MOM'S LIFE
Tes Darah Berpotensi Jadi Cara Baru untuk Mendeteksi Alzheimer
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 08 Jul 2026 20:40 WIBBadan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) resmi memberikan izin edar untuk alat tes laboratorium pertama yang menggunakan sampel darah guna membantu mendiagnosis penyakit Alzheimer.
Tes bernama Lumipulse G pTau217/β-Amyloid 1-42 Plasma Ratio ini ditujukan untuk mendeteksi lebih dini adanya plak amiloid yang berkaitan dengan Alzheimer pada orang dewasa berusia 55 tahun ke atas yang sudah menunjukkan tanda dan gejala penyakit tersebut.
Dilansir FDA, komisioner FDA, Martin A. Makary, mengatakan bahwa Alzheimer memengaruhi banyak orang, bahkan jumlah penderitanya lebih banyak dibandingkan gabungan khusus kanker payudara dan kanker prostat.
Saat ini sekitar 10 persen orang berusia 65 tahun ke atas hidup dengan Alzheimer, dan angka tersebut diperkirakan akan berlipat ganda pada 2050. Ia berharap inovasi seperti tes darah ini dapat membantu lebih banyak pasien mendapatkan diagnosis lebih cepat.
Tes darah yang lebih praktis dibandingkan pemindaian otak
Alzheimer merupakan penyakit pada otak yang berkembang secara bertahap. Penyakit dapat merusak daya ingat, kemampuan berpikir, hingga akhirnya membuat seseorang sulit melakukan aktivitas sehari-hari yang paling sederhana.
Pada kebanyakan orang, gejalanya mungkin baru muncul ketika memasuki usia lanjut. Salah satu ciri khasnya adalah plak amiloid di otak.
Meski plak tersebut juga bisa ditemukan pada beberapa penyakit lain, keberadaannya dapat membantu dokter menentukan penyebab gangguan kognitif yang dialami pasien.
Selama ini, plak amiloid biasanya dideteksi menggunakan pemindaian PET (Positron Emission Tomography) pada otak.
Pemeriksaan ini memang bisa menemukan plak bahkan bertahun-tahun sebelum gejala muncul, tetapi biayanya mahal, memerlukan waktu lebih lama, dan membuat pasien terpapar radiasi. Tes darah baru ini menawarkan cara yang jauh lebih sederhana.
Hasil tes darah untuk mendeteksi penyakit Alzheimer
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tes Lumipulse memiliki akurasi lebih dari 90 persen dalam mendeteksi perubahan yang terkait dengan Alzheimer.
Namun, tes ini masih dalam tahap penyempurnaan dan belum dapat mendiagnosis penyakit Alzheimer secara mandiri. Tes Lumipulse dimaksudkan sebagai bagian dari evakuasi penyakit Alzheimer, termasuk riwayat fisi dan medis serta pemindaian pencitraan otak.
Tingkat akurasi berbeda antara Lumipulse dan tes darah lain yang digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit Alzheimer.
Sebelum melakukannya, tentu Bunda disarankan untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan profesional kesehatan tentang tes mana yang paling tepat.
Siapa yang boleh mengikuti tes darah untuk deteksi Alzheimer?
Dilansir Mayo Clinic, tes ini disetujui untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang memiliki masalah ingatan atau berpikir dini, seperti lupa nama, salah menaruh barang, atau mengulang pertanyaan.
Tes ini belum direkomendasikan untuk pemeriksaan umum pada orang tanpa gejala. Bunda dan tenaga kesehatan dapat memutuskan apakah tes ini tepat untuk Bunda.
Kebiasaan sehat untuk melindungi otak dari Alzheimer
Bunda dapat melakukan beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengurangi risiko demensia atau Alzheimer. Berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari verywell health:
1. Rutin melakukan aktivitas fisik
Olahraga secara teratur sangat berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah. Menurut hasil penelitian yang dipresentasikan pada Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer tahun 2025, aktivitas fisik, terutama berjalan kaki, melindungi terhadap penurunan kognitif, bahkan di antara orang-orang yang memiliki gen yang rentan terhadap penyakit Alzheimer.
2. Mengelola stres dengan baik
Mengelola stres yang baik berarti mempelajari cara menghadapi stres secara produktif, sekaligus belajar mengambil tindakan untuk mengurangi pengalaman stres dalam hidup.
3. Mengubah pola makan
Pola makan sehat adalah salah satu dari beberapa faktor yang dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer.
Menurut hasil uji coba Gangguan Kognitif dan Disabilitas Geriatrik Finlandia (FINGER), melakukan modifikasi diet, bersama dengan intervensi lain, seperti mengelola kesehatan jantung dan diabetes, dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer.
4. Nikmati bersosialisasi
Aktivitas dan partisipasi sosial termasuk di antara kebiasaan gaya hidup yang terbukti mengurangi risiko demensia.
Interaksi sosial yang berkualitas dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kemampuan berpikir.
5. Latihan kognitif
Pelatihan kognitif mencakup strategi untuk mempertahankan dan menantang kemampuan berpikir sebagai metode untuk mencegah atau memperlambat penurunan kognitif. Teknik-tekniknya meliputi realitas virtual, pelatihan kesehatan, dan pendidikan.
Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda ketahui terkait tes darah untuk mendeteksi penyakit Alzheimer hingga kebiasaan sehat untuk melindungi otak. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
David Beckham Buktikan Asma Bukan Penghalang Jadi Atlet Dunia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Kebiasaan Penyebab Alzheimer, Waspadai Pikun di Masa Depan!
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
TERPOPULER
Ciri Orang yang Punya Energi Positif, Terlihat dari Sikap dan Cara Berinteraksi
IVF Sambil Liburan ke Eropa Jadi Tren Baru Promil di Kalangan Pasangan AS
Terpopuler: Ciri Orang yang Punya Daya Tarik Kuat
7 Zodiak Paling Cocok Jadi Pemimpin, Punya Jiwa Leadership yang Kuat
Suri Jabrik Keponakan Luna Maya Jalani Ritual Sambut Momen Dewasa, Ini Potretnya
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
13 Drama China Jing Boran Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'The Early Spring'
IVF Sambil Liburan ke Eropa Jadi Tren Baru Promil di Kalangan Pasangan AS
Ciri Orang yang Punya Energi Positif, Terlihat dari Sikap dan Cara Berinteraksi
Terpopuler: Ciri Orang yang Punya Daya Tarik Kuat
7 Zodiak Paling Cocok Jadi Pemimpin, Punya Jiwa Leadership yang Kuat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Kaki Keliatan Ramping? Coba Celana Yang Jadi Favorit Ini
-
Beautynesia
Pencinta Buku Wajib Catat! Ini 5 Adaptasi Buku ke Film yang Patut Dinantikan Tahun Ini
-
Female Daily
Jennie Bikin Adidas Superstar Makin Feminin Lewat Koleksi Balletcore Terbarunya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kanye West Serang Kim Kardashian Soal Gaya Fashion North West yang Terlalu Tua
-
Mommies Daily
Jangan Sampai Salah Dress Code Kantor! Ini Bedanya Smart Casual, Business Casual hingga Business Formal