Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Alasan Utama Mengapa Saudara Sering Tidak Akur Menurut Terapis Keluarga

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 09 Mar 2026 22:35 WIB

5 Alasan Utama Mengapa Saudara Sering Tidak Akur, Menurut Terapis Keluarga
Ilustrasu alasan utama mengapa saudara sering tidak akur menurut terapis keluarga / Foto: Getty Images/Tomwang112
Daftar Isi
Jakarta -

Hubungan dengan saudara kandung memang bisa terasa sangat dekat, tapi ada juga yang justru terasa biasa saja. Bahkan, tidak sedikit yang hubungannya sering naik turun seiring berjalannya waktu.

Banyak orang tumbuh dengan harapan bahwa saudara kandung harus selalu akur dan saling mendukung. Padahal dalam kenyataannya, setiap keluarga bisa berbeda-beda, dan tidak semua hubungan berjalan seperti yang dibayangkan.

Seorang terapis keluarga berlisensi yang berbasis di Chicago, Erin Runt, mengatakan bahwa kondisi ini sebenarnya wajar terjadi.

"Wajar saja kalau saudara laki-laki dan perempuan hubungannya terasa seperti kenalan yang akrab, yang kebetulan memiliki kehidupan yang saling bersinggungan," katanya, dikutip dari laman SELF.

Menurutnya, ada anggapan bahwa seberapa sering seseorang berkomunikasi dengan saudara mencerminkan seberapa dekat hubungan emosional mereka. Padahal kenyataannya, banyak keluarga yang tidak selalu seperti itu.

Lalu sebenarnya, apa saja yang membuat saudara kandung bisa sering tidak akur? Simak selengkapnya berikut ini.

5 alasan utama mengapa saudara sering tidak akur menurut terapis keluarga

Melansir dari SELF, ada beberapa alasan utama yang bisa membuat saudara kandung sering tidak akur menurut terapis keluarga.

1. Peran orang tua dalam hubungan saudara

Orang tua punya peran besar dalam membentuk hubungan anak-anaknya, Bunda. Mereka bisa mendorong anak-anak untuk saling menjaga satu sama lain sejak kecil.

Misalnya, Bunda mungkin sering mengajak anak-anak bermain bersama atau kakak mengajari adik berenang, bersepeda, atau hal lainnya. Pengalaman seperti ini ternyata bisa berpengaruh pada cara saudara berinteraksi saat dewasa.

Tapi tidak semua anak mendapatkan perhatian yang sama, Bunda. Ada yang tumbuh merasa dekat dengan saudara, sementara yang lain justru merasa agak jauh atau kurang diperhatikan.

Jadi, cara orang tua membesarkan anak-anaknya bisa jadi salah satu alasan mengapa hubungan saudara kandung kadang akur, dan terkadang juga sering tidak sejalan.

2. Perlakuan pilih kasih dalam keluarga

Ternyata, pengalaman kurang menyenangkan di keluarga bisa bikin saudara kandung jadi agak menjauh, Bunda. Tidak semua interaksi bisa membuat mereka dekat, dan itu jadi hal yang terjadi di banyak keluarga.

Seorang terapis di Washington, DC, sekaligus penulis buku Sibling Therapy: The Ghosts that Haunt Your Client's Love and Work, Karen Gail Lewis, setuju dengan hal ini.

"Perlakuan pilih kasih adalah salah satu dari banyak hal yang dilakukan orang tua, bahkan jika itu tidak disengaja," kata Lewis.

3. Perbedaan pengalaman hidup

Kalau sejak kecil saudara kandung sering bertengkar atau menjauh, kebiasaan itu ternyata bisa terbawa hingga mereka dewasa. Salah satu alasannya adalah mereka belum melewati pengalaman bersama yang bisa membangun ikatan.

Perbedaan pengalaman hidup ini membuat mereka sulit memberi nasihat atau saling mengandalkan satu sama lain. Kondisi ini pun bisa memicu konflik atau jarak emosional di antara saudara.

Akhirnya, tanpa momen bersama, hubungan saudara bisa terasa kaku, Bunda. Nah, inilah yang bisa menjadi salah satu alasan utama mereka sering tidak akur.

4. Pengaruh perbedaan usia 

Banyak orang sering beranggapan bahwa jarak usia menentukan kedekatan antar saudara. Tapi menurut Gail Lewis, hal itu tidak selalu benar dan tidak ada aturan pasti soal usia atau jenis kelamin yang bisa memprediksi seberapa akur hubungan mereka.

"Tidak ada pola yang jelas yang memprediksi kedekatan dalam hal usia, jenis kelamin, atau gender," tuturnya.

Dalam beberapa kasus, selisih usia yang cukup jauh, misalnya enam tahun atau lebih, bisa membuat saudara merasa sulit menemukan kesamaan. Mereka mungkin berada di fase hidup yang berbeda, sehingga sulit untuk saling memahami satu sama lain.

Sementara itu, saudara yang tumbuh dengan selisih usia lebih dekat biasanya bisa menjalin hubungan seperti teman.

5. Perbedaan kepribadian

Selanjutnya, salah satu alasan saudara kandung tidak akur adalah karena perbedaan kepribadian. Tidak semua saudara punya minat atau cara berpikir yang sama, sehingga sulit untuk selalu sejalan dalam banyak hal.

Perbedaan ini bisa sangat mencolok hingga membuat mereka seolah-olah berada di kehidupan yang berbeda. Jika bukan karena tinggal di bawah satu atap, mungkin mereka tidak akan memilih untuk dekat satu sama lain.

Contohnya, seorang introvert yang lebih betah di rumah akan sulit memahami seorang atlet ekstrovert yang selalu ingin beraktivitas di luar. Perbedaan ini membuat mereka jarang punya minat yang sama untuk saling berbagi.

Itulah ulasan mengenai beberapa alasan utama mengapa saudara kandung sering tidak akur menurut terapis keluarga. Semoga menambah pengetahuan baru, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda