moms-life
ART Tidak Kembali Bekerja Setelah Libur Lebaran? Ini yang Bisa Bunda Lakukan
HaiBunda
Kamis, 02 Apr 2026 11:15 WIB
Daftar Isi
Bagi Bunda yang terbiasa dibantu oleh Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah, pasti lega saat libur Lebaran datang. Tapi terkadang, keceriaan itu berubah menjadi panik ketika ART tak kembali seperti yang dijanjikan.
Fenomena ini kerap terjadi setiap musim libur panjang, mulai dari Idul Fitri hingga Tahun Baru. Banyak ART yang awalnya minta izin untuk mudik, tapi setelah liburan, ada yang memilih berhenti atau tidak kembali tanpa kabar.
Situasi ini tentu bikin kita khawatir, apalagi kalau Bunda sudah mengandalkan bantuan mereka untuk mengurus rumah. Tidak jarang Bunda harus buru-buru mencari pengganti supaya kegiatan harian tetap berjalan lancar.
Cerita Bunda saat ART pergi mudik dan tidak kembali setelah Lebaran
Fenomena ART yang tidak kembali setelah mudik Lebaran memang banyak terjadi di sekitar kita. Pengalaman ini pun turut dialami oleh seorang Bunda bernama Hani  yang merasa cukup kewalahan menghadapi situasi tersebut.
Bunda satu anak ini bercerita bahwa ART yang sempat bekerja dengannya itu tiba-tiba ingin berhenti bekerja lantaran ingin bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
"Pernah ART-nya tidak kembali karena ingin bekerja ke luar negeri sebagai TKW, padahal sudah kerja 2 tahun lebih sama kita," kata Hani saat diwawancarai oleh HaiBunda, baru-baru ini.
Mendengar kabar itu, perasaannya pun campur aduk. Bagi seorang ibu yang bekerja, memiliki asisten yang bisa diandalkan adalah sebuah anugerah karena menyangkut kenyamanan anak tentunya.
"Buatku sih rasanya lemas, sedih dan bingung. Kesannya agak lebay tapi buat ibu pekerja kaya aku tuh punya ART yang bagus dan bisa dipercaya itu sebuah rezeki, karena taruhannya anak kita yang dijaga oleh si ART tersebut. Kalau ART-nya bagus tuh aku juga jadi senang dan loyal pasti sama beliau," ujarnya.
Proses mencari pengganti pun ternyata tak kalah menguras emosi bagi Hani. Ia bercerita bahwa banyak drama ketika harus menunggu kedatangan ART baru.
"Rasanya was-was banget memilih ART yang tepat, apalagi ada dramanya sendiri, tiba-tiba enggak jadi datang, atau sudah bayar travel tapi ujung-ujungnya enggak jadi datang. Itu benar-benar menguras energi banget sih," tutur Hani.
Hani dan suami pun akhirnya harus bahu-membahu mengerjakan semua pekerjaan rumah. Mereka berbagi tanggung jawab tanpa membedakan peran istri atau suami.
"Aku sama suami harus saling membantu, harus paham enggak ada bagian istri atau suami, kita sama-sama sadar diri untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Pembagian pasti tidak ada di aku, tapi kami saling bantu aja dan sadar, misalnya aku lagi beresin apa nanti suamiku beresin yang mana atau menemani anak," ungkapnya.
Hani kemudian berbagi prinsipnya dalam mempekerjakan orang lain, yaitu ia selalu mengedepankan sisi kemanusiaan dan rasa saling menghargai, Bunda.
"Perlakukan mereka selayaknya manusia saja sih kalau aku. Selama ini sebenarnya untuk mendapatkan ART aku enggak banyak drama, baru tahun ini alhamdulillah dramanya banyak," jelasnya.
Lebih lanjut, Hani menambahkan bahwa ia selalu menyediakan fasilitas untuk ART yang bekerja di rumahnya. Hak mereka, termasuk gaji dan THR, pun selalu ia bayarkan tepat waktu.
"Tapi, aku berusaha jika memang dia kerjanya benar, aku juga akan loyal ke mereka. Aku memberikan mereka kebebasan memilih menu makanan sendiri ketika kami makan di luar, makanan rumah pun tidak kami bedakan, peralatan kebutuhan diri selama dia bekerja aku berikan, dan aku tidak pernah telat atau menunda gaji dan THR sesuai porsi pokoknya," pungkas Hani.
Penyebab ART tidak kembali setelah mudik Lebaran
Ilustrasi ART/ Foto: Getty Images/Phimwilai Kitsuriya |
Banyak alasan yang diungkapkan oleh ART ketika memutuskan untuk resign. Penyebab mereka enggan kembali usai mudik Lebaran tidak bisa dijelaskan dengan jawaban singkat, karena ada beberapa faktor yang saling terkait dalam fenomena ini.
Sosiolog dari Universitas Nasional (Unas), Nia Elvina, menilai akar permasalahannya sering berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Banyak ibu rumah tangga di desa memilih bekerja sebagai ART di kota untuk menambah penghasilan keluarga.
"Di pedesaan lapangan pekerjaan kurang tersedia, sehingga peluang menjadi ART, menurut masyarakat kelas bawah ini menjadi satu-satunya pilihan mereka. Nah momen Lebaran, menjadi momen para istri atau ibu-ibu ini tadi untuk kembali berusaha memberikan kasih sayang dan mendidik putra-putri mereka," ungkap Nia saat dihubungi HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Saat mereka akhirnya menemukan pekerjaan di kampung halaman, banyak yang lebih memilih bertahan di desa agar bisa dekat dengan keluarga, daripada harus kembali merantau ke kota.
"Masyarakat perdesaan ini (ART), mempunyai pandangan bahwa kalau misalnya tersedia lapangan pekerjaan di perdesaan mereka lebih mengutamakan untuk bekerja di desa," kata Nia.
Berkaitan dengan ini, pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, menekankan bahwa pekerjaan ART bukanlah hal yang ringan. Selain harus berjauhan dari keluarga, banyak ART yang menghadapi jam kerja panjang, bahkan hingga seharian penuh.
"Layanan yang diberikan oleh ART ini ada yang 24 jam sehari karena mereka menerima panggilan tanpa batas waktu dan ruang lingkup pekerjaan. Padahal pekerja idealnya kerja 5-6 hari dengan waktu 8 jam per hari. Tapi apa yang kita lakukan kepada ART?" tuturnya.
"Apakah setiap rumah sudah memerhatikan kesejahteraan, keamanan, kenyamanan, dan kesehatan dari ART? Apakah ada jaminan istirahat?" jelas Devie.
Pandangan sosiolog soal ART yang tak kembali usai Lebaran
Devie menyampaikan bahwa ART di Indonesia masih perlu perjuangan agar bisa mencapai kesejahteraan, Bunda. Apabila ART belum sejahtera, majikan sulit mengharapkan layanan optimal dari mereka, dan ART pun cenderung bekerja karena terpaksa, bukan dari hati.
Kasus kekerasan terhadap ART juga sering muncul di media. Devie menyebut bahwa perlakuan yang tidak adil ini membuat pekerjaan ART kadang mirip dengan praktik perbudakan modern.
"Ini sebuah persoalan besar mengingat kesejahteraan, keselamatan, kesehatan dan keamanan dari kehidupan ART banyak sekali yang sudah kita dapati lebih dari 20 tahun terakhir dari berbagai media tentang kasus-kasus yang terungkap," kata Devie.
"Artinya ada potensi kasus tidak terungkap lebih banyak, di mana baik itu dari pemilik rumah kalangan menengah ke atas ataupun menengah ke bawah, semua nyaris memiliki kesamaan dalam kasus terungkap, mereka tidak mempertimbangkan kesejahteraan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dari ART. Bahkan inilah yang dikenal dengan perbudakan modern," lanjutnya.
Tips menghadapi ART yang mendadak resign usai Lebaran
Supaya ART betah bekerja di rumah, Bunda perlu memperhatikan kesejahteraan mereka. Sama seperti karyawan lain, ART juga berhak menerima gaji dan berbagai manfaat yang layak.
"Karena semestinya sebagai ART mereka tidak hanya mendapat gaji melainkan juga perlindungan kesehatan. Namun apakah tiap rumah tangga memerhatikan layanan kesehatan seperti BPJS, baik itu ketenagakerjaan maupun kesehatan? Kita silakan bertanya pada diri masing-masing. Belum lagi persoalan gaji yang jauh dari upah minimal di setiap daerah," saran Devie.
Untuk meringankan pekerjaan ART, Bunda bisa membuat jadwal harian, mingguan, atau bulanan yang memudahkan mereka mengatur tugas domestik. Pastikan tugas sesuai kesepakatan awal, apakah hanya urusan rumah atau juga mengurus anak-anak.
Jika ART menginap, sediakan kamar yang bersih dan nyaman. Jangan menempatkan mereka di ruangan yang tidak layak dihuni.
Saat menghadapi ART yang tiba-tiba resign, tetap tenang dan pahami kondisi mereka. Diskusikan situasi ini, buat kesepakatan baru, misalnya penyesuaian gaji, jam kerja, atau fasilitas tambahan agar mereka merasa lebih nyaman.
Dengan kondisi kerja yang aman dan layak, Bunda sebagai majikan juga berhak meminta pelayanan yang profesional dari ART.
"Karena sebaliknya, kita sudah memberi hak mereka secara proporsional dan profesional juga," ujar Devie.
Demikian ulasan tentang ART tidak kembali bekerja setelah libur Lebaran, serta penjelasan dari pakar sosial.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Curhat Chelsea Olivia Geram terhadap ART-nya, Ternyata Suka Mencuri dan Mabuk
Mom's Life
Indy Barends Sedih Ditinggal ART yang Sudah Lama Bekerja, Sempat Viral Ngonten Bareng
Mom's Life
Momen Kedekatan Indy Barends dengan ART, Sudah Seperti Keluarga Sendiri Bun
Mom's Life
Bunda Cari ART? Intip Gaji ART Tahun 2022 di Beberapa Daerah di Indonesia
Mom's Life
Hendak Beri Supir dan ART THR, Berapa Besarnya?
7 Foto
Mom's Life
7 Potret Terbaru Ana C Pinem Dipuji Makin Cantik, Dahulu Langganan Peran ART
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi ART/ Foto: Getty Images/Phimwilai Kitsuriya
Tak Boleh Sering, Ini Batas Aman Santan Dipanaskan Ulang
7 Resep Jus Detoks Selama 7 Hari, Demi Tubuh Sehat Usai Lebaran
8 Minuman Penurun Kolesterol usai Makan Berlebihan saat Lebaran