Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri-ciri Perempuan yang Sulit Dipercaya, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 09 Mar 2026 04:55 WIB

Young beautiful women shopping together, outdoors, smiling, buying refreshing drink
Ilustrasi ciri-ciri perempuan yang sulit dipercaya, sering ucapkan 10 kalimat ini / Foto: Getty Images/Rossella De Berti
Daftar Isi
Jakarta -

Hubungan dibangun dengan komunikasi yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang tidak baik dapat terjadi tanpa saling percaya dan menghormati. Adapun ciri-ciri perempuan sulit dipercaya yang dapat dikenal melalui kalimat yang sering mereka sampaikan.

Tanda-tanda komunikasi yang menipu bisa jadi halus, itulah sebabnya penting untuk memperhatikan pola perilaku orang, beserta pesan yang tersirat dari apa yang mereka katakan.

Ungkapan yang digunakan perempuan ketika mereka tidak dapat dipercaya sering kali mengindikasi tingkat manipulasi emosional atau sikap meremehkan secara umum.

Sulit untuk mempercayai seseorang tanpa melakukan diskusi langsung dan terbuka tentang apa harapan terhadap hubungan tersebut. Oleh karena itu, kali ini Bubun akan membagikan beberapa kalimat yang sering disampaikan perempuan sulit percaya.

10 Kalimat yang digunakan perempuan ketika mereka tidak bisa dipercaya

 Jika pasangan menghindari konfrontasi atau mengelak dari tanggung jawab atas tindakannya, itu adalah tanda pasti bahwa kepercayaan sedang kurang.

1. “Kamu selalu melakukan ini”

Dilansir dari laman Your Tango, itu merupakan indikasi bahwa dia tidak dapat dipercaya. Ungkapan ini adalah contoh pemikiran dikotomis, yang juga dikenal sebagai ‘pemisahan’.

Dengan mengatakan ini, dia berpikir dengan cara yang kasar dan ekstrem. Ungkapan ini mengalihkan fokus ke tindakan orang lain, sehingga ia dapat menyangkal tanggung jawab atas masalah yang ada.

2. “Saya tidak ingin berdebat”

Menggunakan kalimat ini adalah tanda penghindaran konflik, dan jika sering digunakan, itu menunjukkan pola toxic dalam menolak kesempatan untuk komunikasi yang jujur.

Ketika perempuan mengatakan tidak ingin bertengkar, pada dasarnya dia menggunakan taktik penghindaran untuk membungkam kekhawatiran pasangannya.

3. “Kamu merasa tidak aman”

Alih-alih bertanggung jawab atas bagaimana tindakannya telah menyakiti pasangannya, dia mengalihkan tanggung jawab dan memfokuskan pembicaraan pada kekurangan yang dianggap dimiliki pasangannya.

Penggunaan kalimat tersebut juga dapat menjadi indikator proyeksi psikologis, yaitu mekanisme pertahanan atau keterampilan mengatasi masalah yang melibatkan mengaitkan perasaan kepada orang lain untuk menghindari menghadapi perasaan mereka.

4. “Hanya kamu yang berpikir begitu”

Ketika perempuan ingin mengisolasi perspektif pasanganya sebagai cara untuk mengabaikan kekhawatiran mereka, dia akan mengatakan “Hanya kamu yang berpikir seperti itu”.

Menggunakan kalimat ini dapat membuat orang lain mempertanyakan apakah mereka salah karena memiliki sudut pandang tertentu.

Penggunaan kalimat ini merupakan contoh manipulasi emosional. Menurut psikoterapis Dr. Marni Feuerman, cara terbaik untuk menghindari manipulasi emosional adalah dengan membangun kecerdasan emosional sendiri.

5. “Kamu terlalu memperbesar masalah sepele”

Ungkapan ini adalah contoh sikap meremehkan realitas emosional orang lain. Ketika perempuan tidak dapat dipercaya, dia akan menanggapi kritik pasangannya dengan mengatakan, “Kamu terlalu membesar-besarkan masalah”.

Mengucapkan ungkapan ini menimbulkan keraguan terhadap keabsahan kekhawatiran pasangan dan meremehkan keseriusan masalah yang ada.

6. “Saya tidak mengerti mengapa ini menjadi masalah”

Ungkapan ini merupakan indikasi lain dari perilaku meremehkan dan menghindar. Itu menunjukkan bahwa dia menolak untuk mengakui perspektif dan pengalaman hidup pasangannya.

Perempuan mungkin menggunakan kalimat ini sebagai mekanisme pertahanan, terutama jika dia merasa karakternya sedang diserang.

Kalimat ini menyangkal kesalahan apa pun di pihaknya, memungkinkannya untuk menghindari pengakuan atas tindakan yang membuat pasangannya merasa sakit hati.

7. “Mengapa kamu membahas ini sekarang?”

Menggunakan kalimat, “Mengapa kamu membahas ini sekarang?” membuat tindakan yang sah tampak sah.

Dengan mempertanyakan ini, dia pada dasarnya menggunakan tipu daya untuk mengalihkan perhatian dari apa yang sebenarnya terjadi. Perempuan yang mengatakan ini dapat membuat pasangannya tampak salah, padahal sebenarnya dia yang salah.

8. “Ya sudahlah”

Perempuan yang tidak bisa dipercaya akan mengatakan sesuatu “Ya sudahlah” ketika dia tidak ingin menerima tanggung jawab atas perilakunya yang menyakitkan.

Ungkapan tersebut menunjukkan penolakan untuk terlibat dalam percakapan konstruktif apa pun dengan pasangannya atau menyelesaikan masalah apa pun yang ada dalam hubungan mereka.

Dengan mengatakan, “Ya sudahlah”, dia mendefinisikan kembali perilakunya sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan, bukan sesuatu yang dapat dikendalikan.

9. “Tidak ada yang sempurna”

Ungkapan ini digunakan perempuan ketika dia tidak dapat dipercaya. Ini membenarkan keputusan-keputusan yang dipertanyakan yang telah dia buat dengan berfokus pada fakta bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari menjadi manusia.

10. “Kalau kamu mencintaiku, kamu akan mempercayaiku”

Ungkapan ini adalah contoh utama dari sesuatu yang dikatakan perempuan ketika pada akhirnya tidak dapat dipercaya. Mengatakan, “Kalau kamu mencintaiku, kamu akan mempercayaiku” adalah contoh jelas dari memanfaatkan perasaan seseorang untuk melawannya.

Ini adalah bentuk manipulasi emosional yang tak terbantahkan dan cara untuk menghindari pertanggungjawaban.

Nah, itulah beberapa kalimat yang menjadi ciri-ciri perempuan yang sulit dipercaya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda