Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan Emosional dari 'Kebiasaan Buruk'

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 28 Jun 2026 17:00 WIB

Sad asian woman complaining hugging pillow at home
Ilustrasi cara mengenali orang dengan kecerdasan emosional dari 'kebiasaan buruk' / Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Daftar Isi
Jakarta -

Tidak semua kebiasaan buruk benar-benar berdampak negatif. Salah satunya kecenderungan memikirkan banyak hal secara mendalam yang sering kali dicap sebagai sikap berlebihan atau terlalu rumit dalam menyikapi suatu keadaan.

Padahal, dalam beberapa situasi, kebiasaan itu justru dapat menunjukkan kemampuan seseorang dalam memahami perasaan, membaca kondisi sosial, serta mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum bertindak.

Kemampuan ini merupakan bagian dari kecerdasan emosional yang membantu seseorang merespons keadaan dengan lebih bijaksana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Untuk itu, ada sejumlah perilaku yang sekilas terlihat seperti ‘kebiasaan buruk’, tetapi sebenarnya bisa menjadi tanda tingginya kecerdasan emosional. Lantas, apa saja tandanya yang bisa Bunda kenali? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Cara mengenali orang dengan kecerdasan emosional dari kebiasaan buruk

Dilansir Psychology Today, berikut beberapa kebiasaan buruk yang justru menunjukkan kecerdasan emosional seseorang:

1. Sering mengingat dan memikirkan kembali percakapan

Banyak orang pernah mengulang kembali percakapan di dalam pikirannya setelah sebuah obrolan selesai. Mereka mencoba mengingat apa yang dikatakan lawan bicara, bagaimana nada suaranya, atau apakah respons yang diberikan sudah tepat.

Sekilas, mungkin kebiasaan ini terlihat seperti overthinking. Padahal, orang dengan kecerdasan emosional tinggi sering melakukan hal tersebut karena ingin memahami perasaan orang dengan lebih baik.

Mereka mencoba menangkap pesan yang mungkin terlewat, menilai apakah ucapannya menyinggung, atau memahami alasan di balik respons lawan bicara.

Kebiasaan ini membantu mereka mengembangkan empati dan kemampuan melihat suatu situasi dari sudut pandang orang lain. Namun, ada perbedaan antara refleksi yang sehat dan terus-menerus menyalahkan diri sendiri.

Refleksi bertujuan untuk belajar dari pengalaman, sedangkan terlalu larut dalam penyesalan biasanya tidak menghasilkan solusi.

2. Terlihat terlalu banyak memikirkan keputusan

Bunda, sebagian orang mungkin lama berpikir sebelum akhirnya menentukan keputusan. Mereka mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan bagaimana pilihannya akan memengaruhi orang lain.

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi sering melakukan hal ini. Sebelum mengirim pesan sensitif, menyampaikan kritik, atau menyelesaikan konflik, mereka mencoba membayangkan berbagai reaksi yang mungkin akan muncul.

Mereka bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga dampaknya terhadap keluarga, teman, pasangan, atau rekan kerja.

Dari luar, sikap ini bisa terlihat seperti ragu-ragu atau kurang tegas. Namun sebenarnya, mereka sedang mempertimbangkan konsekuensi emosional dari tindakan yang akan diambil.

Mereka berhati-hati karena peduli terhadap perasaan orang lain, bukan karena takut mengambil keputusan.

3. Sering menganalisis perasaan sendiri

Kebiasaan buruk lainnya dari orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi adalah terlalu memikirkan reaksi emosional diri sendiri.

Misalnya, seseorang menyadari bahwa ia tiba-tiba merasa kesal saat rapat atau merasa tidak nyaman setelah bertemu seseorang. Alih-alih mengabaikan perasaan tersebut, mereka akan mencari penyebabnya.

Mereka bertanya pada diri sendiri, “Mengapa saya merasa seperti ini?”. Kemampuan mengenali dan memberi nama pada emosi membantu seseorang mengelola perasaannya dengan lebih baik.

Ketika memahami sumber emosionalnya, mereka cenderung merespons secara tenang dan bijaksana dibanding bereaksi secara impulsif.

Mereka tidak menekan emosi yang tidak nyaman, tetapi berusaha memahaminya agar bisa mengambil tindakan yang lebih di kemudian hari.

Nah, itulah beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang dengan kecerdasan emosional tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda