MOM'S LIFE
Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap Teks Arab, Latin & Artinya Beserta Takbir 7 Kali Salat Ied
Natasha Ardiah | HaiBunda
Kamis, 19 Mar 2026 13:30 WIBMenjelang hari kemenangan, suasana takbiran Idul Fitri selalu terasa begitu hangat dan penuh haru ya, Bunda. Banyak Bunda yang juga mulai mencari bacaan takbir Idul Fitri lengkap agar bisa mengumandangkan takbir Idul Fitri dengan lebih khusyuk bersama keluarga.
Selain gema kalimat takbir Idul Fitri yang berkumandang sejak malam Lebaran, ada pula takbir salat Idul Fitri yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan salat Ied nanti. Tak sedikit dari Bunda yang bertanya, sebenarnya berapa kali takbir salat Idul Fitri yang dilakukan saat salat Ied berlangsung?
Bunda, memahami jumlah takbir pada shalat Idul Fitri juga penting agar ibadah salat Ied dapat dilakukan sesuai tuntunan. Oleh karena itu, mengetahui lafadz takbir Idul Fitri sekaligus urutan takbir dalam salat Ied menjadi bekal yang bermanfaat bagi Bunda dan keluarga.
Apalagi saat takbir Idul Fitri 2026 berkumandang di berbagai masjid dan rumah, momen ini sering menjadi waktu yang istimewa untuk mengajarkan Si Kecil tentang makna kemenangan setelah bulan Ramadan. Dengan memahami bacaan takbir Idul Fitri, Bunda bisa membimbing Si Kecil ikut merasakan kemeriahan malam Lebaran.
Lalu seperti apa teks takbir Idul Fitri lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya? Simak penjelasan di bawah ini tentang takbir Idul Fitri termasuk berapa jumlah takbir salat Idul Fitri yang dibaca saat salat Ied agar ibadah semakin khusyuk.
Keutamaan membaca takbir
Bunda, malam Lebaran identik dengan lantunan takbiran Idul Fitri yang menggema di berbagai tempat sebagai ungkapan syukur atas datangnya hari kemenangan. Mengumandangkan takbir Idul Fitri merupakan amalan sunnah yang dianjurkan karena menjadi bentuk pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT.
Selain dilantunkan pada malam hari raya, takbir hari raya Idul Fitri juga berkaitan dengan ibadah salat Ied, termasuk dalam bacaan takbir salat Idul Fitri yang dilakukan saat salat Ied berlangsung. Oleh karena itu, memahami lirik takbir Idul Fitri sekaligus mengetahui keutamaannya dapat membantu Bunda dan keluarga menjalani momen Lebaran dengan lebih khusyuk.
Berikut beberapa keutamaan membaca takbiran Idul Fitri:
- Menguatkan ketakwaan kepada Allah
- Memberikan ketenangan hati dan pikiran
- Mendapatkan pertolongan dari Allah SWT
- Mendatangkan pahala dan keberkahan
- Membuka pintu kemudahan dalam hidup
- Mendatangkan rezeki dari Allah SWT
- Meleburkan dosa-dosa kecil
- Mempererat hubungan spiritual dengan Allah
- Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah
- Menjaga diri dari godaan setan dan perbuatan dosa
Hukum takbiran Idul Fitri
Bunda, dalam buku Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Abu Syauqina dan Abu Aulia Rahma, dijelaskan bahwa takbiran Idul Fitri memiliki hukum sunnah. Artinya, takbir Idul Fitri dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, baik sedang berada di rumah maupun dalam perjalanan.
Oleh karena itu, Bunda juga bisa mengumandangkan takbiran Idul Fitri bersama keluarga sebagai bentuk dzikir dan ungkapan syukur di hari kemenangan. Anjuran melantunkan kalimat takbir Idul Fitri juga berkaitan dengan perintah untuk memperbanyak dzikir kepada Allah pada hari-hari tertentu.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 203 berikut:
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ
Artinya: "Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya..."
Kapan membaca tasbih ketika takbir salat Idul Fitri?
Dikutip dari laman detikcom, takbir Idul Fitri tidak hanya diucapkan secara berurutan dalam pelaksanaan salat Ied, tetapi juga diselingi dengan bacaan setelah takbir salat Idul Fitri, yaitu tasbih. Hal ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah salat Ied setelah malam takbiran Idul Fitri yang biasanya dipenuhi dengan lantunan takbir di berbagai tempat.
Bacaan tasbih dibaca pada jeda di antara setiap takbir Idul Fitri dalam salat. Artinya, setelah satu takbir selesai dilafalkan, jamaah dianjurkan membaca tasbih sebelum melanjutkan takbir berikutnya. Lantas, berapa takbir salat Idul Fitri yang dibaca pada setiap rakaatnya?
Pada rakaat pertama, jamaah melafalkan bacaan takbir 7 kali salat Idul Fitri, dan di setiap sela takbir tersebut disunahkan membaca tasbih. Sementara pada rakaat kedua, jumlah takbir berkurang menjadi lima kali, dan tasbih tetap dibaca di antara setiap takbir tersebut agar pelaksanaan salat Ied berjalan sesuai tuntunan.
Tata cara takbiran Idul Fitri 2026
Bunda, takbiran Idul Fitri merupakan amalan sunnah yang dianjurkan untuk mengagungkan kebesaran Allah saat menyambut hari kemenangan. Dalam buku Fiqih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasulullah dijelaskan bahwa takbir Idul Fitri umumnya dilantunkan dengan suara yang jelas dan dapat dilakukan bersama-sama maupun sendiri.
Pelaksanaan takbiran Idul Fitri juga tidak terbatas di masjid saja. Bunda dan keluarga bisa mengumandangkan takbir Idul Fitri 2026 di rumah, di perjalanan, atau di berbagai tempat lainnya sebagai bentuk dzikir kepada Allah.
Hal ini sejalan dengan kisah yang diriwayatkan dalam hadis oleh Abdullah ibn Abi Shaybah, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad melantunkan takbir sejak keluar dari rumah menuju tempat salat Idul Fitri. Beliau terus mengumandangkan kalimat takbir Idul Fitri hingga pelaksanaan salat Ied selesai, sehingga momen takbiran Idul Fitri menjadi bagian penting dalam menyambut hari raya.
Bacaan takbiran Idul Fitri sesuai sunnah
Bunda, takbiran Idul Fitri biasanya dikumandangkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah saat menyambut hari raya. Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan, Bunda dapat melafalkan takbir Idul Fitri yang diajarkan dalam sunnah.
Berikut bacaan takbir Idul Fitri sesuai sunnah yang dapat Bunda lafalkan saat malam takbiran Idul Fitri:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Arab Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya.”
Bacaan takbir Idul Fitri pendek: Arab, Latin, dan artinya
Bunda, selain versi panjang, ada juga takbiran Idul Fitri yang dibaca dalam bentuk singkat dan mudah dihafal. Takbir Idul Fitri ini sering dilantunkan saat menyambut malam Lebaran atau ketika ingin mengajarkan Si Kecil mengenal bacaan takbir Idul Fitri dengan lebih sederhana.
Berikut bacaan takbir Idul Fitri pendek yang bisa Bunda dan keluarga lafalkan:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
Arab Latin: Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang."
Bacaan takbir Idul Fitri panjang: Arab, Latin, dan artinya
Selain teks takbir Idul Fitri singkat, terdapat juga bacaan takbir Idul Fitri panjang yang kerap dilantunkan saat takbiran Idul Fitri pada malam Lebaran. Lafaz takbir Idul Fitri panjang ini berisi pujian serta ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Bunda dapat membaca bacaan takbir Idul Fitri panjang ini bersama keluarga di rumah maupun ketika mengikuti takbiran Idul Fitri di masjid. Berikut teks lengkap takbir Idul Fitri versi panjang dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Arab Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.
Allahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.
Laa ilaaha illallaahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal kaafiruun.
Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah.
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah.
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha suci Allah pada waktu pagi dan petang.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan pasukan-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya seorang diri.
Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.”
Waktu membaca takbiran Idul Fitri
Bunda, takbiran Idul Fitri memiliki waktu yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Lantas, takbir Idul Fitri berapa kali dilantunkan pada malam Lebaran hingga hari raya? Melansir dari situs detikcom yang mengutip buku Fiqih Praktis I karya Muhammad Bagir, umat Islam disunnahkan mulai mengumandangkan takbir Idul Fitri sejak matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan hingga dimulainya salat Idul Fitri di pagi hari.
Artinya, takbiran Idul Fitri dapat dilantunkan sepanjang malam menjelang hari raya sebagai bentuk syukur atas datangnya hari kemenangan. Waktu yang paling dianjurkan untuk memperbanyak takbir Idul Fitri adalah setelah menunaikan salat fardhu, baik dilakukan di rumah maupun di masjid. Selain itu, melafalkan kalimat takbir Idul Fitri ketika menunggu dimulainya salat Idul Fitri juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir ini.
Bacaan takbir 7 kali salat Idul Fitri
Bunda, salat Idul Fitri memiliki tata cara yang berbeda dari salat fardhu maupun salat sunnah lainnya. Banyak orang yang juga bertanya shalat Idul Fitri berapa takbir karena jumlahnya memang berbeda dengan salat pada umumnya.
Dalam panduan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui buku Tuntunan Salat Idul Fitri, dijelaskan bahwa salat Idul Fitri dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaatnya.
Pada rakaat pertama, jamaah membaca takbir sebanyak tujuh kali sebelum melanjutkan bacaan salat. Bacaan salat Idul Fitri saat takbir 7 kali adalah melafalkan takbir, Allahu Akbar.
Di sela-sela takbir tersebut, umat Islam dianjurkan membaca dzikir tertentu. Bacaan ini berisi pujian kepada Allah yang meliputi tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
Berikut bacaan yang dianjurkan dibaca di antara takbir pada rakaat pertama:
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Arab Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.
Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Namun, Bunda tidak perlu khawatir jika belum hafal bacaan tersebut. Sebab membaca dzikir ini hukumnya sunnah, sehingga tidak membatalkan salat Ied apabila tidak dibaca, meskipun tetap dianjurkan untuk diamalkan agar ibadah semakin sempurna.
Bacaan takbir 5 kali rakaat kedua salat Idul Fitri
Bunda, pada rakaat kedua salat Ied, jumlah takbir Idul Fitri yang dibaca memang berbeda dengan rakaat pertama. Jika pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir, maka pada rakaat kedua jamaah melafalkan lima kali takbir sebagai bagian dari rangkaian ibadah salat Ied.
Meski jumlah takbirnya berbeda, bacaan yang dianjurkan di sela-sela takbir tetap sama seperti pada rakaat pertama. Bacaan dzikir ini berisi pujian dan pengagungan kepada Allah SWT.
Berikut bacaan yang disunahkan dibaca di antara takbir pada rakaat kedua:
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Arab Latin: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Dia, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Niat salat Idul Fitri
Bunda, sebelum melaksanakan salat Ied, umat Islam dianjurkan terlebih dahulu membaca niat sebagai penegasan tujuan ibadah yang dilakukan. Setelah malam takbiran Idul Fitri yang dipenuhi lantunan takbir Idul Fitri, salat Ied menjadi ibadah sunnah yang dikerjakan pada pagi hari sebagai penutup rangkaian perayaan hari raya.
Niat salat Idul Fitri dibaca dalam hati sebelum memulai salat dua rakaat. Berikut bacaan niat salat Idul Fitri yang dapat dilafalkan ketika menjadi imam maupun makmum.
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat melaksanakan salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”
Tata cara salat Idul Fitri beserta bacaan di antara takbir
Bunda, setelah malam takbiran Idul Fitri, umat Islam akan melaksanakan salat Ied pada pagi hari. Agar ibadah berjalan sesuai tuntunan, penting juga memahami urutan pelaksanaan salat sekaligus bacaan yang dianjurkan di sela-sela takbir Idul Fitri.
Berikut tata cara salat Idul Fitri beserta bacaan di antara takbir yang bisa Bunda pahami:
1. Membaca niat salat Idul Fitri
Salat Ied diawali dengan niat melaksanakan salat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah SWT, baik sebagai imam maupun makmum. Melafalkan niat hukumnya sunnah, sementara niat dalam hati tetap menjadi syarat utama.
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Usholli sunnatan li ‘iidil fitri rak‘ataini (imaaman/makmuman) lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta’ala.”
2. Salat dimulai tanpa adzan dan iqamah
Berbeda dengan salat wajib, pelaksanaan salat Idul Fitri tidak didahului adzan maupun iqamah. Biasanya hanya diserukan kalimat ash-shalaatul jami’ah sebagai ajakan untuk memulai salat berjamaah.
3. Takbiratul ihram
Imam dan jamaah memulai salat dengan takbiratul ihram sebagaimana salat pada umumnya.
4. Membaca doa iftitah
Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah sebelum memasuki rangkaian takbir Idul Fitri pada rakaat pertama.
5. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama
Pada rakaat pertama, jamaah melafalkan takbir Idul Fitri sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir dianjurkan membaca tasbih berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
6. Membaca Surah Al-Fatihah
Setelah rangkaian takbir selesai, imam membaca Surah Al-Fatihah.
7. Membaca surah Al-Qur’an
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama.
8. Rukuk
9. I’tidal
10. Sujud
11. Duduk di antara dua sujud
12. Sujud kedua
13. Berdiri untuk rakaat kedua
14. Takbir lima kali pada rakaat kedua
Setelah berdiri pada rakaat kedua, imam dan jamaah kembali membaca takbir Idul Fitri sebanyak lima kali. Di sela-sela setiap takbir, dianjurkan membaca tasbih yang sama seperti pada rakaat pertama.
15. Membaca Surah Al-Fatihah
16. Membaca surah Al-Qur’an
Pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah setelah Al-Fatihah.
17. Rukuk
18. I’tidal
19. Sujud
20. Duduk di antara dua sujud
21. Sujud kedua
22. Duduk tasyahud akhir
23. Salam
24. Mendengarkan khutbah Idul Fitri
Setelah salat selesai, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri sebelum pulang, sebagai bagian dari rangkaian ibadah di hari raya setelah malam takbiran Idul Fitri.
Bunda, itulah rangkaian penjelasan mengenai takbiran Idul Fitri lengkap mulai dari teks Arab, Latin, hingga artinya yang bisa Bunda pahami sebelum hari raya tiba. Dengan mengetahui takbir Idul Fitri beserta maknanya, momen menyambut Lebaran dapat terasa lebih khusyuk dan penuh makna bersama keluarga.
Semoga informasi di atas membantu Bunda yang sering bertanya takbir salat Idul Fitri berapa kali dalam setiap rakaat. Bunda juga dapat mempelajari bacaan salat Idul Fitri saat takbir 7 kali dan 5 kali agar pelaksanaan salat Idul Fitri berjalan sesuai tuntunan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)