Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Cara Mengenali Seseorang sedang Berbohong, Bisa Dilihat dari Senyumannya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 14 Jul 2026 06:30 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi Cara Mengenali Seseorang Sedang Berbohong/Foto: Getty Images/MTStock Studio
Daftar Isi
Jakarta -

Kebohongan kecil itu terucap lebih sering daripada yang disadari. Sebuah studi menemukan bahwa rata-rata orang Amerika berbohong sekitar 11 kali per minggu.

Penelitian lain menunjukkan bahwa angka itu cenderung konservatif. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Basic and Applied Social Psychology menemukan bahwa 60 persen orang tidak dapat bertahan 10 menit tanpa berbohong setidaknya sekali.

Lebih buruknya, mereka yang berbohong sebenarnya mengatakan rata-rata tiga kebohongan selama percakapan singkat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dilansir dari laman Better by Today, survei terhadap lebih dari 100 mahasiswa pascasarjana psikologi yang saat ini atau sebelumnya menjalani terapi, Leslie Martin, PhD, dari pusat konseling Universitas Wake Forest, menemukan bahwa 37 persen yang melaporkan berbohong, sebagian besar melakukannya untuk melindungi diri sendiri, terutama menghindari rasa malu atau canggung.

Cara mengenali orang yang sedang berbohong

Penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science menemukan bahwa setiap orang memiliki naluri bawaan untuk mendeteksi pembohong, tetapi naluri tersebut sering kali diabaikan oleh pikiran sadar.

Meskipun membiarkan kebohongan kecil ini berlalu bukanlah hidup atau mati, ada situasi yang lebih serius di mana kemampuan untuk memverifikasi kebohongan adalah keterampilan penting.

Untungnya, ada langkah-langkah aktif yang dapat diambil untuk meningkatkan kemampuan Bunda mendeteksi kebohongan. Berikut di antaranya:

1. Kenali perilaku normalnya

Pakar analisis perilaku sekaligus CEO Ternion Risk Mitigation Group, Roger Strecker Sr., mengatakan langkah pertama untuk mengenali kebohongan adalah memahami perilaku normal seseorang saat berbicara dalam situasi yang santai atau tanpa tekanan.

Misalnya, ada orang yang memang jarang melakukan kontak mata, sementara yang lain selalu menatap lawan bicara. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan kebiasaan tersebut, melainkan apakah ada perubahan dari perilaku biasanya saat membahas topik tertentu.

2. Perhatikan gerakan mata

Banyak orang menganggap pembohong akan menghindari kontak mata. Namun, penelitian terhadap responden di 58 negara menunjukkan bahwa anggapan tersebut belum tentu benar.

Para peneliti justru menemukan bahwa orang yang berbohong tidak lebih sering menghindari kontak mata dibandingkan orang yang berkata jujur.

Strecker menjelaskan, yang lebih penting adalah melihat perubahan dari kebiasaan seseorang. Misalnya, orang yang biasanya menjaga kontak mata tiba-tiba sering mengalihkan pandangan, berkedip lebih cepat atau lambat, atau menunjukkan perubahan pada pupil mata saat ditanya tentang hal tertentu.

3. Mengamati mikro ekspresi

Penelitian dari Stephen Porter dan tim di Dalhousie University menemukan bahwa wajah seseorang dapat memperlihatkan emosi yang sebenarnya meski hanya berlangsung sepersekian detik. Ekspresi singkat ini dikenal sebagai mikro ekspresi.

Menurut peneliti Leanne ten Brinke, ada beberapa otot wajah yang sulit dikendalikan secara sadar. Karena itu, saat seseorang berusaha menyembunyikan emosi, sesekali akan muncul kilasan ekspresi seperti marah, takut, sedih, atau merasa bersalah.

Meski tidak selalu menandakan kebohongan, ekspresi ini bisa menjadi petunjuk bahwa ada emosi yang sedang disembunyikan.

4. Bedakan senyuman asli dan palsu

Berdasarkan meta-analisis Bella DePaulo, orang yang berbohong lebih sering menekan bibir sehingga senyumnya tampak kaku atau dipaksakan.

Sementara itu, Wendy L. Patrick, pakar perilaku dan mantan jaksa, menjelaskan bahwa senyum yang tulus melibatkan seluruh wajah, terutama area mata yang membentuk garis halus di sudut mata.

Sebaliknya, pada senyum palsu, ekspresi mata dan mulut sering kali tidak selaras sehingga terlihat kurang alami.

5. Perhatikan tanda-tanda stres

Menurut Strecker, berbohong dapat memicu respons stres yang membuat tubuh menunjukkan perubahan fisik tertentu.

Misalnya, lebih sering berkedeip, menelan ludah, menyentuh wajah, memainkan rambut, menggerakkan kaki atau tangan tanpa henti, bernapas lebih cepat, hingga berkeringat di area dahi atau bibir atas.

Meski begitu, tanda-tanda tersebut tidak bisa langsung dijadikan bukti seseorang sedang berbohong. Strecker menekankan bahwa perubahan itu perlu dibandingkan dengan perilaku normal orang tersebut agar penilaiannya lebih akurat.

Nah, itulah beberapa cara mengenali orang yang sedang berbohong. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda