HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 30 Mar 2026 07:20 WIB
Ilustrasi 5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia/Foto: Getty Images/marchmeena29
Jakarta -

Tahukah Bunda? Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa mengikis kesehatan otak dan meningkatkan risiko demensia.

Demensia adalah penyakit gaya hidup yang menghancurkan rasa keutuhan dan kesinambungan diri. Tanpa disadari, demensia berkembang perlahan selama bertahun-tahun sebelum seseorang mengalami gejalanya.

Dilansir dari laman Your Tango, berbeda dengan penurunan penyakit kardiovaskular dan kanker, demensia meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2016, dan diprediksi akan meningkat tiga kali lipat pada 2050.


Selain itu, begitu didiagnosis menderita demensia, sudah terlambat karena tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasinya.

Lantaran demensia berkembang dari kebiasaan-kebiasaan sepele, mempelajari gaya hidup yang baik untuk kesehatan sangat penting dilakukan sejak dini.

5 Kebiasaan yang bisa merusak ingatan dan memicu demensia

Untuk membantu Bunda, berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan risiko demensia:

1. Terkena paparan kabut asap dan polusi udara

Paparan kabut asap dan polusi udara kemungkinan merupakan faktor risiko demensia yang paling sulit dikendalikan.

Tidak ada ambang batas aman dalam hal menghirup udara yang tercemar, dan terlepas dari usia, polusi udara berdampak buruk pada otak.

Paparan kronis terhadap polusi udara dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan perkembangan demensia pada orang dewasa dan penumpukan protein yang terkait dengan penyakit Alzheimer di otak anak-anak dan bayi sejak usia 11 bulan.

Mengurangi paparan polusi tersebut dapat menurunkan risiko demensia secara keseluruhan. Misalnya, Bunda dapat tinggal di lokasi dengan tingkat polusi udara rendah, rumah berjarak lebih dari 50 meter dari jalan raya utama, dan kenakan masker saat kualitas udara buruk.

2. Isolasi dan kesepian

Kesepian juga dapat merusak daya ingat Bunda. Meskipun belum jelas bagaimana kesepian bisa merusak otak, kerusakan pada diri sendiri sangat nyata.

Kesepian menyumbat darah cinta, menghentikan aliran vital komitmen dan kepedulian antara diri sendiri dan orang lain. Untuk menghindari isolasi, Bunda cukup menyapa “hai”, meskipun hanya dengan senyuman dan pandangan mata.

Pikirkan baik-baik dan cari kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain. Bahkan, interaksi positif jangka pendek dengan kasir di kedai kopi, orang asing di jalan, rekan kerja, atau bahkan pasangan, juga dapat dilakukan untuk mencegah demensia.

3. Makan makanan olahan tinggi

Demensia dikaitkan dengan konsumsi makanan olahan tinggi yang bersifat pro-inflamasi. Lingkungan makanan Bunda secara psikologis menumbuhkan ‘makan tanpa sadar’ yang didukung oleh teknologi memproses makanan untuk merangsang pusat kenikmatan otak secara maksimal.

Akibatnya, lingkungan makanan Bunda sering kali membuat diri menjadi tidak peka dan acuh tak acuh terhadap kesatuannya dengan tubuh dan otak.

Untuk mengatasinya, kembangkan pendekatan yang penuh kesadaran terhadap makan. Ketahui jam berapa dan apa yang akan Bunda makan. Sadari bagaimana makanan yang Bunda makan dapat memengaruhi perasaan, dan makan dengan nyaman.

4. Kurang tidur

Gangguan tidur di usia paruh baya bisa meningkatkan risiko demensia di kemudian hari. Bagi orang di atas 60 tahun, menjaga pola tidur normal menjadi sangat sulit dan dapat berdampak negatif pada daya ingat.

Berikut beberapa rekomendasi tidur sehat yang ditetapkan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute:

  • Tetapkan jadwal tidur yang teratur, termasuk di akhir pekan
  • Hindari berolahraga 2-3 jam sebelum tidur
  • Hindari stimulan seperti minuman dan makanan berkafein, serta nikotin
  • Jangan minum minuman beralkohol sebelum tidur, atau terlalu banyak cairan
  • Hindari makan besar di larut malam
  • Jika memungkinkan, hindari mengonsumsi obat-obatan yang menunda atau mengganggu tidur
  • Jangan tidur siang setelah jam 3 sore

5. Gaya hidup kurang aktif

Kekuatan utama olahraga bermula dari tuntutan yang diberikannya pada diri sendiri, tubuh, dan otak untuk bersatu dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan.

Oleh karena itu, kebugaran kardiovaskular dan otot berhubungan dengan otak. Untuk mengembangkan gaya hidup yang lebih aktif dan sehat, cobalah untuk olahraga secara rutin sesuai dengan anjuran dokter Bunda.

Nah, itulah beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa merusak ingatan dan memicu demensia. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Daya Ingat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Kebiasaan yang Tidak Disadari Bisa Merusak Ingatan, Bisa Memicu Demensia

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

83 Nama Bayi Heroik dari Tokoh Dunia, Penuh Makna Kuat dan Inspiratif

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK