MOM'S LIFE
6 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Memilih Kursi Dekat Lorong saat Mudik atau Bepergian
Azhar Hanifah | HaiBunda
Senin, 09 Mar 2026 12:35 WIBMudik lebaran atau bepergian jarak jauh dengan pesawat, kereta, hingga bus sering kali membuat kita lebih selektif dalam memilih kursi. Ada yang suka duduk di dekat jendela untuk menikmati pemandangan, ada juga yang selalu mengincar kursi dekat lorong.
Menariknya, pilihan kursi saat mudik atau traveling ternyata bisa berkaitan dengan karakter seseorang. Dalam psikologi, kebiasaan kecil seperti ini sering kali mencerminkan kebutuhan emosional dan pola pikir yang lebih dalam.
Lalu, apa saja ciri kepribadian orang yang selalu memilih kursi dekat lorong saat mudik atau bepergian? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Bun!
Ciri kepribadian orang yang selalu memilih kursi dekat lorong saat mudik atau bepergian
Mengutip dari laman Veg Out, di bawah ini beberapa ciri kepribadian orang yang selalu memilih kursi dekat lorong saat mudik dan bepergian.
1. Mandiri dan suka kebebasan dalam bergerak
Orang yang selalu memilih kursi dekat lorong biasanya punya kebutuhan kuat untuk bergerak bebas tanpa bergantung pada orang lain. Duduk di dekat lorong membuat mereka bisa berdiri kapan saja tanpa perlu meminta izin penumpang lain.
Sikap ini sering terlihat juga dalam kehidupan sehari-hari. Mereka cenderung nyaman bekerja secara mandiri, kurang suka diatur terlalu detail, dan lebih tenang ketika menentukan keputusan sendiri.
2. Kurang nyaman bergantung pada orang lain
Duduk di kursi tengah atau dekat jendela berarti harus meminta orang lain menyingkir saat ingin ke toilet atau sekadar meregangkan kaki. Bagi sebagian orang, kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman.
Ciri kepribadian ini biasanya terlihat dari kecenderungan menyelesaikan masalah sendiri. Mereka mungkin enggan merepotkan orang lain, bahkan dalam situasi yang sebenarnya wajar untuk meminta bantuan.
3. Merasa lebih aman jika punya akses keluar cepat
Dalam kajian psikologi, orang yang selalu memilih kursi dekat lorong umumnya lebih sensitif terhadap rasa terkurung atau sulit keluar. Karena itu, saat mudik atau bepergian jauh, duduk di dekat lorong membuat mereka merasa bisa berdiri dan keluar kapan saja. Perasaan memiliki akses tersebut saja sudah cukup untuk menenangkan pikiran.
Jika tertarik memahami lebih jauh tentang berbagai tipe karakter dan perilaku manusia, buku psikologi kepribadian bisa menjadi referensi yang menarik untuk dibaca. Klik di sini untuk membeli buku psikologi kepribadian.
4. Sulit menghadapi ketidakpastian
Orang yang memilih kursi dekat lorong biasanya kurang nyaman dengan hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Misalnya, tidak tahu apakah penumpang di sebelahnya akan tertidur pulas atau mudah diajak bergeser.
Dengan duduk di lorong, mereka tidak perlu menebak-nebak kapan bisa keluar. Dalam kehidupan sehari-hari tipe ini sering membuat rencana cadangan, menyusun jadwal saat bepergian, bahkan menyiapkan berbagai kemungkinan agar perjalanan lancar.
5. Butuh ruang lebih agar nyaman saat perjalanan jauh
Bagi sebagian orang, ruang pribadi adalah hal yang sangat penting. Kursi dekat lorong memberikan sedikit ruang ekstra untuk memiringkan badan atau menghindari gesekan dengan penumpang lain.
Ciri kepribadian ini bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu, misalnya terbiasa hidup di lingkungan yang padat atau kurang privasi.
6. Mengaitkan kontrol dengan rasa aman
Pada dasarnya, kursi dekat lorong melambangkan kontrol. Ketika seseorang merasa bisa mengendalikan pergerakannya sendiri, ia akan merasa lebih aman.
Banyak orang tanpa sadar meyakini bahwa semakin banyak hal yang bisa dikontrol, semakin kecil risiko yang mungkin terjadi.
Itu dia penjelasan mengenai enam ciri kepribadian orang yang memilih kursi dekat lorong saat mudik atau bepergian. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Bingung Tentukan THR untuk Orang Tua? Ini Tips Mengaturnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
TERPOPULER
4 Kalimat Teguran Orang Tua yang Bisa Membekas di Hati Anak Menurut Pakar
3 Fakta Ikan Asin Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini Peringatan BPOM
Benarkah Ada Dampak Jangka Panjang IVF Terhadap Kesehatan Perempuan?
5 Resep Sambal Simpel Pendamping Ayam Goreng & Lalapan
9 Kebiasaan Orang yang Punya Ketenangan Emosi, Jarang Baper & Tidak Mudah Terusik
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Benarkah Ada Dampak Jangka Panjang IVF Terhadap Kesehatan Perempuan?
5 Fakta Menarik Alvin Tedjo, Keturunan RI yang Jadi Wali Kota di Kanada
3 Fakta Ikan Asin Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini Peringatan BPOM
4 Kalimat Teguran Orang Tua yang Bisa Membekas di Hati Anak Menurut Pakar
5 Resep Sambal Simpel Pendamping Ayam Goreng & Lalapan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pindah dari Android ke iPhone 15, Data Apa Saja yang Ikut Terbawa? Ini 7 Langkahnya
-
Beautynesia
Kenapa Pengunjuk Rasa Sering Menggunakan Warna Hitam? Ini Makna di Baliknya
-
Female Daily
5 Parfum Lokal dengan Aroma Manis dan Segar untuk Dipakai Sehari-hari
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Wulan Guritno Rayakan Halloween di Lapangan Padel, Tampil Seram
-
Mommies Daily
Anak Suka Merebut Mainan Teman? Ini Cara Mengajarkan Anak Berbagi