Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Awas, Ini 10 Bau di Rumah yang Bisa Jadi Tanda Bahaya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 24 Mar 2026 12:30 WIB

Ilustrasi bau
Ilustrasi bau di rumah yang bisa jadi tanda bahaya / Foto: Getty Images/PonyWang
Daftar Isi
Jakarta -

Aroma di dalam rumah sering dianggap sebagai penentu kenyamanan sekaligus ketenangan bagi penghuninya. Dalam hal ini, ada beberapa bau yang sebaiknya Bunda waspadai karena bisa menjadi tanda bahaya.

Meski sebagian bau tidak sedap bisa berasal dari hal sepele seperti sampah yang belum dibuang atau kotoran hewan peliharaan, penting untuk mengetahui perbedaannya dengan bau berbahaya yang bisa menjadi indikator masalah yang jauh lebih serius.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, bau-bauan semacam ini bisa menyebabkan risiko kesehatan, perbaikan yang mahal, dan kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Bau di rumah yang bisa jadi tanda bahaya

Untuk mencegah hal yang tak dinginkan terjadi di rumah, berikut beberapa bau yang sebaiknya diwaspadai:

1. Bau telur busuk

Dilansir dari laman Homes & Garden, manajer operasional di Super Cleaning Service Louisville, Elizabeth Shields, mengatakan jika mencium bau telur busuk, itu mungkin berarti ada kebocoran gas.

Bunda harus segera memeriksa peralatan gas, seperti kompor atau pemanas air, dan periksa kebocorannya.

Biasanya akan terlihat api kuning atau jelaga di sekitar kompor sebagai tanda yang jelas. Jika mencurigai adanya kebocoran, segera keluar dan hubungi petugas keamanan. Hindari menyalakan korek api atau membalik sakelar. Kebocoran gas merupakan bahaya langsung berupa ledakan atau keracunan karbon dioksida.

2. Bau terbakar

Bau terbakar dapat mengindikasi masalah yang akan cepat menjadi tidak terkendali. Mengabaikan hal ini adalah salah satu risiko kebakaran yang paling umum di rumah.

Jika mencium bau terbakar, terutama bau plastik terbakar atau komponen listrik terbakar, segera matikan aliran listrik utama dan hubungi teknisi. Bau ini mungkin merupakan indikator kabel yang rusak atau peralatan yang terlalu panas.

3. Bau apak

Dilansir dari laman Reader’s Digest, bau apak adalah salah satu tanda paling umum pertumbuhan jamur atau lumut di rumah. Biasanya itu berarti ada kelembapan di tempat yang seharusnya tidak ada.

Ini bisa berarti pipa bocor, ventilasi buruk, atau kerusakan pada selubung bangunan yang memungkinkan kelembapan masuk. Periksa area seperti ruang bawah tanah, kamar mandi, atau di belakang furnitur.

Jika melihat ada jamur, gunakan semprotan pembasmi jamur atau larutan cuka untuk membersihkannya.

4. Bau limbah

Ada beberapa alasan berbeda mengapa rumah mungkin mengalami bau limbah yang tidak sedap di dalam atau luar rumah.

Ini bisa terjadi ketika sistem septik kelebihan beban, area resapan tersumbat, tangki penuh, pipa ventilasi tersumbat, atau sejumlah masalah lain.

Waspadai suara gemericik di saluran pembuangan, aliran air yang lambat, dan tanda-tanda luapan air limbah yang terlihat. Periksa penyumbatan di saluran pembuangan atau hubungi tukang ledeng untuk memeriksa saluran pembuangan.

5. Bau busuk

Jika mencium bau busuk, kemungkinan besar ada bangkai hewan di bawah rumah atau di dalam dinding.

Ini bisa terjadi dengan berbagai cara. Tikus bisa masuk, membuat sarang, dan kemudian mati di dalamnya tanpa Bunda sadari.

6. Bau minyak tengik

Ada dua alasan utama mengapa Bunda mencium bau minyak aneh di rumah. Namun, keduanya juga tetap perlu diatasi.

Bau berminyak atau seperti bawang putih terkadang bisa menandakan masalah pada sistem pemanas, terutama jika memiliki tungku minyak. Ini bisa menunjukkan adanya retakan atau kebocoran pada penukar panas tungku minyak, atau minyak yang menetes dari komponen tungku.

Alasan lainnya mungkin karena lemari dapur perlu dibersihkan. Bunda perlu memeriksa minyak atau lemak masak lama yang sudah basi. Buang barang-barang tersebut dan bersihkan wadahnya.

Hindari menggunakan kembali minyak tersebut karena bisa menyebabkan keracunan makanan. Membiarkannya begitu saja juga bisa menimbulkan hama dan bau tidak sedap di dapur.

7. Bau kimia yang manis

Jika mencium bau kimia yang kuat, sedikit mirip aseton atau tiner cat, di rumah dan Bunda tidak menggunakan produk apa pun dengan bau tersebut, itu bisa berarti kebocoran refrigeran dari AC atau sistem HVAC.

Namun, bau kimia juga bisa menjadi tanda ada produk pembersih atau pelarut yang bocor di suatu tempat.

Periksa tempat Bunda menyimpannya, mungkin di bawah wastafel di dapur atau kamar mandi, dan mungkin di garasi jika menyimpan stok persediaan di sana.

Perhatikan cairan yang tumpah atau wadah rusak. Jika ada, buka sedikit jendela, periksa apakah produk tersebut masih bisa digunakan, dan pindahkan ke dalam botol baru. Jika tidak, buanglah dengan benar.

8. Bau amis

Bau amis dari rumah juga bisa disebabkan oleh alat elektronik yang mengalami panas berlebih. Jika menyengat, mungkin ada alat tersebut yang meleleh. Jika mengabaikan terlalu lama, hal itu dapat menyebabkan kebakaran.

Jika memang berasal dari alat elektronik, Bunda sebaiknya langsung menghubungi ahli perbaikan, yang akan menentukan apakah alat tersebut dapat diperbaiki atau perlu diganti.

9. Bau cat ‘segar’

Jika sedang memperbarui tampilan dinding rumah, waspadai bau cat ‘segar’, yang mengandung volatile organic compounds (VOC).

Sebab, senyawa tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan mulai dari iritasi tenggorokan dan sakit kepala hingga kerusakan sistem saraf pusat dan kanker.

Sebagai penggantinya, Bunda disarankan memilih cat rendah atau tanpa VOC dan buka ventilasi selama dan setelah pengecetan.

10. Bau kotoran hewan

Beberapa hewan menggunakan balok atau atap rumah sebagai kamar mandi, yang sangat berbahaya terutama dengan rakun, karena kotorannya dapat mengandung telur cacing gelang yang berisiko bagi manusia.

Jika menemukan kotoran di loteng, sebaiknya segera bersihkan menggunakan perlengkapan yang aman.

Nah, itulah beberapa bau yang sebaiknya segera diperiksa karena bisa menjadi tanda bahaya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda