MOM'S LIFE
7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 27 Jun 2026 15:10 WIBKecerdasan emosional (EQ) atau Emotional Quotient (EQ) dapat memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan berempati. EQ seseorang dapat dinilai dari caranya berinteraksi dengan orang lain, Bunda.
Ya, tidak semua orang mampu mengelola emosi dengan baik. Ada yang mudah tersinggung, sulit menerima kritik atau bereaksi berlebihan ketika menghadapi masalah.
Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri orang dengan EQ rendah sangat penting. Hal tersebut dapat membantu kita memahami pola perilaku seseorang sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengembangkan kecerdasan emosional.
Kebiasaan orang dengan EQ rendah
Melansir dari laman Parade, berikut cara mengenali seseorang yang memiliki EQ rendah dilihat dari kebiasaannya:
1. Tidak peka terhadap perasaan orang lain
Orang dengan EQ rendah biasanya juga kurang memiliki kemampuan untuk menilai banyak hal yang berkaitan dengan emosi. Mereka sulit untuk memahami perasaan orang lain, Bunda.
"Ini adalah tanda langsung dari defisit dalam memahami emosi, khususnya dalam menguraikan isyarat non-verbal," kata psikolog Dr. Jenny Shields.
"Tipe orang ini kesulitan membaca data afektif yang terdapat dalam ekspresi wajah dan nada suara. Mereka mungkin terus berbicara dengan antusias tentang diri mereka sendiri kepada seorang orang lain tanpa memperhatikan raut wajah dan nada datar orang lain, yang dapat menandakan kekecewaan," lanjutnya.
2. Mudah stres
Seseorang dengan EQ rendah umumnya kesulitan untuk mengendalikan stres. Mereka sulit mengelola dan mengendalikan emosi sehingga mudah mengalami ledakan emosi ketika sesuatu berjalan tidak sesuai harapan.
"Mudah stres sering kali menunjukkan defisit dalam pengaturan emosi, sebuah fungsi eksekutif inti. Individu dengan kecerdasan emosional rendah mungkin kesulitan dalam memprediksi emosi dengan buruk, artinya mereka melebih-lebihkan durasi dan intensitas keadaan emosi negatif, menyebabkan mereka menganggap stresor lebih dahsyat daripada yang sebenarnya," ujar Shields.
"Misalnya, mereka mungkin menganggap kemunduran kecil di tempat kerja sebagai peristiwa yang dapat mengakhiri karier karena mereka kurang mampu meredam kepanikan dan kecemasan," sambungnya.
3. Suka membuat lelucon yang merugikan orang lain
Lelucon bisa saja menyenangkan, terutama bila bersifat ringan dan orang lain memahaminya. Namun, jika lelucon tersebut merugikan orang lain, maka itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki kecerdasan emosional yang rendah.
"Membuat lelucon yang merugikan orang lain menunjukkan kekurangan dalam empati kognitif, yaitu kemampuan untuk memahami perspektif orang lain dan merupakan tanda kecerdasan emosional yang rendah," ujar Shield.
"Seseorang yang melakukan hal itu mungkin gagal untuk memahami pengalaman internal orang lain dan secara akurat memprediksi bahwa lelucon tersebut akan diterima sebagai penghinaan sosial daripada humor. Misalnya, mereka mungkin menggoda seseorang tentang kesalahan kecil, tanpa memperhitungkan bahwa mereka kemungkinan akan mengalami penghinaan di depan umum."
4. Menghindari percakapan yang emosional
Menurut psikolog Dr. Jaime Zuckerman, orang dengan kecerdasan emosional rendah sering menghindari percakapan yang emosional. Hal ini karena mereka tidak memiliki hubungan dengan koneksi emosional yang dalam dan bermakna, Bunda.
"Mereka tidak berbagi emosi dan mereka kesulitan mengaturnya. Hal itu menyebabkan mereka menghindari emosi sama sekali," ujar Zuckerman.
Seseorang dengan EQ rendah biasanya kesulitan mendefinisikan emosi mereka sendiri, sehingga mereka tidak berbagi hal-hal yang rentan atau emosional dengan orang lain. Misalnya, mereka mungkin menghindari membahas konflik dengan pasangan, karena kekurangan kosakata emosional untuk menggambarkan keadaan batin mereka sendiri atau menafsirkan keadaan pasangan.
5. Suka menyalahkan orang lain atas masalah mereka
Orang-orang dengan EQ rendah tidak selaras dengan perasaan dan pikiran mereka. Kondisi tersebut membuat mereka sulit untuk bertanggung jawab jika mereka bersalah atas sesuatu.
"Mereka yang memiliki kecerdasan emosional rendah cenderung memiliki wawasan dan kesadaran yang lebih buruk tentang keadaan emosional dan kognitif dirinya sendiri," kata Zuckerman.
"Mereka cenderung kurang menghargai emosi orang lain dan memiliki keterampilan penyelesaian konflik interpersonal yang buruk. Mereka yang memiliki kecerdasan emosional rendah berusaha untuk 'benar' dalam sebagian besar hal dan memiliki kapasitas terbatas untuk mengenali pendapat atau perspektif orang lain," lanjutnya.
6. Suka memendam dendam
Menurut Shields, tanda lain dari kecerdasan emosional yang rendah adalah jika seseorang menyimpan dendam terhadap orang lain. Mereka mungkin menyimpan amarah karena penghinaan di masa lalu dan terjebak secara kognitif, sehingga terus-menerus memutar ulang perasaan tersebut tanpa memperbarui persepsi dengan konteks baru.
"Ini menunjukkan kegagalan dalam pembingkaian ulang kognitif atau strategi pengaturan emosi," ungkap Shields.
"Individu tersebut terpaku pada interpretasi negatif di awal dan tidak mampu menilai kembali situasi tersebut dari perspektif yang berbeda."
7. Suka mengalami ledakan emosi
Salah satu tanda orang memiliki EQ rendah adalah kecenderungan untuk mengalami ledakan emosi tak terduga. Misalnya, stres dapat membuat seseorang dengan EQ rendah panik, sehingga mereka sering mengalami ledakan emosi yang bisa menjadi tanda bahaya.
"Ledakan emosi dapat berasal dari granularitas emosi yang rendah, yaitu kemampuan untuk membedakan emosi dengan tepat," tutur Shield.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Mengenali Orang dengan EQ Rendah Dilihat dari Kebiasaan Bersosialisasi
5 Kalimat yang Sering Diucap Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi Menurut Psikolog
4 Ciri Seseorang Kurang Cerdas Secara Emosional, Salah Satunya Suka Menyalahkan Orang Lain
6 Zodiak dengan Kecerdasan Emosional Tinggi, Paling Bisa Memahami Perasaan Orang
TERPOPULER
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
5 Potret Jung Eun Chae yang Viral sebagai Polisi di Drama Korea 'Flex X Cop 2'
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Polo Oversized Linen-Twill: Adem Buat Cuaca Panas Jakarta?
-
Beautynesia
Ini Perbedaan Anoreksia dan Bulimia yang Perlu Diketahui
-
Female Daily
Kulit Lagi Overwhelmed Sama Skincare? Ini 5 Tanda Wajahmu Butuh Istirahat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video: Bikin Salfok! Michelle Halim Bawa Tas Anggur ke Fashion Show
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya