Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Ciri Perempuan yang Suka Traveling Sendiri Menurut Psikologi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 16 Apr 2026 22:00 WIB

Ilustrasi Perempuan Traveling Sendiri
Ilustrasi Perempuan Traveling Sendiri/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda suka traveling sendiri? Bunda tidak takut bepergian sendiri untuk mengunjungi berbagai tempat baru?

Hobi melakukan perjalanan solo ternyata bisa dikaitkan dengan karakteristik yang khas dari kepribadian seseorang lho. Orang yang suka traveling sendiri biasanya dikenal sebagai pribadi mandiri dan menikmati kebebasan.

Hobi traveling ini juga bisa bersifat eksklusif bagi seorang perempuan. Dalam cakupan yang lebih besar, kepribadian orang yang suka traveling sendiri dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang positif di kehidupan.

Ciri perempuan yang suka traveling

Melansir dari laman VegOut Magazine, berikut tujuh ciri perempuan yang suka traveling sendiri menurut psikologi:

1. Nyaman dengan ambiguitas

Perjalanan solo pada dasarnya memang kurang terdefinisi dengan jelas. Bunda dapat tiba-tiba bertindak spontan saat melakukan perjalanan sendiri.

Ketika traveling sendiri, Bunda dapat memesan penginapan dengan balkon bagus tanpa memikirkan ulasan dari pengunjung lain atau masuk ke sebuah kafe yang tidak memiliki menu berbahasa Inggris. Semua tindakan tersebut bisa diambil karena Bunda mulai merasa nyaman dengan ambiguitas.

Dalam psikologi, hal itu disebut toleransi terhadap ambiguitas atau kemampuan untuk berfungsi tanpa tekanan ketika hasilnya tidak pasti. Toleransi terhadap ambiguitas dapat menunjukkan bahwa Bunda menganggap ketidakpastian sebagai bagian dari beradaptasi dengan lingkungan baru.

2. Suka melakukan sesuatu tanpa jadwal atau rencana

Saat bepergian bersama orang lain, kita akan mengikuti jadwal atau rencana yang sudah dibuat bersama. Namun, saat bepergian sendiri, kita akan melakukan sesuatu tanpa jadwal atau hanya sesuai dengan energi yang kita miliki.

Hal tersebut sejalan dengan teori penentuan diri yang menyatakan bahwa kita akan berkembang ketika kebutuhan kita akan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan terpenuhi. Merancang perjalanan berdasarkan apa yang benar-benar memberi kita energi akan menjaga motivasi tetap intrinsik dan membuat perjalanan tetap menyenangkan.

3. Efikasi diri yang baik

Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk melakukan sesuatu yang diperlukan. Perempuan yang suka traveling sendiri biasanya memiliki efikasi diri yang baik, Bunda.

Saat bepergian sendiri, kita mampu untuk melakukan tugas-tugas kecil sehingga rasa percaya diri dapat muncul. Seseorang dengan efikasi diri yang baik juga mampu melihat kesulitan sebagai tantangan bukan ancaman.

4. Fleksibilitas psikologis

Perjalanan solo sering berubah menjadi perjalanan yang tidak menentu. Misalnya, jadwal kereta dibatalkan atau jalanan yang dilalui untuk traveling berubah tidak sesuai rencana.

Seseorang yang suka bepergian sendiri biasanya tidak akan gusar saat dihadapkan dengan situasi yang berubah tersebut. Mereka memiliki fleksibilitas psikologis atau kemampuan untuk beradaptasi secara efektif sambil tetap berpegang pada nilai-nilai. Orang dengan fleksibilitas psikologis jarang terjerumus ke dalam hal yang negatif.

Sebuah ulasan di jurnal Clinical Psychology Review tahun 2010 berpendapat bahwa fleksibilitas adalah unsur mendasar dari kesehatan mental. Fleksibilitas juga merupakan inti dari model perubahan dalam Terapi Penerimaan dan Komitmen (Acceptance and Commitment Therapy).

5. Memiliki rasa ingin tahu yang tenang

Perempuan yang suka traveling sendiri biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan suatu hal. Tapi karena mereka terbiasa dengan diri sendiri, maka rasa ingin tahun yang muncul ini bersifat tenang.

Rasa ingin tahu yang tenang dapat mendorong seseorang dalam menjelajahi hal-hal baru dengan menikmati momen tersebut. Ketika ketertarikan itu tentang orang lain, rasa ingin tahu dapat mendukung koneksi sosial dalam interaksi sehari-hari.

6. Memiliki sikap asertif

Bersikap asertif adalah salah satu dari ciri perempuan yang suka traveling sendiri. Mereka suka berkomunikasi secara jujur dan tegas saat bertemu dengan orang baru.

Sikap asertif dapat menyatakan kebutuhan seseorang secara langsung sambil tetap menghormati orang lain. Sikap ini berkaitan dengan komunikasi yang lebih sehat dan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan sikap pasif atau agresif.

7. Suka dengan kesendirian yang positif

Banyak orang suka traveling sendiri karena ingin menikmati kesendirian. Perlu dicatat, kesendirian bukanlah hukuman. Jika dipilih dengan baik, kesendirian bisa menjadi pengisi energi.

Penelitian menunjukkan bahwa kesendirian yang otonom dan dipilih sendiri dapat mengatur emosi. Pada tingkatan yang lebih lanjut, kesendirian yang positif bahkan bisa mendukung kesejahteraan seseorang.

Demikian tujuh ciri perempuan yang suka traveling sendiri. Apa Bunda memiliki salah satu ciri di atas dan ternyata suka perjalanan solo?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda