MOM'S LIFE
3 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaan Psikologis yang Dilakukan Sehari-hari
Azhar Hanifah | HaiBunda
Selasa, 30 Jun 2026 22:00 WIBKecerdasan yang tinggi tidak hanya terlihat dari kemampuan seseorang dalam berpikir atau memecahkan masalah. Orang dengan IQ tinggi juga memiliki cara tersendiri dalam mengatur emosi, menghadapi tekanan, dan mengambil keputusan dalam keseharian.
Dalam menjalani kegiatannya, mereka menerapkan beberapa trik psikologis yang membantu menjaga fokus dan mendukung perkembangan diri. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara mereka beradaptasi dengan berbagai tantangan serta tetap berorientasi pada tujuan jangka panjang.
Lantas, seperti apa kebiasaan yang sering dilakukan oleh pemilik IQ tinggi? Simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
3 Cara mengenali orang dengan IQ tinggi dari kebiasaan psikologis yang dilakukan sehari-hari
Menilik dari laman Your Tango, seorang dokter yang mempelajari cara kerja otak menjelaskan bahwa orang dengan IQ tinggi memiliki pola pikir tertentu yang membantu mereka menjadi lebih tangguh secara mental.
Mereka menerapkan beberapa kebiasaan psikologis dalam keseharian yang membuat mereka lebih siap menghadapi tekanan dan lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.
Berikut ini penjelasan selengkapnya:
1. Berusaha melakukan lebih dari target yang ditetapkan
Salah satu kebiasaan yang kerap dimiliki orang dengan IQ tinggi adalah tidak berhenti tepat pada target yang sudah dibuat. Mereka sengaja menambahkan sedikit usaha lebih dari yang telah direncanakan sebelumnya.
Misalnya, seseorang menargetkan membaca 20 halaman buku, menulis 1.000 kata, atau berlari enam putaran setiap hari. Namun, pada waktu tertentu mereka memilih membaca lebih banyak halaman, menulis lebih banyak kata, atau menambah jumlah putaran lari.
Kebiasaan ini dapat meningkatkan disiplin dan mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan. Penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology juga menunjukkan bahwa perilaku menunda dapat membuat seseorang lebih sulit memulai kebiasaan baru yang sebenarnya bermanfaat.
Dengan membiasakan diri melampaui target, seseorang belajar untuk tidak selalu mengikuti keinginan mencari cara yang paling mudah. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri karena mereka mampu melakukan lebih dari yang awalnya diperkirakan.
2. Tidak ragu mencoba hal baru
Bunda perlu tahu, orang dengan IQ tinggi berani keluar dari rutinitas yang biasa mereka jalani. Mereka sengaja mencoba pengalaman baru untuk melatih kemampuan beradaptasi dan menghadapi berbagai situasi.
Bukan untuk mempersulit diri, pengalaman tersebut dilakukan agar pikiran lebih siap menerima perubahan dan menghadapi tantangan yang mungkin datang, Bunda.
Beberapa contoh yang dapat dilakukan misalnya bangun pukul 04.00 pagi selama beberapa hari, menjalani detoks digital tanpa gawai, mengatur pola makan dengan disiplin, atau mencoba lari jarak jauh meski belum terbiasa. Kebiasaan ini membantu seseorang lebih nyaman menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan kebiasaannya.
Saat terbiasa menghadapi rasa tidak nyaman, seseorang biasanya menjadi lebih siap ketika menghadapi tantangan yang tidak terduga. Mereka pun dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik dalam berbagai kondisi.
Penelitian yang diterbitkan dalam Psychiatry Research pada 2017 juga menemukan bahwa latihan mindfulness atau meditasi selama delapan minggu dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan pola pikir yang lebih positif pada individu dengan gangguan kecemasan.
3. Mampu menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar
Orang dengan IQ tinggi juga dikenal mampu menahan keinginan sesaat demi mencapai tujuan jangka panjang. Mereka tidak selalu langsung memenuhi apa yang diinginkan jika hal tersebut dapat mengganggu prioritas yang lebih penting.
Contohnya, mereka tetap menyelesaikan pekerjaan meski mendapat ajakan berkumpul, mengabaikan notifikasi media sosial saat sedang fokus, atau menunda makan makanan favorit ketika sedang menjalani pola hidup sehat.
Bukan berarti mereka tidak menikmati hal-hal tersebut. Mereka hanya memilih waktu yang lebih tepat sehingga tetap bisa menikmati kesenangan tanpa mengabaikan tujuan utama yang ingin dicapai.
Penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa kemampuan menunda kepuasan demi manfaat yang lebih besar di masa depan berkaitan dengan berbagai hasil positif. Kemampuan ini juga dikaitkan dengan prestasi akademik yang lebih baik serta keterampilan sosial yang lebih kuat.
Salah satu pola pikir yang sering mereka gunakan yaitu:
"Saya bisa melakukannya, tetapi bukan hari ini. Saya akan melakukannya pada waktu yang sudah saya tentukan."
Strategi sederhana ini membantu seseorang tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, cara tersebut juga dapat mengurangi kecenderungan mengambil keputusan secara terburu-buru.
Mengapa kebiasaan ini penting?
Ketiga trik psikologis tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun ketangguhan mental. Orang dengan IQ tinggi memahami bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kecerdasan, tetapi juga pada kemampuan mengendalikan diri, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan konsisten dalam mencapai tujuan.
Secara sederhana, kebiasaan yang sering mereka terapkan meliputi:
- Berusaha melampaui target harian untuk meningkatkan disiplin.
- Mencoba pengalaman baru untuk melatih kemampuan beradaptasi.
- Menunda kesenangan sesaat demi memperoleh manfaat yang lebih besar di masa depan.
Semakin sering ketiga kemampuan tersebut dilatih, semakin baik pula seseorang dalam menghadapi tantangan hidup. Hal ini membuat mental menjadi lebih kuat dan membantu mereka tetap bertahan dalam berbagai situasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)