Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Sedih Setelah Pulang Liburan? Ternyata Ada Alasan di Baliknya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 22 Jul 2026 19:10 WIB

Sad asian woman complaining hugging pillow at home
Ilustrasi Sedih Setelah Pulang Liburan? Ternyata Ada Alasan di Baliknya/Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Daftar Isi
Jakarta -

Liburan sering kali menjadi momen yang dinantikan untuk melepas penat dan menikmati suasana baru. Namun, tidak sedikit orang justru merasa sedih atau kehilangan semangat sesaat setelah kembali ke rutinitas.

Perasaan ini dikenal sebagai post-travel blues. Meski terdengar sepele, kondisi tersebut bukan sekadar rasa rindu pada tempat liburan, tetapi juga bisa berkaitan dengan cara seseorang mengelola emosi dan memaknai pengalaman.

Menurut psikolog, orang yang mengalami kesedihan setelah pulang berlibur biasanya memiliki kepekaan emosional yang tinggi. Mereka cenderung lebih menikmati pengalaman baru, gemar berefleksi, dan menghargai setiap momen yang dijalani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alasan orang sedih setelah pulang liburan

Dilansir dari Times of India, salah satu penjelasan terkuat untuk kesedihan setelah liburan berasal dari sensitivitas emosional.

Penelitian tentang kepribadian menunjukkan bahwa beberapa orang memproses pengalaman positif dan negatif lebih dalam daripada yang lain.

Menurut Model Lima Faktor yang dikembangkan oleh psikolog Paul Costa dan Robert McCrae dalam ‘Personality Across the Life Span’, individu yang sangat peka terhadap emosi cenderung mengalami suka dan duka kehidupan dengan intensitas yang lebih besar.

Ketika sebuah perjalanan memberikan kebahagiaan, koneksi sosial, dan hal-hal baru, investasi emosional menjadi sangat besar. Oleh karena itu, kembali ke rutinitas sehari-hari dapat menciptakan kontras yang nyata.

Kedalaman emosional ini sering kali terwujud melalui beberapa karakteristik kepribadian mereka, Bunda.

Kepribadian orang yang sering sedih setelah pulang liburan

Berikut beberapa ciri kepribadian orang yang sering merasa sedih setelah pulang liburan:

1. Membentuk hubungan yang kuat dengan pengalaman

Alih-alih sekadar mengunjungi tempat wisata, Bunda mungkin akan menyerapnya. Orang-orang, percakapan, pemandangan, dan kenangan menjadi bermakna secara emosional, sehingga kepergian terasa lebih personal.

2. Lebih peka terhadap kontras emosional

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sensitif secara emosional sangat menyadari perubahan suasana hati, lingkungan, dan rangsangan. Oleh karena itu, transisi dari eksplorasi ke rutinitas dapat terasa lebih dramatis.

Para psikolog secara konsisten mengidentifikasi keterbukaan terhadap pengalaman sebagai salah satu ciri kepribadian yang paling erat kaitannya dengan kenikmatan bepergian.

3. Berkembang pesat melalui penemuan baru dan pembelajaran

Lingkungan baru selalu menyediakan informasi, tantangan, dan peluang untuk berkembang. Kembali ke rumah mungkin untuk sementara mengurangi rasa ingin menjelajah tersebut.

4. Mengaitkan perjalanan dengan pengembangan pribadi

Psikolog Abraham Maslow, dalam karyanya tentang motivasi dan kepribadian, berpendapat bahwa manusia memiliki dorongan bawaan menuju pertumbuhan dan aktualisasi diri.

Banyak pelancong memandang perjalanan sebagai kesempatan untuk menjadi versi diri mereka yang lebih cakap, berpengetahuan, dan percaya diri.

5. Aktif mencari makna daripada kenyamanan

Penelitian tentang kesejahteraan psikologis berulang kali menunjukkan bahwa orang sering kali memperoleh kepuasan dari pengalaman yang menantang mereka daripada sekadar menghibur.

Bertentangan dengan kepercayaan umum, merasa sedih setelah pengalaman yang bermakna tidak selalu berarti tidak sehat. Dalam banyak kasus, hal itu mencerminkan kemampuan seseorang untuk terlibat sepenuhnya dalam kehidupan.

Para psikolog yang mempelajari memori autobiografi telah menemukan bahwa peristiwa-peristiwa yang bermakna secara emosional dikodekan lebih kuat dan tetap teringat dalam jangka waktu yang lebih lama.

6. Sangat reflektif

Orang yang reflektif secara alami meluangkan waktu untuk menganalisis pengalaman, mengambil pelajaran, dan mengingat kembali momen-momen bermakna jauh setelah peristiwa itu terjadi.

7. Lebih menghargai pengalaman daripada harta benda

Penelitian dengan judul Happiness for Sale: Do Experimental Purchases Make Consumers Happier than Material karya Psikolog Leonardo Nicolao dan lainnya menemukan bahwa pembelian berbasis pengalaman cenderung menghasilkan kebahagiaan jangka panjang.

Bagi orang-orang yang memprioritaskan pengalaman, dampak emosional dari perjalanan yang berkesan bisa sangat kuat.

Itulah penjelasan terkait alasan orang merasa sedih setelah pulang liburan dan beberapa ciri kepribadiannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda