HaiBunda

MOM'S LIFE

11 Ucapan Minta Maaf yang Terdengar Tulus, Padahal Tidak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 20 May 2026 17:40 WIB
11 Ucapan Minta Maaf yang Terdengar Tulus, Padahal Tidak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/itakayuki
Jakarta -

Komunikasi yang tulus adalah bagian penting dari setiap hubungan. Orang yang berkomunikasi dengan tulus biasanya akan melontarkan ucapan minta maaf yang terdengar sopan tanpa menyembunyikan maksud buruk, Bunda.

Orang yang menerima permintaan maaf biasanya benar-benar bisa menerimanya karena kewajiban akibat aturan sosial yang tidak tertulis. Penelitian yang diterbitkan di Marshall Digital Scholar tahun 2010 menunjukkan bahwa orang yang benar-benar menerima permintaan maaf biasanya menganggap ucapan tersebut tulus. Itu artinya, permintaan maaf menunjukkan tanggung jawab, penyesalan, dan menjelaskan bagaimana kesalahan akan diperbaiki.

Namun, tidak semua orang melontarkan permintaan maaf karena memang merasa berbuat salah. Ada orang yang meminta maaf dan terdengar tulus, namun sebenarnya tidak sama sekali. Orang ini menunjukkan sisi manipulatif untuk menutupi kepalsuannya.


Ucapan minta maaf yang sebenarnya tidak tulus

Bunda bisa mengetahui ketulusan seseorang saat meminta maaf dari ucapan yang dilontarkannya. Berikut 11 ucapan minta maaf yang terdengar tulis, tapi sebenarnya tidak:

1. 'Maaf jika...'

Kalimat 'Maaf jika...' adalah permintaan maaf bersyarat. Permintaan maaf ini belum sepenuhnya lengkap karena hanya menyiratkan bahwa sesuatu mungkin telah terjadi.

Profesor psikologi Karina Schumann, Ph.D, mengatakan bahwa kalimat tersebut dapat berarti seseorang menyatakan penyesalan, tetapi ia merasa tidak bertanggung jawab atas kesalahannya.

"Itu adalah skenario terburuk. Orang tersebut tidak mengakui bagaimana ia merugikan orang lain. Ia tidak menerima tanggung jawab," kata Schumann, dilansir Your Tango.

2. 'Saya minta maaf karena kamu...'

Ucapan ini adalah jenis permintaan maaf untuk mengalihkan kesalahan. Ini sama sekali bukan permintaan maaf. Sebaliknya, ini adalah pernyataan yang menandakan bahwa seseorang menyalahkan orang lain sebagai penyebab masalah.

Ada dua contoh kalimat lengkap dari ucapan ini, seperti 'Saya turut menyesal jika kamu merasa tersinggung' atau 'Saya minta maaf jika kamu berpikir saya melakukan kesalahan'.

3. 'Maaf, tapi...'

Meski terdengar tulus, permintaan maaf ini penuh alasan. Ucapan maaf yang keluar sama sekali tidak menyembuhkan luka yang telah ditimbulkan.

Contoh dari permintaan maaf ini seperti, 'Maaf, tapi kebanyakan orang lain tidak akan bereaksi berlebihan seperti kamu' atau 'Maaf, tapi kamu yang memulainya'.

4. 'Saya hanya...'

Kalimat seperti, 'Saya hanya bercanda' atau 'Saya hanya mencoba membantu', merupakan ucapan permintaan maaf tidak memiliki makna tulus. Permintaan maaf ini bersifat membenarkan, Bunda.

Seseorang mengucapkan permintaan maaf ini sebagai upaya untuk berargumen bahwa perilaku yang menyakitkan dapat diterima karena tidak berbahaya atau untuk tujuan yang baik. Ucapan ini dapat menunjukkan bahwa orang tersebut adalah seorang manipulator.

5. 'Saya menyesal...'

Ucapan 'Saya menyesal telah terjadi kesalahan' seperti menyamakan penyesalan dengan permintaan maaf. Tidak ada pengakuan tanggung jawab dari orang yang melontarkan ucapan ini.

Orang biasanya sering menghindari permintaan maaf karena malu atau merasa bersalah. Jadi, mereka lebih suka mengucapkan kata 'menyesal' daripada meminta maaf dengan tulus.

6. 'Saya sudah mengatakan/melakukan...'

Kalimat seperti, 'Saya sudah minta maaf' atau 'Saya sudah meminta maaf untuk kesalahan itu hingga jutaan kali', adalah permintaan maaf yang terkesan merendahkan. Ucapan tersebut dapat menyiratkan bahwa tidak ada lagi yang perlu disyukuri.

Memilih untuk mengatakan kalimat ini seperti menunjukkan bahwa kita tidak niat untuk meminta maaf atau telah kehabisan kata-kata tulus untuk diucapkan ke orang lain. Orang yang terluka biasanya akan merasakan ketulusan karena permintaan maaf itu didorong oleh niat.

7. 'Saya tahu kalau saya adalah...' atau 'Kamu tahu kalau saya...'

Contoh ucapan permintaan maaf ini seperti, 'Saya tahu seharusnya saya tidak melakukan itu' atau 'Kamu tahu kalau saya tidak bermaksud seperti itu'. Kalimat seperti itu adalah jenis permintaan maaf yang terselubung.

Permintaan maaf tersebut bisa menjadi upaya untuk meminimalkan apa yang terjadi tanpa mengakui dampak menyakitkan apa pun yang telah dilakukan pada orang lain. Ucapan tampak merendahkan diri, tetapi sebenarnya tidak mengandung permintaan maaf yang tulus sama sekali.

8. 'Saya akan meminta maaf jika...'

Ucapan ini adalah jenis permintaan maaf bersyarat. Ini bukanlah permintaan maaf yang tulus dan diberikan secara cuma-cuma. Sebaliknya, kita yang mendengar seperti harus membayar untuk mendapatkannya.

Orang yang kurang peduli dengan citra publik mereka sering kali memalingkan muka saat mengucapkan permintaan maaf ini. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang kesulitan menatap mata saat meminta maaf sering dianggap lebih tulus. Tetapi ketika seseorang khawatir tentang persepsi publik mereka, mereka cenderung fokus pada permintaan maaf yang sempurna dan menggunakan kontak mata langsung.

9. 'Saya rasa...'

Ada dua contoh kalimat permintaan maaf yang tidak tulus, yakni 'Saya rasa saya berhutang maaf pada kamu' atau 'Saya rasa saya harus meminta maaf'. Kedua kalimat tersebut adalah ucapan permintaan maaf yang semu, Bunda.

Permintaan maaf tersebut mengisyaratkan perlunya permintaan maaf, tetapi tidak pernah benar-benar disampaikan. Orang-orang yang mengucapkan kalimat ini tidak peduli dan tidak menyesal dengan kesalahan yang mereka lakukan.

10. 'Si A menyuruh saya minta maaf'

Seseorang sering kali meminta maaf lantaran diminta oleh pihak ketiga. Nah, permintaan maaf ini sudah pasti tidak tulus ya, Bunda.

Orang tersebut mengatakan bahwa mereka meminta maaf hanya karena orang lain menyarankan hal itu. Implikasinya adalah bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi jika tidak ada saran dari orang lain.

11. 'Baiklah, maaf oke'

Ucapan yang singkat, seperti 'Oke, cukup sudah. Saya sudah minta maaf!' merupakan permintaan maaf yang bersifat intimidasi. Ucapan terlontar lantaran orang tersebut enggan meminta maaf, bahkan terkesan seperti menyampaikan ancaman.

Orang-orang ini bicara maaf karena terpaksa. Situasi yang tidak menguntungkan mungkin membuat mereka terpaksa mengucapkan hal ini, Bunda.

Demikian 11 ucapan minta maaf yang terdengar tulus, padahal tidak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali 7 Tanda Seseorang yang Terlahir Egois

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bunda Ini Kecewa Berat saat Suami Menolak Menemaninya saat Melahirkan di RS

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

11 Ucapan Minta Maaf yang Terdengar Tulus, Padahal Tidak

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Efek KB IUD bagi Suami & Cara Mencegahnya, Bunda Wajib Tahu!

Kehamilan Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

Apa Kabar Band Shaden? Intip Potret Terkini Nuri dan Kedua Adiknya, Abrar & Rijal

Mom's Life Nadhifa Fitrina

15 Resep Sop Bening Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Konsumsi Suplemen Zat Besi Picu Gigi Anak Menghitam? Simak Penjelasan Dokter

Bunda Ini Kecewa Berat saat Suami Menolak Menemaninya saat Melahirkan di RS

11 Ucapan Minta Maaf yang Terdengar Tulus, Padahal Tidak

5 Efek KB IUD bagi Suami & Cara Mencegahnya, Bunda Wajib Tahu!

15 Resep Sop Bening Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Sehari-hari

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK