MOM'S LIFE
9 Penyebab Orang Lebih Mudah Emosional, Mulai dari Stres hingga Lapar
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 29 Jul 2026 19:10 WIBSetiap orang akan menghadapi berbagai macam emosi dalam kehidupannya, Bunda. Emosi hadir sebagai respons alami terhadap pengalaman hingga interaksi yang kita alami setiap hari.
Merasakan emosi adalah hal yang wajar. Beberapa orang mungkin dapat merasakan emosi dengan intensitas yang terasa sangat kuat hingga memengaruhi caranya berpikir dan bertindak.
Dilansir Your Tango, banyak faktor yang memengaruhi perasaan kita secara emosional. Tidak ada standar yang jelas tentang seberapa banyak emosi yang dianggap 'normal'.
Penyebab orang lebih mudah emosional
Ada beberapa penyebab orang lebih mudah emosional. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
1. Mereka memiliki harapan yang tidak terkendali
Orang bisa lebih mudah emosional karena memiliki harapan atau ekspektasi yang tak terkendali. Ekspektasi adalah keyakinan kita tentang bagaimana orang lain atau hal-hal di sekitar seharusnya berperilaku atau terjadi.
Kita sering menggunakan ekspektasi sebagai mekanisme pertahanan. Ketika kita percaya bahwa sesuatu atau seseorang seharusnya bertindak dengan cara tertentu, hal itu dapat memberikan rasa kepastian dan kendali palsu tentang hal-hal yang pada dasarnya tidak berada di bawah kendali kita, Bunda.
Jika kita tidak pernah memeriksa ekspektasi, memperbaruinya, atau mengetahui fungsi sebenarnya dari harapan tersebut, maka hal itu dapat dengan mudah menyebabkan banyak rasa sakit dan penderitaan emosional yang sebenarnya tidak perlu.
2. Kebutuhan fisik yang tidak terpenuhi
Menurut psikiater Nicole Washington, DO, MPH, pikiran dan tubuh bukanlah entitas yang terpisah, karena keduanya saling berhubungan. Ini berarti bahwa perubahan kondisi fisik seseorang dapat memengaruhi emosi mereka.
"Misalnya, seseorang mungkin merasa lebih emosional karena lapar atau kurang tidur. Dengan makan teratur dan tidur yang cukup, mereka mungkin merasa lebih baik lagi," ungkap Washington, dilansir Medical News Today.
"Individu yang secara konsisten merasa lelah kronis, bahkan setelah mendapatkan tidur yang cukup, harus berkonsultasi dengan dokter."
3. Sedang mengalami stres
Stres terjadi karena respons 'fight, flight, or freeze' (melawan, lari, atau membeku). Ketiganya merupakan cara tubuh merespons bahaya.
Dalam waktu singkat, respons tersebut dapat membantu orang melarikan diri, bersembunyi, atau melawan ancaman. Namun, orang juga dapat mengalami stres karena merasa kewalahan oleh tuntutan sehari-hari.
4. Perubahan hormon
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi tubuh. Oleh karena itu, perubahan hormon yang dramatis dan tiba-tiba, dapat memengaruhi emosi seseorang.
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan perubahan hormon, seperti kehamilan, menopause, pubertas, kadar testosteron rendah atau tinggi, dan penggunaan steroid anabolik. Penyebab utama lainnya adalah siklus menstruasi, termasuk Sindrom pramenstruasi dan gangguan disforia pramenstruasi.
"Kedua kondisi yang berhubungan dengan siklus haid dapat menyebabkan seseorang merasa lebih emosional, mudah tersinggung, cemas, atau depresi, dengan tingkat keparahan yang bervariasi," kata Washington.
5. Trauma
Orang yang memiliki riwayat trauma atau tengah mengalami situasi traumatis mungkin memiliki reaksi emosional yang lebih intens dibandingkan orang lain. Hal ini terutama berlaku jika mereka memiliki pemicu, yaitu pengingat akan peristiwa tersebut.
Pemicu dapat menghasilkan emosi yang kuat seperti kecemasan, panik, marah, atau disosiasi, yakni ketika seseorang merasa terlepas dari dirinya sendiri atau lingkungannya. Ketika gejala akibat pengalaman traumatis berlangsung lebih dari 1 bulan, hal itu dikenal sebagai gangguan stres pascatrauma (PTSD).
6. Kondisi kesehatan fisik
Kondisi kesehatan fisik dapat memengaruhi emosi dalam banyak cara. Misalnya, kondisi sakit bisa menyebabkan seseorang kesulitan melakukan tugas sehari-hari, mengelola stres, mendapatkan cukup tidur, berkunjung dan bertemu teman, hingga mengikuti tanggung jawab pekerjaan atau rumah tangga.
"Masalah kesehatan fisik atau pengobatannya juga dapat secara langsung mengubah emosi dengan memengaruhi sistem saraf," ujar Washington.
7. Ekspektasi masyarakat
Norma budaya dapat memengaruhi tingkat emosi seseorang, Bunda. Jika seseorang yang terbiasa mengekspresikan perasaannya secara lebih terbuka melakukannya di antara orang-orang yang lebih tertutup, maka mereka mungkin terlihat lebih emosional.
Stereotip gender juga dapat memengaruhi persepsi orang lain terhadap emosi. Misalnya, sebuah studi tahun 2018 di Pain Research & Management, menemukan bukti bahwa orang sering memandang perempuan yang melaporkan rasa sakit sebagai sesuatu yang emosional atau histeris, sementara laki-laki yang melaporkan rasa sakit dipandang sebagai sikap tabah atau berani.
8. Terjebak dalam perenungan
Perenungan adalah kebalikan dari kekhawatiran. Ketika khawatir, kita sering kali terlibat dalam pemikiran dan pemecahan masalah yang tidak bermanfaat. Ketika kita merenung, kita berpikir secara tidak produktif tentang masa lalu.
Orang yang terjebak dalam perenungan biasanya lebih mudah emosional karena mereka suka memikirkan komentar buruk yang dilontarkan orang lain padanya. Orang-orang ini kerap memutar ulang isi pikirannya hanya untuk mengingat pengalaman buruk di masa lalu.
9. Kesulitan berkomunikasi
Orang yang sangat emosional biasanya kesulitan berkomunikasi, Bunda. Komunikasi pasif adalah kecenderungan untuk mengabaikan keinginan dan kebutuhan sendiri, lalu cenderung mengikuti keinginan orang lain untuk menghindari konflik.
Ketika seseorang terbiasa menghindari konflik eksternal, ia hanya memindahkan semua konflik itu ke dalam dirinya sendiri. Ketika dirinya penuh dengan konflik batin, maka emosi akan terasa kacau dan ekstrem.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
9 Ciri-ciri Orang Belum Dewasa secara Emosional Menurut Ahli & Cara Menghadapinya
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Mau Mengangkat Telepon dari Nomor Tak Dikenal
Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless
7 Zodiak Paling Boros, Gaji Baru Masuk Sudah Punya Banyak Rencana
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
REKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Zodiak Paling Boros, Gaji Baru Masuk Sudah Punya Banyak Rencana
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Hamil 22 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?
150 Nama Bayi Terinspirasi dari Alam Semesta dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Marshanda Ungkap Sisi Manis Ben Kasyafani ke Anak, Tak Ingin Sienna Fatherless
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Smartwatch Kurang Akurat di Kolam? Ini Cara Pantau Detak Jantung
-
Beautynesia
Kenapa Kita Sering Cek HP Padahal Nggak Ada Notifikasi? Ini Penjelasannya
-
Female Daily
Tahun Ini Berusia 30? Ini 5 Moisturizer yang Agar Kulit Awet Muda dan Glowing!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 27 September: Leo Lebih Manja, Cancer Jangan Cemas
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Kulkas Inverter Hemat Listrik untuk Keluarga, Ada Samsung hingga LG