MOM'S LIFE
Kenapa Suami Istri Sering Bertengkar? Ternyata Ini Penyebab yang Jarang Dibahas
Arina Yulistara | HaiBunda
Kamis, 18 Jun 2026 12:50 WIBPenyebab pertengkaran suami istri tidak melulu karena urusan rumah tangga atau ekonomi. Mari bahas mengenai penyebab pertengkaran yang jarang diketahui.
Pertengkaran dalam rumah tangga merupakan hal wajar. Bahkan dalam hubungan yang sehat sekalipun, perbedaan pendapat dan konflik tidak bisa sepenuhnya dihindari.
Pasalnya, suami dan istri merupakan dua orang dengan karakter, pengalaman hidup, serta kebutuhan yang berbeda. Meski demikian, tidak sedikit pasangan yang bertanya-tanya mengapa pertengkaran terus terjadi meskipun mereka saling mencintai.
Selain persoalan sehari-hari yang sering menjadi pemicu konflik, ternyata ada sejumlah kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dan jarang disadari sebagai penyebab utama pertengkaran dalam hubungan.
|
Baca Juga : Hukum Suami Istri Tidur Terpisah Menurut Islam
|
Penyebab pertengkaran yang jarang dibahas
Yuk kenali penyebab pertengkaran suami dan istri yang jarang dibahas dikutip dari Psychology Today.
1. Kurangnya rasa aman dalam hubungan
Setiap orang memiliki kebutuhan dasar untuk merasa aman dan terhubung dengan orang yang dicintainya. Dalam hubungan pernikahan, kebutuhan ini tercermin dari perhatian, dukungan, dan kehadiran emosional pasangan.
Ketika seseorang merasa diabaikan, tidak didengar, atau tak mendapatkan kedekatan yang diharapkan, rasa kecewa dapat muncul. Jika berlangsung lama, kondisi ini sering berubah menjadi konflik yang berulang meskipun akar masalahnya bukan hal yang sedang diperdebatkan.
2. Merasa tidak diterima apa adanya
Suami maupun istri ingin diterima dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Penerimaan bukan berarti selalu setuju dengan semua tindakan pasangan, melainkan tetap menghargai dirinya sebagai pribadi.
Sebaliknya, kritik yang terus-menerus atau tuntutan agar pasangan berubah sesuai keinginan dapat menimbulkan perasaan tidak dihargai. Akibatnya, pertengkaran menjadi lebih mudah terjadi karena salah satu pihak merasa dirinya tidak pernah cukup baik.
3. Kurangnya apresiasi dan kehangatan
Selain ingin diterima, setiap orang juga ingin merasa disukai dan dihargai oleh pasangannya. Ungkapan sederhana seperti pujian, terima kasih, atau perhatian kecil ternyata memiliki dampak besar terhadap keharmonisan hubungan.
Ketika kehangatan dan apresiasi mulai berkurang, pasangan bisa merasa keberadaannya tidak lagi penting. Perasaan tersebut lambat laun memicu kekecewaan yang kemudian muncul dalam bentuk pertengkaran.
4. Terlalu banyak dikontrol
Setiap orang membutuhkan ruang untuk mengambil keputusan dan menjalani hidupnya dengan cara yang dianggap tepat. Oleh karena itu, rasa otonomi atau kebebasan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam hubungan.
Masalah muncul ketika salah satu pasangan terlalu mengatur atau mengendalikan pasangannya. Perasaan kehilangan kebebasan sering kali memunculkan frustrasi yang akhirnya meledak menjadi konflik.
5. Merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan pasangan
Tidak sedikit orang diam-diam merasa gagal menjadi pasangan yang baik. Mereka mungkin merasa kurang mampu memenuhi kebutuhan keluarga atau tidak cukup baik dalam menjalankan perannya sebagai suami maupun istri.
Perasaan tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi masalah. Bukannya berdiskusi, mereka cenderung menghindar atau menutup diri saat konflik terjadi, yang justru membuat komunikasi semakin buruk.
Alasan yang sering bikin pasangan bertengkar
Berikut alasan yang sering bikin pasangan bertengkar dikutip dari The Guardian.
1. Masalah seks
Perbedaan kebutuhan seksual menjadi salah satu penyebab konflik yang paling umum dalam rumah tangga. Ada pasangan yang menginginkan hubungan intim lebih sering, sementara pasangannya memiliki keinginan berbeda.
Karena dianggap sensitif, topik ini sering tidak dibicarakan secara terbuka. Akibatnya, rasa tidak puas terus menumpuk dan akhirnya memicu pertengkaran.
2. Soal kebersihan dan kerapian rumah
Setiap orang memiliki standar kebersihan yang berbeda. Apa yang dianggap rapi oleh satu pihak belum tentu dianggap rapi oleh pasangannya.
Perbedaan kebiasaan ini sering memunculkan gesekan sehari-hari. Jika tidak disikapi dengan kompromi dan pengertian, persoalan kecil ini bisa berkembang menjadi pertengkaran besar.
3. Perbedaan ingatan
Tidak sedikit konflik terjadi karena suami dan istri mengingat suatu peristiwa dengan cara berbeda dan punya versi yang paling benar. Ketika keduanya berusaha mempertahankan ingatan masing-masing, perdebatan bisa semakin panjang. Padahal masalah utamanya bukan pada fakta, melainkan pada cara setiap orang memaknainya.
4. Saling mengoreksi
Aktivitas sederhana seperti memasak ternyata juga bisa menjadi sumber konflik. Salah satu pasangan mungkin merasa caranya paling benar sehingga terus mengoreksi pasangannya. Kebiasaan ini sering menimbulkan rasa kesal karena pasangan merasa usahanya tidak dihargai. Akibatnya, suasana yang awalnya santai berubah menjadi pertengkaran.
5. Kebiasaan saling menyalahkan
Saat terjadi masalah, banyak orang cenderung mencari siapa yang harus bertanggung jawab. Kebiasaan mencari kambing hitam ini sering memicu konflik dalam hubungan.
Bukan fokus mencari solusi, pasangan justru sibuk membuktikan siapa yang salah. Situasi tersebut membuat masalah semakin sulit diselesaikan.
6. Perbedaan pola asuh anak
Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, perbedaan pandangan tentang cara mendidik anak menjadi sumber konflik yang cukup sering terjadi. Masing-masing biasanya merasa memiliki alasan terbaik demi masa depan anak. Jika tidak dibicarakan dengan kepala dingin, perbedaan ini dapat menimbulkan pertengkaran yang berkepanjangan.
7. Selera dekorasi rumah
Pilihan warna cat, model furnitur, hingga konsep penataan rumah bisa menjadi bahan perdebatan antara suami dan istri. Meski terdengar sepele, perbedaan selera sering memunculkan konflik karena masing-masing ingin rumah mencerminkan kepribadiannya.
8. Masalah keuangan
Uang menjadi salah satu penyebab pertengkaran paling umum dalam rumah tangga. Perbedaan cara mengelola pengeluaran maupun menentukan prioritas keuangan sering memicu perdebatan.
Tekanan ekonomi juga dapat memperburuk situasi. Semakin besar tekanan finansial yang dihadapi, semakin tinggi pula potensi konflik dalam hubungan.
9. Campur tangan keluarga besar
Hubungan dengan orangtua, saudara, atau kerabat sering kali memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Perbedaan pandangan terhadap anggota keluarga pasangan dapat memicu ketegangan. Selain itu, pola hubungan yang dibawa dari keluarga masing-masing juga kerap memengaruhi cara pasangan menghadapi konflik dalam pernikahan.
10. Liburan yang tidak sesuai harapan
Liburan sering dianggap sebagai waktu untuk mempererat hubungan. Namun ekspektasi yang terlalu tinggi justru bisa berujung pada kekecewaan. Ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, pasangan cenderung mencari pihak yang harus disalahkan. Dari sinilah pertengkaran sering bermula.
Cara mengatasi pertengkaran dengan pasangan
Berikut cara mengatasi pertengkaran dengan pasangan Bunda.
1. Tanyakan kebutuhan pasangan
Cobalah bertanya secara langsung apa yang sebenarnya dibutuhkan pasangan dalam hubungan. Pertanyaan sederhana ini dapat membuka ruang komunikasi yang selama ini tertutup. Selain menunjukkan kepedulian, langkah ini juga membantu mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi dan menjadi sumber konflik.
2. Akui dan hargai keberadaan pasangan
Setiap orang ingin merasa dilihat dan dihargai oleh orang yang dicintainya. Oleh sebab itu, jangan ragu menunjukkan perhatian pada pasangan dalam keseharian.
Pengakuan sederhana bahwa pasangan memiliki peran penting dalam hidup dapat membuatnya merasa lebih dihargai dan dicintai.
3. Belajar menerima kekurangan pasangan
Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk pasangan sendiri. Menerima kekurangan pasangan merupakan langkah penting untuk membangun hubungan yang sehat. Penerimaan juga berarti menghargai kebutuhan dan perasaan pasangan tanpa menganggapnya berlebihan atau tidak penting.
4. Respon keluhan dengan empati
Ketika pasangan menyampaikan keluhan, cobalah mendengarkan tanpa langsung membela diri. Sikap ini membantu pasangan merasa dipahami. Rasa aman untuk berbicara secara terbuka dapat memperkuat kepercayaan dan mengurangi kemungkinan konflik berulang.
5. Tunjukkan apresiasi
Ungkapkan rasa terima kasih, pujian, atau penghargaan atas hal-hal kecil yang dilakukan pasangan. Jangan menganggap pasangan otomatis mengetahui perasaan tersebut. Apresiasi yang konsisten dapat meningkatkan kehangatan dalam hubungan dan membuat pasangan merasa lebih dihargai.
6. Beri ruang pasangan untuk berkembang
Hubungan yang sehat tetap memberi kesempatan bagi masing-masing untuk memiliki kebebasan dan mengambil keputusan sendiri. Mengurangi kebiasaan mengontrol pasangan dapat membantu memenuhi kebutuhan otonomi sekaligus menciptakan hubungan yang lebih nyaman.
7. Saling mendukung dan bekerja sama
Diskusikan bersama hal-hal yang membuat masing-masing merasa kurang percaya diri dalam hubungan. Cari solusi yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Ketika suami dan istri saling mendukung untuk menjadi pasangan yang lebih baik, hubungan akan terasa lebih harmonis dan konflik pun lebih mudah diselesaikan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Menghadapi Suami NPD
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tanda Kesepian dalam Pernikahan, Penyebab & Cara Mengatasinya
Mengenal Arti Prioritas dalam Hubungan, Tanda Pasangan Melakukannya & Contohnya
7 Tujuan Menikah dalam Islam yang Perlu Diketahui
Tips dari Pakar untuk Pasutri Baru Agar Pernikahan Langgeng, Penting Bun!
TERPOPULER
Hotel Legendaris Jakarta 'Sultan' Resmi Dikosongkan, Petugas Dihadang Puluhan Orang
Rayakan 1 Th Pernikahan, Alyssa Daguise Unggah Momen Nikmati Asuh Baby Soleil di Masa Postpartum
5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Payudara
Syarat Masuk SMP Negeri 2026/2027: Usia Minimal, Berkas Persyaratan, Cara Daftar & Jalur SPMB SMP
Tersangka Pembunuh Dante Hanya Divonis 20 Th, Tamara Tyasmara Beri Respon Ini
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Powerbank CCC dan Fast Charging, Cocok buat Pertolongan saat Mati Lampu
asaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tom Holland Akhirnya Konfirmasi Pernikahannya dengan Zendaya
Syarat Masuk SMP Negeri 2026/2027: Usia Minimal, Berkas Persyaratan, Cara Daftar & Jalur SPMB SMP
Hotel Legendaris Jakarta 'Sultan' Resmi Dikosongkan, Petugas Dihadang Puluhan Orang
5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Payudara
Rayakan 1 Th Pernikahan, Alyssa Daguise Unggah Momen Nikmati Asuh Baby Soleil di Masa Postpartum
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Cerita Tragis di Balik Kematian Daveigh Case Pengisi Suara 'Lilo & Sticth'
-
Beautynesia
5 Tips Merawat Tote Bag Kanvas agar Tetap Awet
-
Female Daily
Apa Penyebab “Panas Dalam”? Cari Tahu Cara Meredakannya
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Romantis ala Timothee Chalamet, Ubah Isi Lemari Demi Serasi dengan Kylie Jenner
-
Mommies Daily
Persiapan Lomba Lari: 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Race