MOM'S LIFE
Mengenal Hush Trip, Tren Kerja Sambil Liburan yang Diam-diam Dilakukan Pekerja
Arina Yulistara | HaiBunda
Jumat, 24 Jul 2026 20:40 WIBBunda sering diam-diam liburan padahal hari kerja? Ini dinamakan hush trip, tren kerja sambil liburan yang diam-diam sering dilakukan banyak karyawan.
Pandemi COVID-19 mengubah cara banyak orang bekerja. Sistem kerja jarak jauh atau remote working menjadi semakin umum di berbagai perusahaan.
Perubahan ini tidak hanya menggeser kebiasaan bekerja, tapi juga memengaruhi gaya hidup, termasuk cara karyawan menikmati waktu liburan. Belakangan muncul tren baru yang dikenal dengan istilah hush trip.
Fenomena ini menarik perhatian karena memungkinkan seseorang tetap bekerja sembari bepergian ke destinasi wisata tanpa memberi tahu atasannya. Meski terdengar menyenangkan, para pakar mengingatkan bahwa tren ini memiliki sisi positif sekaligus risiko yang perlu dipertimbangkan.
Mari bahas mengenai tren hush trip di kalangan para pekerja kantoran.
Mengenal tren hush trip
Hush trip adalah istilah yang merujuk pada kebiasaan karyawan bekerja dari lokasi selain tempat tinggal atau kantor tanpa memberi tahu perusahaan tempat mereka bekerja. Travel blogger Sean Lau menjelaskan bahwa hush trip merupakan situasi ketika seorang pekerja menjalankan tugas secara remote dari lokasi lain tanpa menginformasikan hal tersebut kepada pemberi kerja.
"A 'hush trip' adalah ketika karyawan bekerja jarak jauh selain dari lokasi biasanya tanpa memberi tahu atasan mereka,” ujar Lau, mengutip AOL.
Dalam praktiknya, Bunda bisa bekerja dari vila di tepi pantai, hotel, kafe, hingga negara lain selama tetap menyelesaikan pekerjaan dan mengikuti rapat virtual. Bahkan menurut pakar perjalanan sekaligus pendiri situs Packs Light, Gabby Beckford, ada sebagian pekerja yang menggunakan VPN untuk menyamarkan lokasi mereka agar perusahaan tidak mengetahui keberadaan sebenarnya.
Mirip perjalanan bisnis sekaligus liburan
Sekilas, hush trip tampak serupa dengan konsep bleisure travel, yaitu menggabungkan perjalanan bisnis dengan waktu liburan. Namun keduanya memiliki perbedaan mendasar.
Pada bleisure travel, perjalanan dilakukan atas sepengetahuan perusahaan, kemudian karyawan menambahkan waktu liburan sebelum atau sesudah urusan pekerjaan selesai. Sementara tren hush trip, perjalanan dilakukan tanpa memberi tahu perusahaan, meski pekerjaan tetap dijalankan seperti biasa.
Pendiri Minority Nomad, Erick Prince, menyebut tren ini sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup pekerja digital dan digital nomad. Kini konsep tersebut mulai dikenal lebih luas oleh masyarakat.
"Ini pengalaman yang menjadi bagian dari gaya hidup pekerja digital sejak konektivitas internet berkembang. Kini semakin banyak orang merasakan daya tariknya, meski tren ini juga memiliki tantangan tersendiri," jelas Prince.
Mengapa hush trip semakin diminati?
Bagi sebagian karyawan, bekerja dari tempat yang menyenangkan dinilai mampu meningkatkan semangat dan kualitas hidup. Lau mengaku suasana baru justru membuatnya lebih produktif.
"Sebagai seseorang yang bekerja secara remote dan senang bekerja dari tempat dengan pemandangan indah, saya melihat hush trip dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesehatan mental. Pada akhirnya, hal ini juga dapat membantu perusahaan mempertahankan karyawannya," ujar Lau.
Senada dengan itu, Beckford mengatakan banyak pekerja memilih hush trip karena tidak ingin menghadapi proses perizinan yang panjang atau kemungkinan ditolak ketika mengajukan perjalanan. Selain itu, fleksibilitas menjadi daya tarik utama.
"Bayangkan bangun pagi lalu memutuskan ingin bekerja dengan pemandangan laut selama seminggu. Anda bisa langsung berangkat sore harinya tanpa harus mengajukan cuti karena pekerjaan tetap berjalan," kata Esther Susag, seorang travel blogger.
Prince menambahkan, tren ini juga menjadi salah satu cara pekerja mengurangi risiko burnout. Ia menilai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi lebih mudah dicapai ketika seseorang memiliki kebebasan menentukan tempat bekerja.
"Hush trip memberikan kesempatan untuk menjelajah, menikmati hidup, sekaligus tetap produktif. Ini menjadi salah satu cara melawan kelelahan akibat rutinitas kerja yang terus-menerus," ujarnya.
Risiko yang perlu dipertimbangkan
Meski menawarkan banyak keuntungan, hush trip bukan tanpa konsekuensi. Salah satu tantangan terbesar adalah kualitas internet dan perbedaan zona waktu yang dapat mengganggu pekerjaan.
Lau mengingatkan bahwa koneksi internet yang tidak stabil atau selisih waktu terlalu jauh berpotensi membuat karyawan kesulitan mengikuti rapat maupun menyelesaikan tugas tepat waktu. Kepercayaan antara perusahaan dan karyawan juga menjadi perhatian.
Beckford menilai perusahaan bisa kehilangan kepercayaan kalau mengetahui karyawan sengaja menyembunyikan lokasi kerjanya.
"Hal ini menunjukkan adanya kurangnya rasa saling percaya. Jika sewaktu-waktu perusahaan meminta karyawan datang ke kantor secara mendadak, tentu akan muncul masalah," ujar Beckford.
Ada potensi masalah hukum dan administrasi
Selain persoalan kepercayaan, perjalanan kerja tanpa pemberitahuan juga dapat menimbulkan persoalan administrasi. Susag menjelaskan bahwa tim HRD akan semakin sulit melacak lokasi kerja karyawan.
"Tim HR saja sudah cukup kesulitan mengetahui lokasi para pekerja remote. Hush trip membuat hal itu semakin rumit dan dapat memunculkan persoalan pajak, privasi, hingga aspek hukum jika seseorang bekerja dari negara lain tanpa pemberitahuan," ujar Susag.
Prince pun menyoroti kemungkinan munculnya persoalan visa kerja, kewajiban pajak, keamanan jaringan internet perusahaan, hingga gangguan terhadap alur kerja tim. Untuk itu, sejumlah perusahaan mulai melarang praktik hush trip.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
"Great Stay" Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Stevia Viral sebagai Pengganti Gula, Benarkah Aman untuk Kesehatan? Kenali Cara Membedakannya
150 Nama Bayi Bermakna Pertumbuhan untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
Seru! Potret Liburan Anggika Bolsterli Bareng Sang Putra ke Vietnam
7 Potret Rumah Mewah Anang-Ashanty di Cinere Senilai Rp25 Miliar, Sudah Ada yang DP
11 Kalimat Orang Cerdas Emosional untuk Mendapatkan Keinginannya
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bintang Star Trek & X-Men Patrick Stewart Meninggal di Usia 86 Tahun, Hugh Jackman Berduka
150 Nama Bayi Bermakna Pertumbuhan untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya
Stevia Viral sebagai Pengganti Gula, Benarkah Aman untuk Kesehatan? Kenali Cara Membedakannya
Seru! Potret Liburan Anggika Bolsterli Bareng Sang Putra ke Vietnam
Doctor X Tuai Kontroversi, Petisi ke Majelis Nasional Minta Disetop
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Oven Low Watt 10 Liter Bisa Buat Apa Saja? Ide Camilan Hangat Saat Hujan
-
Beautynesia
Teh Botol Sosro Buka Suara soal Produk Diduga Berbusa-Berbau Sabun saat Demo di Jakarta
-
Female Daily
Orang Lama atau Orang Baru? Mengenal Kisah Lee Mi-do dan Namgoong di Drama A Love Other Than Yours
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ibu Negara Korsel yang Terima Suap Tas Chanel Minta Dibebaskan dari Tahanan
-
Mommies Daily
Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua: Kenali 5 Tanda dan Dampaknya