. Hassell dan Moez Limayem dari University of Arkansas mengenai A Portfolio of Media: Effects of Media Synchronicity on Communication Performance menunjukkan bahwa media dengan sinkronisasi rendah, seperti pesan teks, ideal untuk menyampaikan informasi sambil memberi waktu untuk menafsirkan. Sebaliknya, panggilan telepon lebih cocok untuk membahas hal-hal secara cepat dan langsung. Jika Bunda menemukan seseorang yang lebih suka mengetik daripada bicara, besar kemungkinan mereka teliti, hati-hati, dan menghargai tempo yang lebih santai dalam komunikasi.
2. Memiliki kemampuan memantau diri yang tinggi
Salah satu ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan adalah mereka mampu dalam memantau diri sendiri dengan baik. Studi pada tahun 1996 yang dilakukan oleh Joseph B. Walther tentang Computer-Mediated Communication: Impersonal, Interpersonal, and Hyperpersonal Interaction menjelaskan bahwa komunikasi tertulis memberi rasa aman untuk mengatur kesan diri. Dengan lebih sedikit isyarat nonverbal, mereka bisa menyesuaikan kata-kata dan mengekspresikan informasi secara lebih selektif.
Orang yang menyukai pesan teks cenderung memperhatikan ketepatan bahasa dan detail yang mereka tulis. Mereka menghargai kesempatan untuk mengedit teks sebelum mengirim, sehingga pesannya mencerminkan emosi dan maksud dengan tepat. Hal inilah yang membuat ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan sering terlihat teliti dan bijaksana dalam berkomunikasi.
3. Meminimalkan kecanggungan sosial
Orang yang sering memilih pesan teks biasanya ingin meminimalkan kecanggungan sosial. Mereka cenderung merasa lebih nyaman mengontrol percakapan lewat tulisan. Padahal, penelitian oleh Amit Kumar, dkk. pada tahun 2021 tentang It's surprisingly nice to hear you: Misunderstanding the impact of communication media can lead to suboptimal choices of how to connect with others menunjukkan bahwa interaksi lewat suara tidak lebih canggung daripada teks, meski banyak orang memperkirakan sebaliknya.
Bagi mereka, ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan ini mencerminkan kepekaan terhadap momen-momen yang bisa terasa awkward atau canggung. Menggunakan pesan bisa memberi kesempatan untuk menyusun kata dengan hati-hati dan menghindari kesalahpahaman. Dengan begitu, komunikasi terasa lebih aman dan nyaman tanpa harus takut canggung.
4. Cenderung introvert atau pemalu dalam situasi tertentu
Orang yang cenderung introvert atau pemalu dalam situasi tertentu sering merasa lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan singkat. Penelitian pada tahun 2020 yang dilakukan oleh James D. Doorley, Kristina M. Volgenau, dkk, tentang Do people with elevated social anxiety respond differently to digital and face-to-face communications? Two daily diary studies with null effects menunjukkan bahwa mereka tidak selalu mudah mengekspresikan diri secara langsung. Ini termasuk salah satu ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan karena komunikasi digital memberi ruang bagi mereka untuk berpikir dan merespon dengan lebih tenang.
Kebiasaan memilih pesan dibanding telepon juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang membutuhkan kontrol lebih dalam interaksi sosial. Dengan menulis pesan, mereka bisa menyesuaikan kata-kata dan waktu respons sesuai kenyamanan pribadi. Oleh karena itu, mengenali ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan membantu Bunda memahami bahwa ini bukan sekadar gaya komunikasi, tetapi juga cara mereka merasa aman dan percaya diri.
5. Mengatur kedekatan secara strategis (terutama jarak jauh)
Bunda, dalam daftar ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan, ada tipe yang mampu mengatur kedekatan secara strategis, terutama ketika menjalani hubungan jarak jauh. Penelitian tahun 2021 oleh Susan Holtzman, Kostadin Kushlev, dan tim tentang Long-distance texting: Text messaging is linked with higher relationship satisfaction in long-distance relationships menemukan bahwa intensitas serta respons pesan yang konsisten berkaitan dengan tingkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi pada pasangan jarak jauh (LDR). Pesan singkat pun menjadi jembatan emosional yang menjaga rasa terhubung setiap hari meski terpisah jarak.
Namun, Bunda, di luar konteks hubungan jarak jauh, dominasi komunikasi lewat pesan justru bisa berdampak berbeda. Ketika hampir seluruh interaksi digantikan teks tanpa diimbangi percakapan langsung atau telepon, kedekatan emosional berisiko menurun. Itulah sebabnya ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan umumnya terlihat dari kemampuannya menyeimbangkan teks dengan bentuk komunikasi lain agar hubungan tetap hangat dan emosional.
6. Bisa mengatur intensitas emosi
Bisa mengatur intensitas emosi menjadi salah satu ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan dibandingkan menelepon. Dalam Social Presence Theory yang diuraikan oleh Martin D. Hassell dan Moez Limayem pada tahun 2011 mengenai A Portfolio Media: Effects of Media Synchronicity on Communication Performance, dijelaskan bahwa setiap media komunikasi menghadirkan tingkat kedekatan emosional yang berbeda. Suara saat telepon membawa nada dan kehangatan, sedangkan teks cenderung membuat suasana terasa lebih netral.
Bunda, orang yang nyaman berkirim pesan biasanya menyukai percakapan yang lebih rendah dan terkendali. Mereka merasa lebih mudah menjaga ketenangan, menghindari tekanan emosional, serta mencegah obrolan berubah menjadi perdebatan. Oleh karena itu, kemampuan mengelola emosi dengan lebih stabil kerap terlihat pada ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan ini.
7. Sadar akan batasan dan waktu
Bunda, pesan singkat juga bisa menjadi pilihan utama untuk menghubungi orang terdekat maupun mengurus hal pribadi seperti pengingat dan konfirmasi sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan sering kali berkaitan dengan kebutuhan komunikasi yang praktis dan efisien. Mereka merasa pesan teks lebih fleksibel dibandingkan panggilan telepon.
Selanjutnya, ada sadar akan batasan dan waktu. Orang dengan ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan umumnya ingin tetap terhubung tanpa menuntut respons seketika, sehingga memberi ruang bagi lawan bicara untuk membalas saat waktu luang. Sikap ini bukan berarti menjaga jarak, melainkan bentuk kesopanan karena komunikasi tidak langsung bisa menjadi cara menghargai waktu orang lain.
Bunda, itulah tujuh ciri kepribadian orang yang lebih suka mengirim pesan daripada telepon menurut studi psikologi yang bisa membantu Bunda memahami karakter mereka lebih dalam. Dengan mengenali perbedaan gaya komunikasi ini, Bunda dapat menjalin hubungan yang lebih hangat dan saling menghargai meski lewat pesan singkat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
6 Zodiak dengan Kepribadian Ekstrovert, Pintar Bersosialisasi
9 Ciri Kepribadian Perempuan yang Punya Teman Laki-laki Lebih Banyak
8 Ciri Kepribadian Langka yang Dimiliki Orang yang Lebih Suka di Rumah Saja Menurut Psikolog