moms-life
AI Butuh Banyak Air untuk Beroperasi, Ini Besaran Penggunaannya
HaiBunda
Sabtu, 03 Oct 2026 17:00 WIB
Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dilakukan secara masif di berbagai negara. Sekarang ini AI banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti asisten virtual, chat bot, atau iklan digital.Â
Dalam proses operasinya, AI tidak hanya memerlukan serangkaian teknologi untuk bisa berfungsi. AI juga butuh air untuk bisa beroperasi sebagaimana mestinya.
Isu tentang AI butuh air telah lama digaungkan di berbagai forum. Pasalnya, banyak pihak yang menilai penggunaan AI butuh air dalam jumlah yang tidak sedikit. Lalu berapa besaran air yang dibutuhkan dalam penggunaan AI?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada banyak sumber yang perlu ditelaah. Dalam laman CBS News dipaparkan data-data penelitian yang menunjukkan besaran air yang dibutuhkan AI sesuai konteks.
Karena, selama ini klaim besaran air dalam penggunaan AI sering berbeda-beda. Ada perusahaan AI yang mengklaim penggunaan kueri AI hanya membutuhkan lima tetes air. Ada pula yang menggambarkannya seperlima belas sendok teh.
Ada juga spekulasi bahwa e-mail singkat yang ditulis dengan bantuan AI hanya membutuhkan setengah liter air dari botol. Perbedaan pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Karena mereka tidak mengukur hal yang sama.
Para peneliti tidak dapat mengukur secara langsung seluruh konsumsi air AI. Namun, mereka dapat memperkirakan berapa banyak air yang digunakan oleh pusat data yang mendukungnya.
Para ilmuwan di Lawrence Berkeley National Laboratory memperkirakan pusat data Amerika Serikat menggunakan sekitar 228 miliar galon air pada tahun 2023. Sekitar 17 miliar galon digunakan untuk mendinginkan server. Sebanyak 211 miliar galon lainnya digunakan untuk menghasilkan listrik yang menyuplai daya ke server-server tersebut.
Para peneliti memperkirakan totalnya dapat meningkat menjadi kisaran 469 miliar dan 844 miliar galon pada tahun 2028. Peningkatan ini bergantung pada berbagai faktor, mulai dari teknologi pusat data hingga campuran sumber energi yang memasok jaringan listrik.
Namun, tidak semua pasokan air tersebut dialokasikan untuk AI. The International Energy Agency memperkirakan permintaan air untuk AI berkisar antara 15 sampai 20 persen. Sisanya, dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti data satelit yang membantu memprediksi cuaca dan penggunaan streaming film, video pendek (seperti TikTok), dan televisi oleh miliaran orang.
Kebutuhan AI terhadap pasokan air juga dapat bergantung pada model AI, lokasi pusat data, dan campuran sumber daya di jaringan listrik lokal. Dalam beberapa kasus, jumlahnya dapat berbeda hingga ratusan kali lipat.Â
Setiap wilayah memiliki dampak pasokan air yang berbeda-beda. Karena, pusat data bergantung pada jaringan listrik lokal, sumber daya air, dan kondisi iklim.
Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa negara bagian di Amerika Serikat sebagai negara bagian yang sangat menguntungkan pengembangan pusat data untuk pasokan air.
Pembangunan data center AI di Jatiluhur dihentikan sementara
Pembahasan tentang pasokan air untuk AI juga jadi sorotan di Indonesia. Mengutip detikcom, pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, jadi sorotan karena kebutuhan airnya yang besar.Â
Pusat data tersebut dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi sebagai bagian dari kawasan pengembangan seluas 11 hektare. Fasilitas tahap awal memiliki kapasitas 120 megawatt (MW), dengan rencana pengembangan hingga 640 MW. Kebutuhan airnya disebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau 0,4 meter kubik per detik, setara sekitar 33 ribu meter kubik atau 33 juta liter per hari.
Saat ini pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tersebut dipastikan berhenti sementara. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan proyek tidak boleh dilanjutkan sebelum seluruh persyaratan wajib terpenuhi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, menyampaikan pihaknya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah memantau langsung lokasi proyek. Berdasarkan peninjauan pada Kamis (1/10/2026), dipastikan sudah tidak ada lagi aktivitas pembangunan di area tersebut.
"Pada hari ini juga sudah tidak ada aktivitas pembangunan gedung data center AI tersebut," ujar Sri Jaya Midan saat ditemui detikcom, Kamis (1/10/2026).
Keputusan penghentian ini selaras dengan instruksi Gubernur Jawa Barat. Pengelola diminta menyelesaikan seluruh perizinan terlebih dahulu sebelum melanjutkan konstruksi. Salah satu fokus utama pemerintah adalah kelengkapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
11 Karakter Karyawan yang Makin Dicari Perusahaan di Tengah Gempuran AI
Mom's Life
PHK karena AI Ramai Terjadi, tapi Ada Fakta Lain di Baliknya
Mom's Life
Pengangguran Muda di Sektor Teknologi Melonjak Akibat AI, Simak Dampaknya
Mom's Life
8 Profesi yang Bisa dan Tidak Bisa Digantikan AI di Masa Depan
Mom's Life
YouTuber Ini Jadi Korban Deepfake AI, Wajahnya Dipakai untuk Jual Barang
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Ultah Jang Wonyoung IVE, Idol Korea yang Dikira AI karena Cantiknya Tak Manusiawi
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Benarkah AI Mengurangi Lapangan Kerja? Fakta Terbaru Justru Sebaliknya
Benarkah AI Makin Menyulitkan Fresh Graduate Cari Kerja? Ini Temuan Studi