moms-life
Ciri Orang EQ Rendah dari Kebiasaan Sehari-hari
HaiBunda
Sabtu, 08 Aug 2026 09:45 WIB
Daftar Isi
Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) berperan penting dalam cara seseorang memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain.
Orang dengan EQ yang baik umumnya lebih mudah berempati, menjaga hubungan, dan menghadapi situasi yang penuh tekanan.
Sebaliknya, orang dengan EQ rendah sering kali tidak menyadari isyarat emosional di sekitarnya. Bukan karena sengaja, tetapi karena kemampuan memahami dan mengelola emosi mereka belum berkembang dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini bisa terlihat dari berbagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa saja ciri orang dengan EQ rendah menurut psikolog? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Ciri orang EQ rendah dengan kebiasaan sehari-hari
Dilansir Parade, Psikolog Dr. Jaime Zuckerman dan Dr. Jenny Shield berbagi bahwa kecerdasan emosional bisa sulit dikenali, terutama ketika perilaku tertentu luput dari perhatian.
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi sendiri sekaligus mengenali dan menanggapi emosi orang lain. Sederhananya, ini berarti sikap cerdas tentang perasaan.
Ada beberapa perilaku yang dapat menandakan orang dengan EQ yang rendah menurut psikolog. Berikut di antaranya:
1. Mudah stres
Ketidakmampuan untuk menyadari kondisi emosi saat ini, beserta kesadaran akan pemicunya, dan ketidakmampuan untuk mengatur emosi yang meningkat, akan menyebabkan respons yang mungkin tidak proporsional dengan konteks situasi dan merupakan contoh perilaku yang menandakan kecerdasan emosional yang rendah.
Shield setuju, menambahkan bahwa kemampuan untuk mengelola dan mengendalikan emosi sehingga tidak mengalami ledakan emosi ketika sesuatu berjalan tidak sesuai harapan adalah kunci kecerdasan emosional.
2. Menghindari percakapan yang emosional
Zuckerman mencatat bahwa biasanya orang dengan EQ rendah tidak memiliki hubungan dengan koneksi emosional yang dalam dan bermakna, karena mereka tidak berbagi emosi mereka dan mereka sulit mengaturnya, yang menyebabkan mereka menghindari emosi sama sekali.
Shield menjelaskan lebih lanjut bahwa seseorang dengan EQ rendah kesulitan mendefinisikan emosinya sendiri, sehingga sebagian alasannya adalah mengapa mereka tidak berbagi hal-hal yang rentan atau emosional dengan orang lain.
3. Lelucon yang merugikan orang lain
Lelucon bisa menyenangkan, terutama jika bersifat ringan dan Bunda memahaminya, tetapi jika lelucon tersebut merugikan orang lain, itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki kecerdasan emosional yang rendah.
Membuat lelucon yang merugikan orang lain menunjukkan kekurangan dalam empat kognitif, yaitu kemampuan untuk memahami perspektif orang lain dan merupakan tanda kecerdasan emosional yang rendah.
4. Tidak peka terhadap perasaan orang lain
Orang dengan EQ rendah kurang memiliki kemampuan untuk menilai banyak hal yang berkaitan dengan emosi, dan ini termasuk orang lain juga.
“Ini adalah tanda langsung dari defisit dalam memahami emosi, khususnya dalam menguraikan isyarat non-verbal,” ujar Shield.
5. Memendam dendam
Shield mengungkap tanda lain dari kecerdasan emosional yang rendah yang dapat Bunda perhatikan adalah jika seseorang menyimpan dendam terhadap anggota keluarga, teman, atau bahkan rekan kerja.
“Ini menunjukkan kegagalan pembingkaian ulang kognitif, strategi pengaturan emosi yang penting,” ujarnya.
Individu tersebut terpaku pada interpretasi negatif awal mereka terhadap suatu peristiwa dan tidak mampu menilai kembali situasi tersebut dari perspektif yang berbeda.
“Mereka mungkin tetap marah selama bertahun-tahun karena penghinaan di masa lalu karena mereka terjebak secara kognitif, terus-menerus memutar ulang pelanggaran awal tanpa memperbarui persepsi mereka dengan konteks baru,” ujar Shield.
6. Menyalahkan orang lain
Tindakan menyalahkan orang lain sering kali didorong oleh gaya atribusi eksternal, sebuah mekanisme pertahanan untuk melindungi citra diri dan pemahaman seseorang.
Menerima tanggung jawab pribadi akan menciptakan disonansi sebagai orang cerdas yang kesulitan mengatur waktu.
Orang-orang dengan EQ rendah tidak selaras dengan perasaan dan pikiran batin mereka, dan sulit bagi mereka untuk bertanggung jawab jika mereka bersalah atas sesuatu.
“Mereka yang memiliki kecerdasan emosional rendah cenderung memiliki wawasan dan kesadaran yang lebih buruk tentang keadaan emosional dan kognitif mereka,” Zuckerman.
7. Mengalami ledakan emosi
Mirip dengan bagaimana stres dapat membuat seseorang dengan EQ rendah panik, mereka sering mengalami ledakan emosi secara umum, yang bisa menjadi tanda bahaya.
“Ledakan emosi dapat berasal dari granularitas emosi yang rendah, yaitu kemampuan untuk membedakan emosi yang tepat,” ujar Shield.
Nah, itulah beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat Bunda kenali dari orang dengan EQ rendah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Cara Mengenali Orang dengan EQ Rendah Dilihat dari Kebiasaan Bersosialisasi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kenali Tanda Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional Lewat Sikap Sehari-hari
Cara Mengenali Orang Karismatik dari Ucapan Sederhana, Bunda Termasuk?
Cara Mengenali Orang dengan Self-Esteem Rendah Menurut Psikolog