Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kata Pakar Soal Dampak Jika APBN Tak Lagi Bisa Tahan Tingginya Harga BBM

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 10 Mar 2026 09:40 WIB

Kata Pakar Soal Dampak Jika APBN Tak Lagi Bisa Tahan Tingginya Harga BBM
Kata Pakar Soal Dampak Jika APBN Tak Lagi Bisa Tahan Tingginya Harga BBM/Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak
Jakarta -

Harga minyak dunia yang terus naik belakangan ini mulai menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi ini bisa berdampak pada anggaran negara yang selama ini digunakan untuk menahan harga BBM agar tetap stabil, Bunda.

Kondisi ini dipicu oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah yang berpotensi membuat harga semakin meningkat. Jika pemerintah harus menaikkan harga BBM karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mampu menahan tekanan tersebut, dampaknya bisa cukup besar bagi perekonomian.

Seorang Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM di tengah kondisi ekonomi masyarakat bisa memicu inflasi yang cukup tinggi.

"Kalau (harga energi subsidi) dinaikkan ini juga akan bawa dampak inflasi yang mungkin cukup tinggi, kemudian juga daya beli menurun, beban ratusan rakyat kecil semakin berat," ungkap Fahmy, dikutip dari laman detikcom, Selasa (10/3/2026).

Menurut Fahmy, kenaikan harga BBM juga berisiko jika dilakukan menjelang mudik Lebaran. Pada masa tersebut biasanya harga barang memang sudah cenderung meningkat, Bunda.

"Cukup riskan juga kalau itu dinaikkan sekarang. Apalagi kenaikannya nanti bersama dengan Hari Raya. Nah Hari Raya ini kan mesti terjadi inflasi, maka terjadi double counting inflation," ujarnya.

Dampak ekonomi jika harga BBM naik

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai kenaikan harga BBM berisiko membawa tekanan besar bagi ekonomi Indonesia.

Ia memprediksi kalau harga BBM naik karena APBN tidak lagi mampu menahannya, inflasi tahunan bisa meningkat cukup tinggi. Angkanya diperkirakan dapat mencapai sekitar 6 hingga 8 persen, lho. Pada akhirnya, kondisi ini bisa memicu PHK di banyak bidang pekerjaan.

"Ujungnya PHK naik tajam di semua sektor termasuk industri manufaktur, dan perdagangan," kata Bhima.

Lebih lanjut, dampak berikutnya juga bisa terasa pada kondisi ekonomi masyarakat. Jumlah kelas menengah bisa semakin turun hingga mendekati kemiskinan.

"Jumlah kelas menengah yang turun jadi rentan dan miskin naik signifikan, Indonesia bisa masuk resesi ekonomi," tuturnya.

Untuk mencegahnya, Bhima menilai pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi. Salah satu caranya dengan menyesuaikan penggunaan anggaran negara supaya dapat menahan kenaikan harga BBM.

Ia juga menilai beberapa program pemerintah sebaiknya bisa ditinjau kembali, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih.

"Menjaga inflasi lebih utama dibanding MBG untuk saat ini karena force majeure," pungkasnya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda