MOM'S LIFE
9 Ciri Pertemanan yang Tidak Sehat, Bisa Menguras Energi
Asri Ediyati | HaiBunda
Selasa, 28 Jul 2026 14:25 WIBSeseorang tetap butuh teman dalam hidupnya, di luar keluarganya sendiri. Kita menyadari bahwa kehadiran teman terkadang membantu kita untuk menjalani hidup lebih bermakna. Mereka memberikan dukungan sosial dan emosional agar kita tetap waras dalam menghadapi permasalahan hidup.
Suatu studi, dilansir Healthline, mengatakan bahwa memelihara hubungan sosial bahkan dapat memperpanjang umur dan menurunkan risiko masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk depresi dan tekanan darah tinggi.
Sayangnya, selalu ada hitam dan putih di dunia ini. Beberapa persahabatan mungkin tidak memiliki efek positif seperti itu, Bunda. Beberapa di antara kita mungkin pernah atau sedang menjalani pertemanan yang tidak sehat.
Pertemanan tidak sehat ini dapat mengambil berbagai bentuk, tetapi umumnya menguras energi mental dan cenderung menjatuhkan alih-alih membangun.
Lantas, seperti apa sebenarnya tanda-tanda pertemanan yang tidak sehat? Mengenali dan menyadari ciri-cirinya sejak awal dapat membantu Bunda menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang lebih suportif.
Berikut beberapa karakteristik pertemanan tidak sehat yang sebaiknya diwaspadai, apabila terus berulang tanpa perubahan, sebaiknya dihindari.
1. Mudah menyebarkan gosip
Penanda pertama bahwa pertemanan itu tidak sehat adalah ketika kita menceritakan sesuatu secara rahasia kepada seorang teman, dan keesokan harinya, seluruh lingkaran sosial kita tahu, bahkan mengetahui detailnya.
Teman yang toksik mungkin 'menikmati' menyebarkan rahasia, bahkan ketika kita meminta mereka untuk merahasiakan informasi pribadi. Seseorang yang terus-menerus mengkhianati kepercayaan bisa jadi ia tidak terlalu peduli dengan perasaan kita.
2. Persaingan yang tidak sehat
Pertemanan yang sehat seharusnya melibatkan banyak kesenangan. Namun, persaingan yang terus-menerus dapat menjadi melelahkan, terutama karena kita seharusnya merasa seperti berada di tim yang sama dengan "kru" kita.
“Jika Anda merasa ada persaingan antara Anda dan teman, lalu merasa bahwa mereka membandingkan kehidupan Anda untuk mencoba membuktikan pendapat mereka, itu jelas tidak sehat,” kata Kaja Sokola, CP, LPC, seorang psikolog klinis dan psikoterapis, dikutip dari Parade.
3. Selalu ingin jadi 'pusat dunia'
Pernah enggak, Bunda memiliki teman yang hanya ada saat senang? Mereka datang ketika keadaan baik-baik saja atau ketika mereka membutuhkan sesuatu, tetapi ketika kita sedang kesulitan, kita sama sekali tidak dapat menghubungi mereka.
Beberapa teman bisa bercerita panjang lebar tentang masalah mereka baru-baru ini. Setelah selesai curhat, mereka hanya menawarkan ucapan singkat, "Bagaimana kabarmu?" sebelum dengan cepat mengalihkan pembicaraan kembali ke diri mereka sendiri.
4. Merendahkan
Teman sering bercanda satu sama lain, dan sedikit candaan yang baik tidak berarti persahabatan Anda beracun, terutama jika Anda juga tertawa.
Ketika seorang teman secara teratur merendahkan Anda dan membuat Anda merasa sengsara, baik mereka menggunakan taktik merendahkan yang lebih halus atau penghinaan terang-terangan, persahabatan Anda mungkin tidak sehat.
5. Membuat gelisah
Menghabiskan waktu dengan teman dekat seharusnya membuat kita merasa nyaman, secara umum. Mungkin menghabiskan waktu dengan satu teman tertentu membuat kita gelisah atau kesal.
Kita mungkin bahkan tidak memiliki penjelasan yang baik mengapa, tetapi ketika kita meninggalkan mereka, kita merasa lebih lega daripada kecewa, dan kita tidak menantikan untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Jika ketika kita menyadari perasaan gelisah ini, pertimbangkan pertemanan yang kita jalani. It's okay to cut off.
6. Membandingkan dengan orang lain
Apakah Bunda memiliki teman yang suka menunjukkan cara-cara Bunda tidak sebanding dengan teman-teman mereka yang lain? Mungkin rumahnya lebih kecil daripada rumah temannya. Atau menasihati untuk berpakaian lebih seperti temannya, supaya kelihatan lebih keren.
Setiap orang memiliki ciri khas dan perbedaan uniknya masing-masing, dan teman yang baik akan menyadari hal ini. Mereka tidak akan membandingkanmu dengan orang lain atau menyiratkan bahwa kamu lebih rendah dari orang lain. Mereka juga pasti tidak menggunakan tekanan teman sebaya untuk membuatmu melakukan hal-hal yang tidak ingin kamu lakukan.
7. Mencoba mengubah kita
Seseorang yang mencoba mengubah citra tentangmu, seperti misalnya kamu bukan teman yang ideal dan sehat. Teman yang baik memahami bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, dan mereka akan menerima dirimu apa adanya. Jika kamu meminta bimbingan tentang sesuatu yang ingin kamu ubah, mereka mungkin akan memberikan dukungan dan dorongan.
Katakanlah kamu kesulitan dalam lingkungan sosial dan ingin lebih baik dalam bertemu orang baru. Teman yang baik mungkin akan menyarankanmu untuk datang ke acara mereka berikutnya, sehingga mereka dapat memperkenalkanmu kepada beberapa teman lain dalam lingkungan yang nyaman.
8. Meminta maaf tanpa ketulusan
Ketika kita menegur perilakunya, mereka mengabaikan kesedihan atau hanya berkata dengan acuh tak acuh, “Maaf, deh.”
Alih-alih meluangkan waktu untuk mempertimbangkan sudut pandang kita, mereka berkata, “Maaf deh kalau gitu” atau menindaklanjuti permintaan maaf mereka dengan kata “tetapi” yang defensif. Permintaan maaf yang tidak tulus ini menunjukkan bahwa seseorang sebenarnya tidak peduli bagaimana tindakan mereka memengaruhi kita.
9. Kita malas melihat nama mereka di ponsel
Persahabatan yang sehat memberi kita energi, dan kita merasa bersemangat ketika melihat teman mengirim pesan. Pertemanan yang tidak sehat, yang menguras energi dapat membuat kita tidak nyaman, sekalipun itu hanya pesan lewat ponsel.
“Terkadang kita lelah, jadi kita mungkin menganggap kurangnya kebahagiaan disebabkan oleh hal itu, yang memang bisa jadi demikian, tetapi di lain waktu perasaan batin itu merupakan indikasi bahwa sesuatu telah berubah dalam hubungan dan bahwa hubungan itu tidak lagi sebahagia dulu,” jelas Dr. Brandy Smith, Ph.D., seorang psikolog berlisensi di Thriveworks.
Demikian pembahasan mengenai ciri pertemanan yang tidak sehat, semoga membantu ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)