MOM'S LIFE
3 Tips dari Psikolog Saat Hadapi Pertanyaan Sensitif Kala Lebaran
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 18 Mar 2026 09:25 WIBHari raya Lebaran biasanya menjadi waktu yang tepat untuk kumpul bersama keluarga besar. Namun, terkadang momen tersebut memicu ketegangan akibat pertanyaan sensitif yang dilontarkan.
Bagi generasi yang lebih tua, pertanyaan seperti “Kapan menikah?”, “Sudah punya anak?”, atau “Kerja di mana?”, sering kali dianggap topik umum, tanpa sadar bahwa itu dapat menyinggung perasaan seseorang.
Psikolog Klinis Dewasa, Alfath Hanifah Megawati, M.Psi., mengungkap ada beberapa hal yang melatarbelakangi pertanyaan sensitif tersebut. Ia pun turut membagikan beberapa tips untuk menghadapinya tanpa emosi.
Alasan orang sering bertanya hal sensitif saat Lebaran
Psikolog menjelaskan bahwa terdapat setidaknya tiga alasan yang membuat keluarga maupun kerabat dekat melontarkan pertanyaan sensitif saat kumpul keluarga pada momen perayaan Idul Fitri. Berikut di antaranya:
1. Upaya menjalin koneksi
Perempuan yang akrab disapa Ega Alfath itu menjelaskan bahwa pertanyaan personal dianggap sebagai cara untuk terkoneksi dengan orang lain.
Ketika ada orang yang tidak menjalin hubungan dekat bertanya hal pribadi, hal itu dapat memicu keterkejutan bagi Bunda.
“Yang paling umum adalah upaya menjalin koneksi. Pertanyaan personal dianggap sebagai cara untuk terkoneksi dengan orang lain. Namun seringnya, jika penanya pada dasarnya tidak mempunyai kedekatan dengan kita (yang ditanya), maka pertanyaan yang personal bisa memunculkan keterkejutan bagi kita,” ujar Ega Alfath kepada HaiBunda, Sabtu (14/3/2026).
Lebih lanjut, ia mengatakan faktor lain yang menambahkan perasaan terkejut itu adalah ketika pertanyaan tersebut berkaitan dengan masalah yang masih struggling dihadapi oleh Bunda.
“Masalah yang masih aktif menjadi hal sensitif bagi kita. kita akan dalam situasi kaget dan dilema mau menjawab seperti apa,” tuturnya.
2. Rasa ingin tahu
Ia juga mengatakan rasa ingin tahu orang lain dapat memicu mereka melontarkan pertanyaan tersebut. Penanya ingin tahu kabar terbaru yang dia ataupun orang lain tidak banyak tahu.
“Informasi terbatas ini memunculkan rasa keingintahuan yang lebih tinggi bagi seseorang. Semakin tinggi rasa ingin tahunya, semakin sering pertanyaan dilontarkan oleh orang tersebut,” ungkap Ega Alfath.
3. Ajang untuk memberikan nasihat
Orang tersebut mungkin sering menganggap dirinya sebagai penasihat. Biasanya sering dilakukan oleh orang yang lebih tua, Bunda.
“Kita (sebagai yang ditanya) dianggap perlu bantuan nasihat oleh penanya. Biasanya latar belakang ini muncul pada orang yang lebih tua daripada kita. Menasihati bisa jadi respons kepedulian penanya, tapi bisa jadi mekanisme pertahanan yang muncul karena masalah personal yang dialami penanya,” jelasnya.
3 Tips menghadapi pertanyaan sensitif saat Lebaran
Psikolog yang praktik di TigaGenerasi dan Ruang Mekar Azila itu mengatakan perasaan tidak nyaman muncul dari perasaan terkejut, sensitivitas yang dialami, hubungan yang tidak dekat dengan penanya, dan potensi malu untuk menjawab.
“Potensi malu jika menjawab (dalam situasi bersama banyak keluarga), khawatir salah menjawab, ataupun dari gesture penanya yang mungkin kurang bersahabat. Perasaan tidak nyaman ini rentan tereskalasi menjadi marah, sedih, dan malu. Emosi-emosi ini nantinya menjadi lebih sulit untuk dikelola,” ujarnya.
Untuk membantu Bunda menghadapi situasi canggung tersebut, ada beberapa tips yang dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan emosi. Berikut di antaranya:
1. Menerima pertanyaan
Bunda mungkin juga perlu menganggap bahwa pertanyaan tersebut adalah situasi yang tidak bisa dihindari, terutama saat kumpul bersama keluarga.
“Menerima bahwa pertanyaan bisa jadi situasi yang tidak bisa kita hindari saat pertemuan keluarga. Hal ini bisa mengurangi respons keterkejutan kita,” ujar Ega Alfath.
2. Menyiapkan jawaban
Menyiapkan jawaban terkait pertanyaan-pertanyaan sensitif. Jawaban template yang tidak menyakiti hati penanya, tetapi tidak melewati batas keterbukaan diri sendiri.
“Jawaban yang template yang tidak menyakiti si penanya, namun tidak melewati batas keterbukaan diri kita. Bisa mengandung unsur humor atau meminta doa,” ungkapnya.
Misalnya, Bunda dapat menjawab dengan beberapa contoh kalimat, seperti “Alhamdulillah Bude, doain ya."
Jika ada saran atau nasihat yang membuat Bunda tidak nyaman, cukup menjawab “Terima kasih”. Tidak perlu memberi penjelasan lebih lanjut.
“Saran atau nasihat adalah data-data yang bisa kita olah nantinya, tapi bukan arahan yang harus langsung kita lakukan. Apalagi jika saran atau nasihat tersebut jauh dari kesesuaian dengan kondisi kita saat ini,” jelasnya.
3. Coba anggap pertanyaan tersebut sebagai bentuk kepedulian mereka
Bunda juga disarankan untuk mengadopsi cara pandang bahwa pertanyaan sensitif bisa jadi bentuk kepedulian dari penanya.
“Jika tidak, maka kita perlu melihat bahwa pertanyaan itu bukan tentang masalah kita, tapi proyeksi dari penanya yang sedang bermasalah,” ujar Ega Alfath.
Nah, itulah beberapa tips yang dapat Bunda ikuti untuk menghadapi pertanyaan sensitif saat Lebaran. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Hukum Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idul Fitri Menurut Islam
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
TERPOPULER
Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba
Sekolah di Jakarta Diizinkan PJJ 18 Agustus 2026, Simak Ketentuan Lengkapnya Bun!
10 Doa agar Bayi Tidak Menangis, Rewel, dan Tidur Nyenyak, Bisa Diamalkan saat Maghrib
Cara Membuat Bubur Sumsum yang Enak dan Super Lembut
REKOMENDASI PRODUK
[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba
[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas
Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu
10 Doa agar Bayi Tidak Menangis, Rewel, dan Tidur Nyenyak, Bisa Diamalkan saat Maghrib
Benarkah Ibu yang Hamil lewat IVF Sulit Menyusui? Simak Faktanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Pilih Ciput Anti Slip yang Nyaman Dipakai Seharian Untuk Perjalanan Jauh
-
Beautynesia
3 Sikap Perempuan Percaya Diri yang Bikin Auranya Terlihat Kuat
-
Female Daily
POP TOY SHOW Singapore 2026 Hadir dengan Koleksi Eksklusif dan Mainan yang Wajib Diburu Kolektor!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Hayden Panettiere Diduga Overdosis, Ini Detik-detik Saat Ditemukan Meninggal
-
Mommies Daily
Jangan Langsung Marah! 7 Cara Menegur Anak Remaja Tanpa Memicu Pertengkaran di Rumah