HaiBunda

MOM'S LIFE

Hukum Istri Bekerja untuk Keluarga Menurut Islam

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Minggu, 19 Jul 2026 20:40 WIB
Ilustrasi istri bekerja untuk keluarga / Foto: Getty Images/Rifka Hayati

Bunda termasuk ibu bekerja? Bagaimana hukum istri bekerja untuk keluarga dalam Islam? Yuk kita bahas, Bunda.

Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya dan bekerja, termasuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam ajaran Islam, perempuan memiliki hak untuk memilih pekerjaan halal selama tidak bertentangan dengan syariat.

Untuk itu, bekerja bukanlah sesuatu yang dilarang bagi seorang istri asalkan tetap memperhatikan ketentuan agama dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Meski demikian, Islam juga mengatur sejumlah adab dan syarat yang perlu dipenuhi ketika seorang istri memutuskan untuk bekerja.


Bagaimana sebenarnya hukum istri bekerja untuk keluarga menurut Islam? Mengutip detikcom, berikut penjelasan mengenai perempuan bekerja dalam Islam.

Hukum istri bekerja dalam Islam

Islam tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalam hal memperoleh kesempatan bekerja. Selama pekerjaan tersebut halal dan dilakukan sesuai dengan aturan agama, perempuan diperbolehkan mencari nafkah maupun mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dalam buku Golden Book Keluarga Sakinah karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa dijelaskan bahwa syariat Islam tidak membedakan hukum antara laki-laki dan perempuan dalam urusan bekerja. Namun bagi perempuan yang sudah menikah, aktivitas ini tetap memerlukan izin dari suami karena berkaitan dengan pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga.

Islam juga memberikan kebebasan bagi perempuan untuk memilih pekerjaan, baik dari rumah, di luar rumah, menjalankan usaha sendiri, maupun bekerja di sebuah lembaga. Selama pekerjaan tersebut halal, dilakukan dengan cara yang terhormat, serta tetap menjaga nilai-nilai Islam, maka hal tersebut diperbolehkan.

Sejarah Islam pun mencatat banyak perempuan yang aktif bekerja. Di antaranya Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pengusaha sukses. Selain itu, ada Zainab binti Jahsy yang bekerja sebagai penyamak kulit, Ummu Salim binti Malhan sebagai perias pengantin, hingga Al-Syifa' yang dipercaya Khalifah Umar bin Khattab untuk mengawasi pasar di Madinah.

Syarat istri boleh kerja dalam Islam

Meski diperbolehkan bekerja, ada beberapa ketentuan yang dijelaskan dalam buku 32 Hak Finansial Istri dalam Fikih Muslimah karya Aini Aryani, Lc. Berikut penjelasannya.

1. Mendapat izin suami

Dalam Islam, seorang istri yang ingin bekerja hendaknya memperoleh persetujuan dari suami. Hal ini berkaitan dengan kepemimpinan dalam rumah tangga serta upaya menjaga keharmonisan keluarga.

Rasulullah SAW juga menjelaskan mengenai sifat perempuan terbaik dalam sebuah hadits berikut:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya:

"Pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW, 'Siapakah wanita yang paling baik?' Beliau menjawab, 'Wanita yang menyenangkan suaminya ketika dipandang, menaati suaminya ketika diperintah, dan tidak melakukan sesuatu pada dirinya maupun hartanya yang dibenci suaminya.'" (HR. An-Nasa'i).

Hadist tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi dan kerelaan antara suami dan istri dalam mengambil keputusan, termasuk ketika istri hendak bekerja di luar rumah.

2. Tidak mengabaikan urusan rumah tangga

Bekerja tidak boleh membuat seorang istri melupakan tanggung jawabnya sebagai pasangan maupun ibu. Kebutuhan suami dan anak-anak tetap perlu menjadi perhatian agar kehidupan keluarga berjalan seimbang.

Di sisi lain, tanggung jawab rumah tangga idealnya tidak hanya dibebankan kepada istri. Suami dan istri dapat saling bekerja sama dalam mengurus keluarga sehingga masing-masing mampu menjalankan perannya dengan baik tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga.

3. Menjaga kehormatan diri

Islam juga mengingatkan agar perempuan yang bekerja tetap menjaga aurat, bersikap sopan, serta menghindari perilaku yang dapat menimbulkan fitnah. Setelah menyelesaikan pekerjaan, seorang istri dianjurkan untuk segera pulang dan tidak berlama-lama berada di luar rumah tanpa keperluan.

Bunda juga perlu menghindari kebiasaan berkumpul di luar jam kerja, terutama bersama laki-laki yang bukan mahram. Sikap ini bertujuan menjaga kehormatan diri, memelihara kepercayaan pasangan, sekaligus menghindarkan diri dari potensi perselingkuhan maupun prasangka buruk.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya:

"Jika seorang wanita menjaga salat lima waktunya, berpuasa pada bulan Ramadan, menjaga kehormatan dirinya, dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.'" (HR. Ahmad).

4. Tidak zalim

Selain menjaga keluarga sendiri, seorang istri yang bekerja juga perlu memastikan bahwa pekerjaannya tidak merugikan orang lain. Sebagai contoh, Bunda tidak membebankan pengasuhan anak sepenuhnya kepada orangtua yang sudah lanjut usia atau mengabaikan kebutuhan anak yang masih memerlukan ASI dan pendampingan intensif.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, pekerjaan yang dijalani seorang istri diharapkan tetap membawa manfaat bagi keluarga tanpa mengurangi hak-hak anggota keluarga lainnya.

Pada dasarnya, Islam mendorong setiap muslim untuk beramal dan bekerja dengan cara yang baik. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:

"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.'"

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bertengkar dengan Suami, Bolehkah Bunda Tinggalkan Rumah?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Paling Pendiam saat Kumpul Bareng

Mom's Life asa

Ciri Haid Menjelang Menopause dari Warna Darah dan Tanda yang Dirasakan

Kehamilan Melly Febrida

Perayaan Ulang Tahun Shaquille Anak Cut Meyriska & Roger Danuarta, Sederhana Dikelilingi Keluarga

Parenting Annisa Karnesyia

Cara Mengenali Tanda Penyakit dari Tangan, Mulai Telapak, Kuku, hingga Bentuk Jari

Mom's Life Amira Salsabila

Mel C 'Spice Girl' Ternyata Sudah Menikah, Gaun Pengantin Dirancang Victoria Beckham

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Paling Pendiam saat Kumpul Bareng

Ciri Haid Menjelang Menopause dari Warna Darah dan Tanda yang Dirasakan

Perayaan Ulang Tahun Shaquille Anak Cut Meyriska & Roger Danuarta, Sederhana Dikelilingi Keluarga

Cara Mengenali Tanda Penyakit dari Tangan, Mulai Telapak, Kuku, hingga Bentuk Jari

Journey to Motherhood, Kelas Persalinan yang Bantu Bunda Terhubung dengan Bayi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK