Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Lemari Es agar Tetap Segar

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 04 Aug 2026 15:25 WIB

Vegetables: fresh juicy red tomatoesc and eggplants on cloth, top view
Ilustrasi sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es agar tetap segar / Foto: Getty Images/iStockphoto/Edgie
Daftar Isi

Bunda suka menyimpan sayuran di kulkas? Kenali deretan sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es agar tetap segar.

Bunda mungkin terbiasa langsung memasukkan semua sayuran ke dalam lemari es setelah pulang berbelanja. Padahal tidak semua jenis sayuran akan bertahan lebih lama jika disimpan pada suhu dingin.

Beberapa di antaranya justru lebih cepat rusak atau kehilangan cita rasa ketika disimpan di kulkas. Menurut para petani, ada sejumlah sayuran yang secara alami memiliki 'pelindung' sehingga mampu bertahan di suhu ruang selama disimpan dengan cara yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengetahui jenis sayuran yang tidak perlu masuk kulkas dapat membantu Bunda menjaga kesegarannya lebih lama sekaligus mengurangi pemborosan bahan makanan. Mari bahas mengenai deretan sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas.

Mengapa ada sayuran yang tidak perlu disimpan di kulkas?

Pengelola Encompass Farm di North Carolina, Vannah Roddy, menjelaskan bahwa beberapa jenis sayuran termasuk dalam kelompok storage crops, yakni hasil panen yang memang dirancang alam agar tahan disimpan selama musim gugur hingga musim dingin. Kelompok ini mencakup kentang, bawang merah, bawang putih, hingga labu musim dingin.

"Tanaman ini dapat disimpan tanpa lemari es di atas meja dapur, ruang penyimpanan, atau pantry sepanjang musim dingin," ujar Roddy dilansir dari Southern Living.

Ia menambahkan bahwa lapisan alami pada sayuran tersebut berfungsi sebagai pelindung sehingga tidak memerlukan pendinginan. Bahkan selama penyimpanan, sebagian sayuran akan menghasilkan rasa yang lebih manis dan kompleks.

Sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di lemari es

Berikut sayuran yang sebaiknya tidak disimpan di dalam lemari es.

1. Kentang

Kentang, termasuk ubi jalar, lebih menyukai suhu yang sejuk seperti ruang penyimpanan bawah tanah (root cellar). Jika Bunda tidak memilikinya, cukup simpan di tempat yang sejuk, gelap, dan kering.

Penyimpanan di kulkas justru dapat memengaruhi kualitas kentang karena suhu yang terlalu rendah mengubah kandungan pati menjadi gula lebih cepat. Akibatnya, tekstur dan rasa kentang bisa berubah saat dimasak.

2. Labu musim dingin

Labu berkulit keras seperti butternut squash, delicata squash, dan labu kuning juga tidak membutuhkan lemari es. Kulitnya yang tebal membantu menjaga kelembapan alami sehingga lebih awet disuhu ruang.

Simpan labu di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Dengan cara ini, kualitas dan cita rasanya tetap terjaga selama berminggu-minggu.

3. Aneka bawang

Semua jenis bawang bombai atau merah lebih cocok disimpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Lingkungan yang lembap seperti di dalam kulkas justru dapat mempercepat pembusukan.

Pakar dari Bellair Farm & CSA di Virginia, Natalie McKenzie, mengatakan kalau bawang memerlukan kondisi kering agar lapisan kulit tipisnya tetap melindungi bagian dalam. Selain itu, bawang sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan kentang karena mengeluarkan gas dan kelembapan yang dapat mempercepat pembusukan keduanya.

Aturan tersebut tidak berlaku untuk daun bawang dan kucai. Kedua jenis sayuran tersebut memiliki kandungan air lebih tinggi sehingga lebih baik disimpan di dalam kulkas.

4. Bawang putih

Seperti bawang bombai, bawang putih juga memiliki lapisan kulit kering yang berfungsi sebagai pelindung alami. Untuk itu, tempat penyimpanan terbaik adalah area yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi baik.

Roddy mengatakan bahwa menyimpan bawang putih di kulkas dapat memengaruhi cita rasanya. Oleh sebab itu, pantry atau rak dapur yang teduh menjadi pilihan yang lebih tepat.

5. Terong

Terong termasuk sayuran yang cukup sensitif terhadap perubahan suhu. Menurut McKenzie, meski menyukai suhu yang lebih sejuk, kondisi di dalam kulkas terkadang justru terlalu dingin bagi terong. Selain itu, hindari memindahkan terong secara tiba-tiba dari suhu dingin ke panas karena perubahan ekstrem dapat mempercepat kerusakan teksturnya.

6. Okra

Okra juga tidak selalu cocok berada di dalam kulkas. Suhu yang terlalu rendah dapat membuat kualitasnya menurun lebih cepat. Bunda sebaiknya menyimpan okra di tempat yang sejuk dan menggunakannya dalam waktu tidak terlalu lama agar tekstur renyahnya tetap terjaga.

7. Tomat

Meski secara botani termasuk buah, tomat hampir selalu digunakan sebagai sayuran dalam masakan sehari-hari. Tomat sebenarnya lebih menyukai suhu ruang daripada suhu dingin.

Jika disimpan di kulkas, tekstur tomat dapat menjadi lembek dan rasanya tidak lagi semanis tomat segar. Sebaiknya simpan di atas meja dapur, jauh dari sinar matahari langsung, lalu konsumsi ketika sudah matang sempurna.

Tips menyimpan sayuran agar tetap segar

Selain mengetahui sayuran yang tidak perlu masuk kulkas, Bunda juga perlu memahami cara menyimpan sayuran yang memang membutuhkan pendinginan. Roddy mengatakan bahwa sayuran berdaun, zucchini, asparagus, dan sayuran batang lainnya lebih baik disimpan di dalam kulkas menggunakan kantong atau wadah yang mampu menjaga kelembapan.

Sementara itu, McKenzie membagikan beberapa tips sederhana agar sayuran lebih awet di rumah:

  1. Sayuran hijau yang mulai layu dapat direndam atau dibilas menggunakan air hangat, bukan air dingin. Menurut McKenzie, air hangat membantu 'membangunkan' sel tanaman sehingga lebih mudah menyerap air kembali.
  2. Kantong plastik bekas belanja masih dapat dimanfaatkan untuk menyimpan sayuran di kulkas karena mampu meniru fungsi laci penyimpanan (crisper drawer). Kantong tersebut bisa dicuci lalu digunakan kembali.
  3. Untuk wortel, bit, dan lobak yang ingin disimpan dalam waktu lama, segera potong bagian daunnya setelah dibeli. Cara ini membuat umbi dapat bertahan hingga sekitar tiga bulan di kulkas jika disimpan dalam kantong berlubang atau wadah yang tidak tertutup rapat.

Roddy juga mengingatkan bahwa sebagian besar sayuran sebenarnya cukup tangguh. Menurutnya, sebelum teknologi pendingin tersedia, para petani tetap dapat menjaga hasil panen hanya dengan menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda