HaiBunda

MOM'S LIFE

IDAI Minta Masyarakat Tak Cemas soal Hantavirus, Difteri dan Campak Dinilai Lebih Mendesak

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 11 May 2026 10:50 WIB
Ilustrasi Hantavirus / Foto: Getty Images/kemalbas
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir terkait kemunculan Hantavirus jenis Andes Virus yang sempat dilaporkan merebak di MV Hondius.

Pasalnya, hingga saat ini Andes Virus yang diketahui dapat menular antarmanusia belum ditemukan di Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan adanya 23 kasus Hantavirus yang tercatat di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Meski demikian, kasus yang ditemukan didominasi oleh jenis Seoul Virus, bukan Andes Virus. Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof Dr. dr. Dominicus Husada, SpA, SubspIPT, menilai masyarakat tidak perlu panik terhadap masalah tersebut.


Menurutnya, situasi di Indonesia masih berbeda karena jenis virus yang ditemukan bukan Andes Virus. Ia mengatakan bahwa penyakit seperti campak dan difteri dinilai masih jadi persoalan yang membutuhkan perhatian khusus, Bunda.

IDAI ingatkan difteri dan campak masih jadi masalah di Indonesia

Dokter Dominicus mengaku prihatin karena kasus infeksi di Indonesia masih cukup tinggi, Bunda. Menurutnya, tenaga dan sumber daya kesehatan sebaiknya difokuskan untuk menangani masalah yang lebih mendesak.

"Karena yang membuat saya prihatin, saat ini rumah kita ini sedang terbakar, kasus-kasus infeksi di Indonesia ini begitu banyaknya dan kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengatasinya," ungkap dr. Dominicus, dikutip dari laman detikcom, Senin (11/05/2026).

Ia menjelaskan bahwa hingga kini penyakit seperti campak dan difteri yang berdampak besar hingga kini masih belum tertangani dengan maksimal, meski sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Karena itu, masyarakat maupun pemerintah tidak perlu terlalu khawatir terhadap Hantavirus. Ia mengatakan risiko penyebaran penyakit tersebut dapat ditekan selama masyarakat tetap menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.

"Saya sebagai orang infeksi akan mengatakan bahwa kita tidak perlu takut juga dan kita tidak perlu mengeluarkan begitu banyak sumber daya terhadap sesuatu yang risikonya bagi kita itu sebetulnya tidak sangat besar," ujar dr. Dominicus.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pengertian Monkeypox: Gejala, Ciri, dan Cara Mencegahnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cara Turun 40 Kg Tanpa Diet Ribet dengan Menu yang Itu-itu Saja Tiap Hari

Mom's Life Arina Yulistara

Kaki Bengkak saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Kehamilan Amrikh Palupi

7 Hal yang Dilakukan Orang Tua Anak Cerdas di Rumah

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sudah Siap Jadi Ayah? Ini Dia 4 Kebiasaan Sehat yang Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria

7 Hal yang Dilakukan Orang Tua Anak Cerdas di Rumah

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress

Kaki Bengkak saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Cara Turun 40 Kg Tanpa Diet Ribet dengan Menu yang Itu-itu Saja Tiap Hari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK