HaiBunda

MOM'S LIFE

Cara Tenang dan Berkelas Orang dengan EQ Tinggi Hadapi Lawan Bicara yang Kasar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 14 Aug 2026 16:25 WIB
Cara Tenang dan Berkelas Orang dengan EQ Tinggi Hadapi Lawan Bicara yang Kasar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/itakayuki
Jakarta -

Menghadapi orang yang kasar terkadang tidak selalu harus dibalas dengan emosi yang meledak-ledak. Pasalnya, di situlah kecerdasan emosional seseorang terlihat, Bunda.

Ya, orang dengan kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) tinggi biasanya mampu tetap tenang ketika berhadapan dengan lawan bicara yang kasar atau sengaja memancing emosi. Mereka tidak membiarkan sikap buruk orang lain menentukan cara mereka bersikap.

Bagi orang-orang ini, menjaga ketenangan bukan berarti lemah. Hal itu justru dilakukan sebagai bentuk kendali diri untuk menunjukkan bahwa harga diri tidak perlu dipertahankan dengan emosi.


Cara orang EQ tinggi menghadapi lawan bicara yang kasar

Orang dengan EQ tinggi biasanya memiliki cara unik dalam menghadapi lawan bicara yang kasar. Melansir dari laman Your Tango, berikut tujuh kalimat yang diucapkan orang dengan EQ tinggi ketika menghadapi lawan bicara yang kasar:

1. 'Apakah kamu sedang mengalami hari yang buruk?'

Orang dengan EQ tinggi akan mengucapkan kalimat 'Apakah kamu sedang mengalami hari yang buruk' kepada orang yang bicara kasar padanya. Menurut psikolog kesehatan Shilagh Mirgain, kebahagiaan dan kesejahteraan emosional tidak hanya dipengaruhi oleh energi kita sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar dan lingkaran terdekat.

Ketika kita membiarkan energi negatif dari orang lain meresap ke dalam percakapan, kita tidak hanya menetapkan standar untuk energi yang diterima dalam hidup, tetapi juga merusak harga diri kita sendiri.

2. 'Maaf, saya tidak mendengarkan'

Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mengucapkan kalimat ini bukan karena memiliki niat yang jahat. Kalimat ini dilontarkan untuk melindungi diri dan membuat batasan yang sehat.

Sebagian besar orang yang bersikap kasar dan menyerang orang lain dengan komentar yang meremehkan bertindak karena rasa tidak aman. Mereka tidak cukup percaya diri untuk mempertahankan pendirian, terutama di depan orang lain yang berpotensi menghakimi atas komentar kasar tersebut.

3. 'Saya setuju dengan kamu'

Jika orang yang tidak sopan bermaksud merusak harga diri orang cerdas, mereka dapat dengan percaya diri menegaskan kembali tuntutan tersebut. Mereka akan melakukan sesuatu untuk membalikkan narasi.

Orang dengan EQ tinggi akan menanggapi dengan membuat lelucon yang tenang namun cerdas, dengan mengatakan, 'Saya setuju dengan kamu'. Semakin sedikit kata-kata menyakitkan yang mempengaruhi, maka semakin besar kekuatan mereka dalam mengabaikan bentuk kekasaran.

4. 'Saya sedang berbicara'

Orang dengan EQ tinggi mampu menangkis orang-orang kasar dengan tegas, dan mengatakan 'Saya sedang berbicara'. Sikap tidak sopan pasif seperti menyela pembicaraan dapat ditangkis menggunakan ungkapan yang tenang namun cerdas seperti ini.

Sikap tenang yang dimiliki orang-orang ini dapat mendorong percakapan yang sehat saat berinteraksi dengan orang yang tidak sopan.

5. 'Saya tidak membiarkan orang berbicara seperti ini'

Pelatih kepercayaan diri, Michele Molitor berpendapat bahwa menetapkan batasan yang jelas dalam percakapan yang tidak nyaman dapat melindungi kesehatan mental. Mengatakan kalimat ini dapat mengingatkan orang lain bahwa kita tidak mentolerir perilaku tidak sopan atau kasar.

Ungkapan yang tenang namun cerdas seperti ini juga dapat melindungi energi Bunda dan mendorong lingkungan yang lebih sehat, baik saat berbicara dengan teman, orang tua, atau orang asing.

6. 'Apa maksudmu?'

Kalimat 'Apa maksudmu?' adalah pertanyaan untuk menanggapi kekasaran secara objektif dengan tenang namun cerdas. Ini sama saja membuka pintu bagi refleksi diri dari orang yang bersikap kasar, Bunda.

Pertanyaan tersebut membuat mereka berpikir dua kali sebelum mempermalukan atau menghakimi orang lain. Kita juga dapat menghindari kebingungan dan mengkonfirmasi apa yang ingin mereka sampaikan dengan ungkapan seperti ini.

7. 'Itu bukan urusanmu'

Satu-satunya orang yang wajib kita beri tahu tentang emosi yang dirasakan adalah diri kita sendiri. Jika seseorang melanggar batasan atau membuat Bunda merasa tidak nyaman dalam percakapan, maka Bunda memiliki kekuatan untuk melawan dan menuntut rasa hormat.

Kita dapat melakukannya dengan melontarkan ungkapan yang tenang namun cerdas, yakni mengatakan, 'Itu bukan urusanmu'. Demikian 7 cara orang EQ tinggi menghadapi lawan bicara yang kasar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Tenang dan Berkelas Orang dengan EQ Tinggi Hadapi Lawan Bicara yang Kasar

Mom's Life Annisa Karnesyia

Anaknya Lakukan Bullying, Ayah Ini Punya Cara Bijak Menghadapinya

Parenting Annisa Karnesyia

7 Ciri Orang dengan EQ Tinggi yang Terlihat dari Kebiasaannya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Hamil tapi Haid, Ini Penyebab dan Faktanya dari Segi Medis

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ramai di Medsos, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terkena Usus Buntu

Mom's Life Pritadanes

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

20 Soal Matematika Kelas 2 SD Semester 1 dan Kunci Jawabannya

Hamil tapi Haid, Ini Penyebab dan Faktanya dari Segi Medis

Cara Tenang dan Berkelas Orang dengan EQ Tinggi Hadapi Lawan Bicara yang Kasar

Anaknya Lakukan Bullying, Ayah Ini Punya Cara Bijak Menghadapinya

Ramai di Medsos, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terkena Usus Buntu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK