moms-life
5 Ciri Umum Masyarakat Kelas Bawah, Termasuk Kondisi Tempat Tinggal
HaiBunda
Senin, 08 Jun 2026 15:38 WIB
Daftar Isi
Para ahli ekonomi umumnya menjadikan tingkat pengeluaran sebagai salah satu indikator untuk mengidentifikasi masyarakat yang berada dalam kelompok ekonomi bawah atau miskin.
Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan penduduk miskin sebagai mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Di DKI Jakarta, garis kemiskinan rumah tangga tercatat sebesar Rp4.238.886.
Meski begitu, kondisi ekonomi seseorang tidak hanya dapat dilihat dari besarnya pengeluaran saja. Ada sejumlah faktor lain yang juga kerap digunakan untuk menggambarkan posisi ekonomi suatu rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari GoBankingRates, terdapat beberapa ciri yang umum ditemukan pada kelompok masyarakat kelas menengah bawah dan kelas bawah. Berikut lima ciri yang sering menjadi indikatornya.
5 Ciri umum masyarakat kelas bawah
Melansir dari laman CNBC Indonesia, terdapat beberapa ciri yang sering dikaitkan dengan kelompok masyarakat kelas bawah.
1. Tempat tinggal
Kondisi tempat tinggal menjadi salah satu gambaran dari tingkat ekonomi sebuah keluarga. Ketika seseorang mengalami kesulitan untuk memiliki atau menempati hunian yang nyaman, aman, serta berada di lingkungan yang memadai, hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa mereka berada dalam kelompok ekonomi menengah bawah atau bawah.
2. Pekerjaan
Beberapa profesi dikaitkan dengan kategori pekerjaan kerah putih maupun kerah biru yang dapat mencerminkan posisi sosial dan ekonomi seseorang. Pekerjaan seperti pelayan restoran, sopir truk, karyawan toko ritel, pekerja pabrik, hingga petugas kebersihan lebih sering ditemui pada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi yang relatif lebih rendah.
"Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis," ujar CEO Salarship, Nathan Brunner.
Sebaliknya, pekerjaan yang hanya memerlukan keterampilan dasar, bersifat sementara, serta menawarkan upah dan tunjangan yang terbatas umumnya lebih sering dikaitkan dengan kelompok masyarakat kelas bawah dari sisi sosial maupun ekonomi.
Namun, profesi seperti guru, perawat, akuntan, dan pekerja IT dapat berada di antara kelompok kelas pekerja dan kelas menengah, bergantung pada tingkat senioritas serta sertifikasi yang dimiliki. Bahkan pekerjaan kerah putih yang kerap dianggap bergengsi pun bisa saja menawarkan gaji dalam kategori menengah, sehingga menempatkan pekerjanya pada tingkat kehidupan kelas menengah.
3. Tabungan dan investasi
Menabung dan berinvestasi merupakan penopang keuangan yang penting sekaligus memberikan kesempatan untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Namun, memiliki cadangan dana seperti itu menjadi hal yang tidak mudah dijangkau oleh masyarakat kelas bawah.
TERUSKAN MEMBACA KLIKÂ DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
BPS Sebut Pengeluaran Orang Miskin RI Rp20 Ribu per Hari
Mom's Life
Nenek Pembuang Benang Lelah Berpasrah Jadi Tulang Punggung Keluarga
Mom's Life
Perajin Bambu Disabilitas Berjuang Melampaui Keterbatasan Fisik
Mom's Life
Kisah Sedih dan Gigih Nenek Sarmi Hidupi 4 Cucu Ditelantarkan
Mom's Life
Kisah Pencari Cacing Sutera, Berjuang Kerja untuk Menopang Keluarga
Mom's Life
Kakek Abbas Hidup Sendirian dari Menambal Panci dengan Satu Mata Sempurna
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda