Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Psikolog Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bantu Anak Jadi Tangguh & Pantang Menyerah

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 05 Oct 2026 18:45 WIB

Ilustrasi Orang Tua dan Anak
Psikolog Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Bantu Anak Jadi Tangguh & Pantang Menyerah/ Foto: Getty Images/iStockphoto/eggeeggjiew
Jakarta -

Setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Namun, ketangguhan tidak muncul begitu saja, Bunda.

Ketangguhan dapat dibentuk dari kebiasaan dan pengalaman kecil yang dilakukan anak sehari-hari. Kebiasaan yang sederhana dari orang tua juga perlahan dapat mengajarkan anak untuk berani menghadapi tantangan dan percaya pada kemampuannya sendiri.

"Jika ingin membesarkan anak-anak yang sukses dan tangguh, bantulah mereka menemukan aktivitas yang benar-benar mereka sukai," kata psikolog Angela Duckworth, dilansir laman CNBC Make It.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Alih-alih memaksa anak-anak untuk mencoba olahraga atau alat musik tertentu, luangkan waktu untuk mengenalkan mereka pada berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan perhatikan apa yang paling banyak mereka pikirkan," sambungnya.

Pentingnya mendukung minat dan hobi anak

Menurut Duckworth, sebagian besar pola pengasuhan yang hebat memperhatikan apa yang dipikirkan anak-anak. Misalnya, membantu dalam mengarahkan anak-anak ke aktivitas yang mereka minati dapat membantu anak menemukan gairah, hobi, dan bahkan mungkin karier di masa depan.

"Ketika kita mulai memperhatikan ke mana pikiran kita berada, ketika kita mulai memperhatikan apa yang menarik perhatian kita secara spontan, itulah awal dari penemuan minat yang dapat menjadikan kita seorang jenius dalam apa yang kita lakukan," ungkapnya.

Duckworth mengatakan, anak-anak yang belajar untuk tetap tekun dengan minat mereka, bahkan di hari-hari sulit, dapat mengembangkan kepercayaan dan ketahanan diri. Kedua sifat positif tersebut bisa membantu anak meraih kesuksesan di kemudian hari.

Sebagai contoh, Si Kecil mungkin memilih olahraga atau suatu hobi, kemudian memutuskan bahwa ia tidak menyukainya. Meski sudah diputuskan untuk tidak melanjutkan, penting bagi anak untuk menyelesaikan hobi tersebut atau terus berlatih hingga kompetisi berikutnya.

Bagi Duckworth, minat hanyalah salah satu dari empat pilar dalam membangun 'ketabahan'. Menurut penelitian, ketabahan merupakan karakteristik paling umum di antara orang-orang sukses di bidang apa pun. Pilar lainnya meliputi kerja keras, tujuan, dan harapan.

"Siapa pun yang menjadi hebat dalam bidangnya, pasti ada rasa ingin tahu di sana. Pikiran mereka tertuju pada subjek ini dan ingin tetap di sana," kata Duckworth.

"Ketika kita mulai berbicara tentang sesuatu yang benar-benar kita pedulikan, kita adalah seorang jenius [dalam hal itu], karena di situlah pikiran kita berada," lanjutnya.

Melansir dari laman Child Mind Institute, orang tua memang perlu mengeksplorasi minat dan bakat anaknya. Seiring bertambahnya kemampuan anak, maka kepercayaan dirinya dapat meningkat dan dia kembali menjadi 'dirinya yang hebat'.

Anggaplah pertumbuhan anak seperti sebuah film, bukan seperti foto yang diambil secara spontan. Apa yang tampak penting pada satu momen sering kali menjadi hal sepele seiring berjalannya waktu.

Memberikan cinta, dukungan, serta memiliki kemampuan untuk mentolerir kesalahan dan kekecewaan anak-anak adalah hal yang paling penting. Ketika kita melindungi anak-anak dari kegagalan atau mengatur kesuksesan untuk mereka, kita mendistorsi pengalaman yang mereka butuhkan untuk tumbuh.

Demikian penjelasan psikolog tentang kebiasaan sederhana yang bisa membantu anak tumbuh menjadi tangguh dan pantang menyerah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda