Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Suka Playing Victim, Jangan Terkecoh

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 26 Jun 2026 18:00 WIB

Ilustrasi Teman
Ilustrasi 10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang yang Playing Victim/Foto: Getty Images/iStockphoto/Thicha Satapitanon
Daftar Isi
Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, Bunda mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang merasa paling tersakiti setiap kali terjadi masalah. Bahkan, saat melakukan kesalahan, ia justru mencari alasan atau menyalahkan keadaan agar terlihat sebagai pihak yang dirugikan.

Sikap seperti ini dikenal dengan istilah playing victim. Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah dari ucapan yang sering dilontarkan saat menghadapi konflik, kritik, atau perbedaan pendapat.

Tanpa disadari, kalimat-kalimat tersebut digunakan untuk menghindari tanggung jawab sekaligus mengundang rasa iba dari orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Kalimat yang biasa diucapkan orang playing victim

Dilansir Your Tango, penting bagi Bunda untuk mengenali kalimat yang biasa diucapkan orang yang playing victim agar tidak mudah terkecoh dan bisa menyikapi situasi dengan lebih bijak. Berikut beberapa kalimatnya:

1. “Kamu yang membuatku melakukan ini”

Mengalihkan kesalahan adalah taktik klasik bagi orang-orang dengan mental korban. Mereka lebih suka menggambarkan orang lain sebagai pelaku kesalahan atau perilaku buruk karena hal itu memudahkannya untuk mengendalikan emosi.

2. “Itu bukan salahku”

Banyak orang percaya bahwa bertanggung jawab atau mengakui kesalahan adalah tanda kelemahan. Mereka lebih memilih untuk menghindari permintaan maaf untuk melindungi citranya sendiri.

Mereka menutupi jejak kesalahan dengan menggunakan kalimat “Itu bukan salahku” karena membuatnya terlihat lebih baik, padahal sebenarnya itu menunjukkan ketidakmampuan mereka.

3. “Aku punya nasib buruk sekali”

Ungkapan ini sering kali disampaikan sebagai alasan, dan bisa merendahkan etos kerja orang lain.

Mereka percaya bahwa kesulitan dan penyesalan adalah kesalahan orang lain, sehingga mereka tidak perlu mengakui kenyataan.

4. “Tidak ada hal baik yang pernah terjadi padaku”

Mengatakan hal ini jauh lebih mudah daripada mengakui bahwa mereka tidak memiliki motivasi untuk mengubah hidup atau rasa harga diri untuk menumbuhkan kebiasaan yang lebih baik.

5. “Jangan membuatku terlihat buruk”

Orang yang tidak percaya diri sering kali menghindari tanggung jawab dan mengalihkan kesalahan. Mereka lebih suka orang lain merasa diserang dan rendah diri, selama mereka bukan orang jahat.

“Berhenti membuatku terlihat buruk” adalah apa yang mereka katakan kepada seseorang yang menjadi cermin kesalahan mereka. Mereka bersikap defensif karena tidak bisa berpura-pura.

6. “Kamu selalu berusaha menjebakku”

Kebanyakan orang yang tidak percaya diri menganggap umpan baik dan kritik sebagai serangan. Hal ini karena mereka menginginkan perhatian dan menganggap dirinya sebagai pusat kehidupan semua orang.

7. “Aku tidak pantas mendapatkan ini”

Orang playing victim merasa bahwa dunia harus tunduk pada kebutuhannya dan membuat hidup nyaman karena mereka berada di posisi yang lebih tinggi daripada orang biasa.

Sebuah studi dari NYU, menunjukkan bahwa perilaku narsistik yang khas ini berakar pada rasa tidak aman. Mereka mengkompensasi rasa ketidakmampuan yang mendalam, dan mereka membutuhkan orang lain untuk percaya bahwa mereka berharga agar merasa aman.

8. “Kamu tidak mengerti betapa sulitnya hidupku”

Mereka selalu melebih-lebihkan penderitaannya dan mengalihkan kesalahan agar dapat menarik perhatian dan simpati orang lain. Ironisnya, hidup mereka terasa lebih mudah saat orang lain menganggap hidupnya sengsara.

9. “Berhenti menyerangku”

Ketika seseorang tidak bisa menerima umpan balik, itu karena mereka tidak tertarik untuk bertanggung jawab atau mengubah apa pun. Mereka menginginkan hidup yang mudah, dan belajar untuk berkembang sebagai pribadi bukanlah hal yang mudah.

10. “Tidak ada yang bisa saya lakukan”

Orang yang suka playing victim sering kali bertindak sebagai korban agar mendapat simpati tanpa harus mengubah apa pun. Mereka lebih tertarik untuk bersikap pasif dan mendesak orang lain untuk melakukan pekerjaan berat baginya.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang playing victim. Hati-hati, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda