Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Pakar Soroti Panci Keramik Kekinian, Klaim "Nontoxic" Ternyata Dipertanyakan

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 09 Jun 2026 20:40 WIB

Preparing food in frying pan and casseroles on the gas stove in the kitchen. Home cooking concept.
Ilustrasi / Foto: Getty Images/Alexander Donin
Daftar Isi

Bunda suka pakai panci keramik? Apakah masih terselip bahaya kesehatan karenanya? Popularitas panci keramik modern dalam beberapa tahun terakhir melonjak pesat. Berbagai merek peralatan masak dengan desain estetik dan klaim “nontoxic” atau tidak beracun sukses menarik perhatian konsumen di seluruh dunia.

Produk-produk ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan panci anti lengket generasi lama yang menggunakan bahan kimia PFAS atau "forever chemicals". Di balik citra ramah kesehatan tersebut, sejumlah pakar dan penelitian independen mulai mempertanyakan validitas klaim yang digunakan produsen.

Bahkan regulator di Amerika Serikat kini mulai menyoroti transparansi bahan yang digunakan dalam lapisan panci yang selama ini dipasarkan sebagai "keramik" dan "tidak beracun".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Klaim “nontoxic” dan “keramik” dipertanyakan

Sejumlah merek populer selama ini mempromosikan produknya sebagai peralatan masak berbahan keramik yang aman bagi kesehatan keluarga. Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa produk tersebut sebenarnya tidak terbuat dari keramik murni seperti yang dipahami masyarakat pada umumnya.

Produsen juga tidak mengungkapkan secara rinci komposisi bahan yang digunakan karena dilindungi aturan kerahasiaan bisnis. Kondisi ini membuat para ahli kesulitan memverifikasi apakah produk tersebut benar-benar aman sebagaimana yang diklaim.

Regulator yang menuntut transparansi

Kekhawatiran mengenai bahan yang digunakan mendorong Departemen Ekologi Washington untuk meminta produsen panci semi-keramik menyerahkan informasi mengenai kandungan lapisan anti lengket yang mereka gunakan.

Senior toxicologist dari Departemen Ekologi Washington, Marissa Smith, mengatakan transparansi menjadi tantangan besar baik bagi regulator maupun konsumen.

"Sulit bagi regulator untuk mengetahui apakah kita benar-benar beralih ke alternatif yang aman. Namun hal yang sama juga dialami keluarga yang ingin membeli produk yang lebih aman. Tantangan utamanya adalah mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam produk dan memiliki data yang cukup untuk mengambil keputusan," ujar Smith dilansir dari The Guardian.

Menurutnya, tanpa informasi bahan yang lengkap, sulit menentukan apakah bahan pengganti PFAS benar-benar lebih aman dibandingkan teknologi sebelumnya.

Apa bedanya dengan keramik tradisional?

Peralatan masak berbahan keramik telah digunakan manusia selama ribuan tahun. Keramik tradisional dibuat dari campuran tanah liat, silika, dan mineral yang dibakar pada suhu sangat tinggi hingga menjadi material padat dan tahan panas. Sebaliknya, lapisan semi-keramik modern diproduksi pada suhu yang lebih rendah dan mengandung kombinasi bahan organik serta anorganik. 

Penelitian menemukan sejumlah zat yang memicu kekhawatiran

Penelusuran terhadap berbagai penelitian, dokumen paten, serta pengujian independen menunjukkan kemungkinan keberadaan beberapa zat yang menjadi perhatian para ahli kesehatan lingkungan. Meski demikian, produsen membantah bahwa penggunaan bahan tersebut pada produk mereka menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Kurangnya keterbukaan dari produsen memicu kritik dari kelompok kesehatan masyarakat. Direktur eksekutif organisasi Toxic Free Future, Laurie Valeriano, menilai konsumen seharusnya tidak dipaksa melakukan investigasi sendiri untuk mengetahui kandungan produk yang mereka beli.

Meski belum ada kesimpulan final bahwa seluruh panci semi-keramik berbahaya, para pakar menilai transparansi harus menjadi prioritas utama industri. Konsumen juga disarankan tidak langsung mempercayai klaim pemasaran seperti "nontoxic", "bebas racun", atau "100% aman" tanpa melihat bukti ilmiah yang mendukung.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda