MOM'S LIFE
Kompor Gas dan Listrik, Mana yang Lebih Hemat? Ini Kata Pakar
Arina Yulistara | HaiBunda
Selasa, 05 May 2026 13:13 WIBBunda sering mendengar kalau kompor listrik jauh lebih mahal dibanding gas? Sebenarnya, kompos gas dan listik, mana yang lebih hemat ya?
Punya kompor untuk dapur ternyata bukan sekadar soal selera, melainkan berkaitan erat dengan efisiensi biaya, kenyamanan memasak, hingga aspek kesehatan. Perdebatan antara kompor gas dan listrik terus menjadi topik hangat, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penghematan energi.
Pakar peralatan rumah tangga menyebutkan bahwa tidak ada jawaban tunggal untuk menentukan mana yang paling hemat. Pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi rumah, kebiasaan memasak, hingga biaya awal yang siap dikeluarkan.
Kalau dilihat lebih dalam, masing-masing jenis kompor memiliki kelebihan dan kekurangan yang patut dipertimbangkan.
Perbedaan kompor gas dan listrik
Berikut perbedaan kompor gas dan listrik yang perlu Bunda ketahui.
1. Cara kerja yang pengaruhi biaya
Kompor gas dan listrik bekerja dengan mekanisme yang berbeda. Kompor gas menggunakan bahan bakar seperti gas alam atau LPG yang menghasilkan api terbuka.
Api ini bisa langsung diatur besar kecilnya sehingga memudahkan kontrol suhu saat memasak. Sementara itu, kompor listrik memanfaatkan energi listrik untuk memanaskan elemen logam atau permukaan kaca, yang kemudian menghantarkan panas ke peralatan masak.
Panas yang dihasilkan cenderung stabil, tapi membutuhkan waktu lebih lama untuk naik atau turun.
2. Biaya pembelian awal
Dari sisi harga pembelian, kompor gas umumnya lebih murah dibandingkan kompor listrik. Namun menurut pakar peralatan rumah tangga, di berbagai negara biaya instalasi bisa menjadi faktor penentu yang sering terlewat.
Mengutip Food Republic, jika rumah sudah memiliki jalur gas, pemasangan kompor gas bisa lebih murah. Namun jika belum, biayanya bisa setara dengan pemasangan instalasi listrik khusus untuk kompor listrik.
Dalam beberapa kasus bahkan biaya persiapan pemasangan gas di berbagai rumah khususnya luar negeri justru lebih mahal dibanding harga kompornya sendiri.
3. Efisiensi energi: Listrik lebih unggul
Dalam hal efisiensi energi, kompor listrik, khususnya tipe induksi, unggul jauh dibandingkan kompor gas. Teknologi induksi memanaskan panci secara langsung tanpa membuang panas ke udara.
Kompor induksi mampu mencapai efisiensi energi hingga 90 persen. Sebaliknya, kompor gas hanya berada di kisaran 40 persen hingga 55 persen.
Sebagian besar panas dari kompor gas terbuang percuma ke lingkungan. Efisiensi ini membuat kompor listrik lebih hemat dalam jangka panjang, meskipun biaya listrik per unit biasanya lebih mahal dibanding gas.
4. Biaya pemakaian dalam jangka panjang
Meski listrik lebih efisien, biaya operasional tetap bergantung pada tarif energi di masing-masing daerah. Di berbagai negara, gas masih menjadi pilihan lebih murah untuk penggunaan sehari-hari.
Namun karena kompor induksi memanas lebih cepat dan tidak membuang energi, penggunaan listrik bisa lebih terkendali. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengimbangi bahkan mengalahkan pengeluaran kompor gas.
Selain itu, kompor listrik umumnya membutuhkan perawatan lebih sedikit sehingga biaya servis bisa ditekan.
5. Perawatan dan risiko
Kompor gas cenderung membutuhkan perawatan lebih intensif. Bagian seperti burner dan pemantik sering mengalami masalah, seperti api tidak menyala atau panas tidak merata.
Jika terjadi kebocoran gas, risikonya tidak main-main. Bisa berdampak pada kualitas udara hingga membahayakan keselamatan.
Di sisi lain, kompor listrik memiliki komponen elektronik yang lebih sensitif. Kerusakan pada panel kontrol atau sensor bisa memerlukan biaya perbaikan yang cukup mahal.
Masalah umum lainnya adalah suhu yang tidak akurat karena sensor atau papan kontrol rusak atau panel sentuh yang tidak responsif, terutama pada model kelas bawah.
6. Kebutuhan peralatan masak
Salah satu kelemahan kompor listrik, khususnya induksi, adalah keterbatasan jenis peralatan masak. Kompor ini hanya bisa digunakan dengan bahan yang bersifat magnetik.
Bunda mungkin harus mengganti panci atau wajan jika sebelumnya menggunakan bahan seperti kaca, aluminium, atau tembaga. Hal ini tentu menambah biaya awal yang perlu dipertimbangkan.
7. Performa memasak
Banyak koki profesional masih memilih kompor gas karena respon panasnya yang cepat dan presisi. Api yang terlihat memudahkan pengaturan suhu secara instan.
Sementara kompor listrik juga memiliki keunggulan dalam menjaga suhu stabil sehingga sangat cocok untuk memasak seperti memanggang atau membuat kue. Panas yang merata membuat hasil masakan lebih konsisten.
8. Aspek kesehatan dan lingkungan
Kompor gas menghasilkan emisi seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang dapat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan. Bahkan dalam jumlah kecil, paparan jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan, terutama pada anak-anak.
Sebaliknya, kompor listrik tidak menghasilkan emisi langsung di dalam rumah. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan, terutama jika sumber listrik berasal dari energi terbarukan.
Mana yang lebih hemat?
Jika dilihat dari jangka pendek, kompor gas masih menjadi pilihan lebih hemat karena harga awal dan biaya energi yang relatif lebih murah. Namun untuk jangka panjang, kompor listrik, terutama induksi, cenderung lebih efisien dan ekonomis karena penggunaan energi yang lebih optimal dan biaya perawatan rendah.
Pada akhirnya, pilihan terbaik kembali pada kebutuhan masing-masing dari Bunda. Faktor seperti kondisi instalasi rumah, gaya memasak, hingga anggaran akan sangat menentukan mana yang paling menguntungkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Wajib Punya! 5 Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Tips Desain Rumah Minimalis di Lahan Sempit Tak Kuras Bujet
Tips Miliki Rumah Asri dan Nyaman Meski Lahan Kecil
Jangan Terlambat, Kenali 4 Tanda Kayu di Rumah Dimakan Rayap
Mudah! 10 Tips Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC
TERPOPULER
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Ini Respons Anne Hathaway Setelah Dituding Kehamilannya Palsu
9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog
10 Negara Paling Berisiko untuk Liburan Sendirian, Alasannya Jadi Sorotan
Atlet Olimpiade Ungkap Beratnya Proses Berhenti Menyusui, Ternyata...
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
10 Negara Paling Berisiko untuk Liburan Sendirian, Alasannya Jadi Sorotan
Ini Respons Anne Hathaway Setelah Dituding Kehamilannya Palsu
Bunda, Sudah Vote Pilihan Bunda Awards 2026? Yuk, Jangan Lewatkan!
Atlet Olimpiade Ungkap Beratnya Proses Berhenti Menyusui, Ternyata...
9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Padu Padan Jam Tangan Rose Gold? Ini Triknya Biar Tetap Kelihatan Elegan
-
Beautynesia
6 Fakta Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicopot
-
Female Daily
Diet Bikin Rambut Rontok? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Skincare Routine Wajib Mina TWICE agar Kulit Selalu Glowing Maksimal
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya