HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Tipe Kepribadian Orang yang Mudah Jatuh Cinta, Benarkah Cepat Move On?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 29 Apr 2026 15:40 WIB
Ilustrasi Perempuan Jatuh Cinta/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn
Jakarta -

Mudah jatuh cinta bukanlah sesuatu hal yang tak wajar. Seseorang dapat mudah jatuh cinta bila merasa sudah bertemu dengan orang yang tepat baginya.

Tapi, kecenderungan untuk mudah jatuh cinta bisa menjadi masalah bila didasari dengan perilaku berisiko. Dalam ilmu psikologi, seseorang yang mudah dan cepat jatuh cinta dikenal sebagai emofilia.

Penyebab pasti emofilia masih belum diketahui dengan jelas. Tetapi, individu dengan tingkat emofilia tinggi sering kali mengabaikan tanda-tanda peringatan selama proses mengenal orang yang mereka suka.


"Emofilia kemungkinan terkait dengan sifat kepribadian seperti pengambilan risiko dan impulsivitas, serta kecenderungan kognitif seperti bias perhatian dan distorsi memori," kata pakar Arash Emamzadeh, dikutip dari Psychology Today.

"Emofilia berbeda dari anxious attachment, sociosexuality, dan menjadi seorang hopeless romantic. Emofilia tingkat tinggi dikaitkan dengan perilaku berisiko," sambungnya.

Emofilia mungkin tampak tidak berbahaya. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa berdampak negatif pada hidup seseorang, Bunda.

Perlu diketahui, emofilia bukanlah patologi atau kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis. Tapi pada kondisi serius, emofilia dapat mengakibatkan perilaku berisiko, disregulasi emosional, dan hubungan yang bergejolak.

Ciri kepribadian orang yang mudah jatuh cinta

Ada beberapa ciri atau karakteristik orang yang mudah jatuh cinta atau emofilia. Simak penjelasannya berikut ini!

1. Sering menganggap setiap orang baru sebagai 'orang yang tepat'

Melansir dari Very Well Mind, orang dengan emofilia sering merasakan sensasi jatuh cinta tanpa meluangkan waktu untuk mengenal orang lain. Mereka mungkin berulang kali menganggap setiap orang baru sebagai 'orang yang tepat', Bunda.

Pakar Dr. Patrice Le Goy menjelaskan bahwa salah satu tanda emofilia adalah jatuh cinta dengan cepat dan menganggap dirinya layak untuk dicintai. Seseorang yang mudah jatuh cinta mungkin akan mengembangkan perasaan yang kuat sebelum benar-benar memahami karakter orang tersebut dan siapa mereka sebenarnya.

"Salah satu tanda bahwa seseorang mungkin mengalami emofilia adalah ia cepat jatuh cinta dan langsung terikat secara emosional dalam hubungan sebelum orang lain membuktikan dirinya layak untuk mendapatkan kasih sayang dari kita," ujar Le Goy.

2. Cenderung melakukan perilaku berisiko dalam hubungan

Seseorang dengan emofilia mungkin mendapati diri mereka berada dalam situasi hubungan yang sulit untuk diakhiri, karena mereka terlalu cepat terlibat. Mereka juga cenderung terlibat dalam perilaku berisiko dalam sebuah hubungan.

3. Cenderung terburu-buru dalam menjalin hubungan

Mereka yang memiliki tingkat emofilia tinggi ingin merasakan sensasi jatuh cinta, yang dianggap sebuah pengalaman yang menyenangkan, mengasyikkan, dan memuaskan. Mereka biasanya menggunakan hubungan romantis untuk mengisi kekosongan agar tidak kesepian.

Kondisi tersebut membuat orang yang cepat jatuh cinta cenderung terburu-buru dalam menjalin hubungan. Setiap kali mereka 'jatuh cinta', itu juga terasa memvalidasi perasaan mereka.

4. Pribadi yang sangat romantis

Orang yang mudah jatuh cinta biasanya adalah pribadi yang sangat romantis. Dilansir laman Marriage, mereka mungkin mendambakan cinta dan bermimpi tentang hubungan, sehingga menjadi pribadi yang romantis ketika merasa bertemu dengan 'orang yang tepat'.

Namun meski dikenal sebagai pribadi yang romantis, mereka yang cepat jatuh cinta juga gampang merasa hancur ketika keadaan tidak berjalan seperti yang diharapkan.

5. Cepat move on setelah putus cinta

Orang yang mudah jatuh cinta juga sering memiliki hubungan jangka pendek. Mereka adalah orang yang cepat move on meski telah mengalami masa berat saat putus cinta.

Bagi orang-orang yang memiliki emophilia, pola tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Hal itu dapat dibentuk oleh perpaduan kepribadian, biologi, dan cara berpikir dalam memproses pengalaman emosional.

Melepaskan diri dari emofilia mungkin tidak mudah bagi kebanyakan orang. Tapi, bukan berarti tidak bisa dilakukan ya, Bunda.

Emofilia dapat diatasi dengan membangun koneksi sebelum berkomitmen, mengelola emosi, dan mencari bantuan profesional untuk menggali akar permasalahan dan penyebabnya.

Demikian ciri kepribadian orang yang mudah jatuh cinta serta cara mengatasi bila kondisinya sudah dianggap berbahaya bagi hubungan dan kehidupan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tanpa Pamer, Ini 7 Ciri Perempuan Berkelas yang Terlihat Elegan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Chelsea Islan dan Suami Gelar Gender Reveal, Spill Jenis Kelamin Anak Pertama!

Kehamilan Annisa Karnesyia

Duka KRL Bekasi: 16 Perempuan Berpulang, Puluhan Masih Berjuang

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

5 Resep Pesmol Ikan Nila, Kembung, hingga Tenggiri untuk Menu Makanan Keluarga

Mom's Life Amira Salsabila

Penganiayaan Anak di Daycare Aceh Terungkap, Satu Pengasuh Sudah Diamankan

Parenting Annisa Karnesyia

MPASI Bayi 6 Bulan: Ketahui Porsi, Jadwal & Menu Makanannya

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sesama Perempuan, Simak Ungkapan Duka para Artis atas Kecelakaan Kereta Bekasi

Diselingkuhi? Lakukan 5 Hal Ini

5 Resep Pesmol Ikan Nila, Kembung, hingga Tenggiri untuk Menu Makanan Keluarga

MPASI Bayi 6 Bulan: Ketahui Porsi, Jadwal & Menu Makanannya

Chelsea Islan dan Suami Gelar Gender Reveal, Spill Jenis Kelamin Anak Pertama!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK