HaiBunda

MOM'S LIFE

Ramai Kasus Facelift Ilegal Eks Puteri Indonesia Riau, Ini Kata Dokter Bedah Plastik

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 01 May 2026 12:30 WIB
Ramai Kasus Facelift Ilegal Eks Puteri Indonesia Riau, ini Kata Dokter Bedah Plastik/Foto: Instagram @jennyrahma_55
Jakarta -

Nama eks finalis Puteri Indonesia Riau, Jeni Rahmadial Fitri, tengah menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat malpraktik facelift yang mengakibatkan sejumlah korban mengalami cacat permanen.

Dikutip dari laman detikcom, salah satu korban melaporkan tindakan yang dijalani di sebuah klinik kecantikan di Pekanbaru. Alih-alih mendapatkan hasil yang dinginkan, ia justru mengalami pendarahan hebat, infeksi serius, hingga harus menjalani operasi lanjutan.

Tak hanya itu, beberapa korban lain juga dilaporkan mengalami kerusakan permanen pada wajah dan trauma psikologis, Bunda.


Pihak kepolisian menyebut bahwa tersangka tidak memiliki latar belakang medis yang memadai, meskipun pernah mengikuti pelatihan kecantikan.

Praktik ilegal ini disebut telah berlangsung sejak 2019, dengan tarif mencapai belasan juta rupiah per tindakan.

Dokter bedah plastik buka suara

Menurut Prof Dr. dr. David S. Perdanakusuma, SpBPRE, Subsp, EL(K), dari kolegium bedah plastik, fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap prosedur estetika memang tidak bisa dihindari.

“Kebutuhan untuk tampil lebih baik, lebih cantik, dan tampak lebih muda terus meningkat. Hal ini membuat banyak pihak tertarik memberikan layanan estetika. Namun, regulasi sebenarnya sudah sangat jelas,” ungkap David dikutip dari detikcom.

Ia menegaskan dalam UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, diatur secara tegas siapa saja yang berwenang melakukan tindakan medis, termasuk bedah estetika seperti facelift.

Tindakan tersebut hanya boleh dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi khusus, yakni dokter spesialis bedah plastik.

Masalah utama: Pengawasan lemah

Meski aturan sudah jelas, implementasi di lapangan dinilai masih lemah. Banyak praktik yang melampaui kewenangan klinis karena kurangnya pengawasan dan penertiban.

“Praktik oleh orang yang tidak memiliki kompetensi sangat berpotensi menimbulkan kerugian bagi pasien. Kasus seperti ini sudah sering terjadi dan memakan korban,” jelasnya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Kandungan Skincare yang Bagus untuk Kulit Berjerawat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Hotel Legendaris Jakarta 'Sultan' Resmi Dikosongkan, Petugas Dihadang Puluhan Orang

Mom's Life Amira Salsabila

Rayakan 1 Th Pernikahan, Alyssa Daguise Unggah Momen Nikmati Asuh Baby Soleil di Masa Postpartum

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Payudara

Menyusui Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

Syarat Masuk SMP Negeri 2026/2027: Usia Minimal, Berkas Persyaratan, Cara Daftar & Jalur SPMB SMP

Parenting Nadhifa Fitrina

Tersangka Pembunuh Dante Hanya Divonis 20 Th, Tamara Tyasmara Beri Respon Ini

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tom Holland Akhirnya Konfirmasi Pernikahannya dengan Zendaya

Syarat Masuk SMP Negeri 2026/2027: Usia Minimal, Berkas Persyaratan, Cara Daftar & Jalur SPMB SMP

Hotel Legendaris Jakarta 'Sultan' Resmi Dikosongkan, Petugas Dihadang Puluhan Orang

5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Payudara

Rayakan 1 Th Pernikahan, Alyssa Daguise Unggah Momen Nikmati Asuh Baby Soleil di Masa Postpartum

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK