Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Ciri Perempuan yang Pernah Melewati Ujian Hidup Berat

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Kamis, 19 Mar 2026 10:15 WIB

A businesswoman in a suit gazing into the distance with a group of buildings in the background
Ilustrasi ciri perempuan yang pernah melewati ujian hidup berat / Foto: Getty Images/west
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang tentu pernah menghadapi masa sulit, tetapi cara menyikapi serta memproses pengalaman tersebut bisa sangat berbeda. Dalam hal ini, ada beberapa ciri perempuan yang pernah melewati ujian hidup berat yang mungkin dapat Bunda kenali.

Perjalanan hidup yang penuh tantangan membentuk pribadi yang lebih tangguh, penuh empati, dan memiliki sudut pandang yang matang.

Namun, di balik kekuatan itu, pengalaman pahit juga dapat meninggalkan jejak emosional yang memengaruhi cara mereka dalam membangun hubungan, menaruh kepercayaan, hingga merespons berbagai situasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lantas, apa saja ciri-ciri perempuan yang pernah melewati ujian hidup cukup berat? Simak selengkapnya berikut ini.

11 Ciri perempuan yang pernah melewati ujian hidup berat

Dilansir dari laman Your Tango, terdapat beberapa tanda yang kerap muncul pada sosok dengan latar belakang tersebut. Berikut di antaranya:

1. Menunjukkan kepribadian berbeda di situasi tertentu

Menurut para ahli dari McLean Hospital, sebagian orang yang pernah mengalami trauma mungkin bisa mengembangkan mekanisme pertahanan berupa perubahan sikap atau kepribadian di lingkungan yang berbeda.

Perilaku ini sering terjadi secara tidak sadar sebagai cara untuk melindungi diri dari emosi yang terasa terlalu berat atau menegangkan.

2. Lebih dewasa dari usianya

Perempuan yang telah melewati banyak ujian dalam kehidupan mungkin juga terlihat lebih dewasa dari umurnya.Mereka terbiasa menghadapi konflik, mengambil tanggung jawab, dan mengelola situasi yang rumit.

Menurut licensed professional counselor Jessica MacNair, kondisi ini tidak selalu berarti benar-benar lebih matang. Anak-anak yang mengalami trauma sering dipaksa menjadi ‘dewasa’ lebih cepat karena harus mengatasi masalah yang seharusnya ditangani oleh orang tua.

3. Reaksinya terkadang berlebihan

Menurut psikoterapis Ilene Strauss Cohen, sebagian orang yang bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil sebenarnya memiliki pemicu emosional dari pengalaman masa lalu.Pemicu tersebut bisa berasal dari trauma masa kecil, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, atau pengalaman tertentu yang meninggalkan luka.

Menariknya, mereka justru bisa tetap tenang saat menghadapi situasi yang sangat menegangkan.

4. Menemukan kebahagiaan dari hal kecil

Usai melewati masa sulit, banyak perempuan belajar bahwa menghargai hal-hal sederhana dalam hidup sangat berarti.

Perhatian kecil dari pasangan, pesan singkat dari teman, atau momen kebersamaan sederhana bisa terasa sangat berharga. Hal-hal kecil ini sering menjadi sumber harapan dan pengingat bahwa kehidupan tetap memiliki sisi positif.

5. Tidak tertarik memperluas lingkaran pertemanan

Mereka biasanya lebih selektif dalam membangun hubungan sosial. Mereka cenderung merasa nyaman berada di lingkungan kecil yang benar-benar dipercaya.

6. Terlalu setiap pada hubungan yang tidak sehat

Beberapa perempuan yang punya trauma mungkin juga bisa menunjukkan loyalitas yang sangat kuat dalam hubungan. Mereka berusaha mempertahankan hubungan yang ada, meski menghadapi perilaku tidak sehat.

Penelitian tentang trauma tahun 1989 menunjukkan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan tanpa sadar mencari pola hubungan yang mirip dengan pengalaman emosional masa lalu.

7. Peka terhadap bahasa tubuh dan energi orang lain

Menurut para ahli dari Bay Area CBT Center, salah satu respons trauma yang cukup umum adalah perilaku fawning, yaitu berusaha menyenangkan orang lain untuk menghindari konflik.

Hal ini membuat seseorang menjadi sangat peka terhadap perubahan nada suara, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh orang lain. Akibatnya, mereka sering dianggap sangat pandai membaca orang.

8. Punya empati yang tinggi dan mudah memahami perasaan orang lain

Menariknya, mereka justru memiliki empati yang tinggi. Selain itu, orang yang pernah melewati banyak ujian juga mampu memahami bagaimana rasanya tidak didengar, diabaikan, atau merasa sendirian.

Karena itu, mereka berusaha memberikan perhatian dan dukungan kepada orang lain. Para ahli dari Harvard Health menjelaskan bahwa sikap penuh empati dan kebaikan dapat memunculkan emosi positif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

9. Siap menghadapi kemungkinan terburuk

Psikoterapis Sharon Martin mengatakan kecenderungan membayangkan skenario terburuk sebagai catastrophizing. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang punya trauma atau gangguan kecemasan.

Hal ini menyebabkan mereka cenderung selalu waspada dan berada dalam kondisi ‘siaga’ seolah-olah sesuatu yang buruk bisa terjadi kapan saja.

10. Sulit meminta atau menerima bantuan

Para ahli dari Grouport Therapy menjelaskan bahwa banyak penyintas trauma mengembangkan pola pikir serba mandiri. Mereka merasa lebih nyaman jika tidak bergantung pada orang lain.

Pengalaman masa lalu seperti ditinggalkan, dikecewakan, atau tidak dipenuhi kebutuhannya membuat mereka memilih melakukan semuanya sendiri agar tidak merasa kembali kecewa.

11. Tidak mudah percaya pada orang lain

Masalah kepercayaan juga sering muncul pada perempuan yang telah melewati banyak ujian dalam hidupnya.

Mental health coach Darius Cikanavicius mengatakan trauma masa kecil dapat membuat seseorang merasa bahwa tidak ada yang benar-benar akan melindungi atau menolongnya.

Nah, itulah beberapa ciri perempuan yang telah melewati banyak ujian dalam hidupnya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/asa)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda