Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Jangan Ucap 11 Kalimat Ini saat Ngobrol, Bikin Kamu Kurang Dihargai & Dihormati

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 15 Apr 2026 10:50 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi Jangan Ucap 11 Kalimat Ini saat Ngobrol, Bikin Kamu Kurang Dihargai & Dihormati / Foto: Getty Images/simon2579
Daftar Isi
Jakarta -

Berpikir sebelum bertindak memang benar adanya. Dalam berkomunikasi, penting untuk memilih ucapan dengan hati-hati karena tanpa disadari ada beberapa kalimat yang mungkin bikin Bunda tidak dihargai dan dihormati orang-orang sekitar.

Mendapatkan rasa hormat tidak hanya mengarah pada pengakuan yang lebih baik, tetapi juga menciptakan peluang yang lebih baik dalam hubungan yang lebih erat. Namun, mencapai titik ini bukan hal mudah.

Orang-orang yang sangat dihormati harus menjaga kendali atas kata-kata dan tindakan mereka agar dipandang sebagai sosok yang patut dikagumi, Bunda.

11 Kalimat yang harus dihindari saat ngobrol

Untuk membantu Bunda, berikut beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari dari sebuah percakapan agar lebih dihargai lawan bicara:

1. “Itu bukan masalah saya”

Dilansir dari laman Your Tango, ungkapan ini tidak hanya kejam dan tidak membantu, tetapi juga menyebabkan orang lain tidak menghormati mereka, menganggap mereka tidak dapat diandalkan dan sangat tidak sopan.

Alih-alih mengatakan “Itu bukan masalah saya”, ketika Bunda tidak bisa membantu orang lain, lebih baik menetapkan batasan yang baik.

2. “Saya tidak punya waktu untuk ini”

Satu kalimat yang tidak pernah diucapkan oleh orang-orang yang dihormati adalah “Saya tidak punya waktu untuk ini”.

Mereka memilih kata-kata dengan hati-hati karena dapat merusak citranya di mata orang lain. Dengan menghindari ungkapan ini, mereka memastikan orang lain merasa didengar dan tindak sendirian.

3. “Seharusnya kamu lebih berhati-hati”

Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan, mulai dari kesalahan kecil di tempat kerja hingga melupakan tanggal-tanggal penting. Namun, bagaimana orang belajar dari kesalahan tersebutlah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan pertumbuhan mereka.

Orang-orang yang sangat dihormati tidak mengucapkan kalimat seperti ini karena mereka mendekati situasi dengan logika, bukan dengan menghakimi.

4. “Sudah kubilang kan”

Ketika seseorang tidak melakukan apa yang Bunda minta, dan akhirnya malah berakibat buruk, wajar jika ingin mempermalukan mereka.

Namun, orang-orang yang dihargai mungkin akan menghindari kalimat tersebut karena bisa merusak hubungan. Sebaliknya, mereka akan memberikan dukungan untuk membantu orang tersebut melewati masa-masa sulit.

5. “Ya begitulah cara kami selalu melakukan sesuatu”

Bunda, orang yang dihargai lingkungan sekitarnya sering kali memiliki pikiran yang terbuka. Mereka ingin mengetahui perspektif orang lain, penasaran dengan pendapatnya, dan mendorong perubahan.

6. “Kamu tidak akan mengerti”

“Kamu tidak akan mengerti” adalah ungkapan yang tidak pernah diucapkan orang-orang yang sangat dihormati dalam percakapan karena mereka memahami emosi orang lain.

Lantaran mereka memiliki empati yang tinggi, orang-orang di sekitar cenderung semakin bergantung padanya dan membantu mereka menemukan cara untuk terhubung kembali.

7. “Aku tidak perlu menjelaskan diriku padamu”

Jika benar-benar ingin dihargai, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperlakukan orang lain dengan adil.

Mereka memahami bahwa orang yang ingin selalu benar mungkin tidak akan menangani situasi dengan benar. Sebaliknya, mereka memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan dan berharap bahwa waktu untuk berpikir akan menenangkan semuanya.

8. “Maaf, tapi…”

Kalimat ini termasuk yang dihindari orang yang dihargai. Sebab, mereka tahu itu adalah cara palsu untuk menyampaikan komentar yang menyakitkan.

Jika ingin dihargai, lebih baik mengatakan sesuatu seperti, “Sejujurnya…” sebelum mengungkapkan perasaan dengan sopan.

Orang-orang pandai menerima kejujuran, selama itu berasal dari ketulusan. Mereka mungkin jauh lebih menyukai kejujuran yang blak-blakan daripada kesopanan yang manis.

9. “Kamu terlalu sensitif”

Orang yang merasa tidak didengar bisa menjadi lebih emosional jika lawan bicara tidak mampu mengarahkan situasi dengan baik.

Menurut penulis Psychology Today, Sophia Dembling, ungkapan “Kamu terlalu sensitif” kerap dipakai untuk membela diri setelah berkata atau berbuat tidak menyenangkan, bahkan dapat menjadi bentuk gaslightling. Jika terus didengar, seseorang bisa mulai meragukan perasaannya sendiri.

10. “Karena aku bilang begitu”

Ungkapan ini sering digunakan oleh orang-orang yang berwenang karena merasa kekuasaan mereka dipertanyakan.

Baik itu orang tua, guru, atau atasan, hal ini meremehkan suara orang lain dan membungkam pendapat mereka, membuat mereka merasa tidak berharga. Selain itu, ungkapan ini juga tidak sopan.

11. “Itu bukan tugas saya”

Ungkapan ini mungkin berkaitan dengan mengerjakan tugas tambahan, tetapi bagaimanapun, menanggapi dengan cara ini tidak menghasilkan apa pun dan malah memperburuk situasi.

Alih-alih menggunakan kalimat ini, orang-orang mungkin akan lebih dihargai dengan menentukan batasan mereka dan bertindak sesuai dengan batasan tersebut.

Mungkin, Bunda bisa menjawab permintaan tersebut dengan mengatakan, “Saya biasanya tidak melakukan ini, tetapi saya bersedia membantu kali ini saja. Namun, lain kali, aku akan menahan diri untuk tidak melakukannya karena secara teknis ini bukan bagian dari deskripsi pekerjaanku”.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari karena bisa bikin Bunda tidak dihargai. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda