Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Gejala yang Sering Terlewat Sebelum Serangan Jantung di Usia Muda

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 29 Jun 2026 12:30 WIB

ilustrasi serangan jantung
Ilustrasi cara mengenali gejala yang sering terlewat sebelum serangan jantung di usia muda / Foto: Getty Images/iStockphoto/monstArrr_
Daftar Isi
Jakarta -

Mengenali tanda serangan jantung sejak dini tentu sangat penting. Sebab, penyakit mematikan ini tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, tetapi juga anak muda.

Sering kali gejala serangan jantung diabaikan karena disalahartikan sebagai masalah kesehatan lain. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya gangguan serius setelah kondisinya semakin parah.

Hal itu juga pernah dialami oleh Peter Martini, yang didiagnosis menderita hiperkolesterolemia familiar homozigot (HoFH), suatu kondisi kolesterol bawaan yang sangat langka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dilansir Your Tango, ini adalah bentuk hiperkolesterolemia familia yang paling parah, suatu kelainan pada cara tubuh membersihkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), yang disebut sebagai kolesterol ‘jahat’. Penderita HoFH berisiko mengalami penyakit aterosklerosis dini dan serangan jantung, bahkan di usia remaja.

5 Tanda serangan jantung di usia muda

Berikut beberapa tanda serangan jantung di usia muda yang dapat Bunda waspadai:

1. Mudah sesak napas saat beraktivitas

Peter menceritakan gejala pertama muncul saat berusia 16 tahun. Awalnya, ia mengira hanya mengalami asma karena sering merasa sesak ketika berolahraga.

“Sejak kecil saya selalu aktif, tetapi ketika berusia sekitar 16 tahun, saya mulai mengalami gejala asma. Saya mencoba mengatasinya, tetapi gejalanya malah semakin parah. Rasanya semakin keras saya berlatih, semakin lemah saya jadinya,” ungkap Peter.

Kondisinya terus memburuk. Semakin keras ia berlatih, tubuhnya justru semakin lemah. Bahkan, pada usia 17 tahun, ia kesulitan berlari jarak pendek dan merasa seperti tidak mendapatkan cukup udara saat bernapas.

2. Muncul benjolan di persendian

Ketika berusia 19 tahun, ia mulai melihat benjolan kecil pada beberapa bagian sendi, terutama di sekitar jari tangan. Seiring waktu, ukurannya semakin besar hingga menyerupai bola kecil. Setelah diperiksa, benjolan tersebut bukan kanker.

“Awalnya, benjolan-benjolan itu hanya berupa bintik-bintik kecil, tetapi saat saya berusia 21 tahun, benjolan-benjolan itu tampak seperti bola golf di buku jari saya,” ujar Peter.

Dokter saat menganggapnya sebagai penumpukan lemak yang tidak berbahaya. Padahal, benjolan seperti ini dapat menjadi tanda tingginya kadar kolesterol yang menumpuk di jaringan tubuh.

Sayangnya, gejala tersebut sering tidak dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, terutama pada orang yang masih berusia muda.

3. Kemampuan fisik menurun tanpa penyebab

Ia dikenal aktif dan gemar berselancar sejak kecil. Namun, aktivitas yang sebelumnya terasa mudah perlahan menjadi sangat melelahkan. Saat berada di laut, ia sering merasa panik karena tidak memiliki tenaga untuk kembali ke pantai.

Tubuhnya terasa semakin lemah meskipun tetap berusaha menjaga kebugaran. Penurunan stamina yang terjadi secara bertahap sering dianggap sebagai kelelahan biasa.

Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa aliran darah dan pasokan oksigen ke tubuh tidak berjalan optimal.

4. Sering merasa lemas hampir pingsan

Pada usia 27 tahun, ia mendadak merasa sangat lemas ketika sedang bekerja. Sensasinya seperti akan kehilangan kesadaran.

Lantaran gejalanya menghilang setelah istirahat, ia mengabaikannya dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Perasaan melayang, pusing berat, atau hampir pingsan sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika muncul tanpa penyebab yang jelas.

“Saya sedang bekerja, dan tiba-tiba saya merasa akan pingsan. Saya pikir mungkin saya hanya kelelahan dan perlu istirahat sejenak. Setelah beberapa menit, gejalanya hilang, dan saya melanjutkan aktivitas saya,” tutur Peter.

5. Nyeri dada yang disangka maag

Keesokan harinya, ia merasa sensasi terbakar di dada yang menurutnya mirip sakit maag atau asam lambung.

Ia mencoba mengatasi keluhan tersebut dengan obat yang dijual bebas. Namun, rasa tidak nyaman tak kunjung membaik selama beberapa jam. Setelah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, dokter menemukan bahwa ia sebenarnya sedang mengalami serangan jantung.

“Sebelas tahun sejak pertama kali saya mengalami gejala, akhirnya saya mendapat jawaban. Dengan diagnosis yang sudah di tangan, dokter segera membawa saya ke ruang operasi dan memasang tiga stent di jantung saya,” tuturnya.

Nah, itulah beberapa tanda serangan jantung yang dapat dikenali sejak usia muda. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda