moms-life
7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain
HaiBunda
Minggu, 16 Aug 2026 19:10 WIB
Daftar Isi
-
Kalimat sopan saat menanggapi perbedaan pendapat dengan orang lain
- 1. “Saya punya beberapa pemikiran tentang ini. Mungkin kita bisa saling berbagi di waktu yang tepat”
- 2. “Perspektif saya mungkin berbeda dengan kamu. Saya ingin mendengar pendapat kamu, kemudian saya juga bisa berbagi pendapat saya”
- 3. “Jika pendapat saya beralasan, saya dengan senang hati akan membagikannya”
- 4. “Saya telah memikirkan hal ini dan dengan senang hati akan berbagi pemikiran saya dengan kamu”
- 5. “Sepemahaman saya adalah…”
- 6. “Saya menghargai sudut pandang kamu. Menurut saya…”
- 7. “Saya terbuka terhadap masukan dan pertanyaan…”
Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki sudut pandang, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda sehingga tidak selalu bisa menyetujui pandangan satu sama lain.
Namun, menyampaikan pendapat atau menanggapi pandangan yang berbeda terkadang tidak mudah. Emosi dapat ikut terbawa dan membuat percakapan berubah menjadi perdebatan, terlebih jika masing-masing pihak merasa pendapatnya paling benar.
Supaya komunikasi tetap berjalan dengan baik, ada beberapa kalimat sopan yang bisa digunakan saat menghadapi perbedaan pendapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ungkapan sederhana ini dapat membantu menyampaikan sikap tanpa merendahkan atau membuat lawan bicara merasa dihakimi.
Kalimat sopan saat menanggapi perbedaan pendapat dengan orang lain
Dilansir Parade, psikolog di Amerika Serikat, Dr. Michele Goldman, Ph.D., memberikan pandangannya tentang kalimat terbaik untuk menyampaikan sudut pandang Bunda:
1. “Saya punya beberapa pemikiran tentang ini. Mungkin kita bisa saling berbagi di waktu yang tepat”
Saat dihadapkan pada situasi mendadak, Bunda disarankan untuk tetap tenang dan tidak harus selalu langsung menjawab.
"Ungkapan ini bukan hanya memberi kamu waktu untuk memikirkan apa yang kamu katakan, tetapi juga kesempatan untuk mengingatkan orang lain tentang keinginan untuk melanjutkan percakapan ketika waktunya tepat," ujar Goldman.
2. “Perspektif saya mungkin berbeda dengan kamu. Saya ingin mendengar pendapat kamu, kemudian saya juga bisa berbagi pendapat saya”
Berbagi pendapat adalah percakapan dua arah yang terbaik. Goldman menyukai pernyataan ini karena mengakui perbedaan perspektif dan menindaklanjutinya dengan keinginan untuk mendengar pemikiran orang lain, meskipun mungkin berbeda.
“Kamu menyampaikan pesan, ‘Saya peduli dengan apa yang kamu pikirkan’, sekaligus menyiratkan, ‘Saya harap kamu juga peduli dengan apa yang saya pikirkan’,” ungkap Goldman.
3. “Jika pendapat saya beralasan, saya dengan senang hati akan membagikannya”
Goldman mengatakan kalimat ini berguna dalam situasi dengan rantai komando yang jelas, seperti di tempat kerja.
“Kadang-kadang, terutama dalam hubungan di mana seseorang memiliki kekuasaan lebih, seperti atasan, pendapat semua orang tidak dihargai, dan juga tidak pantas untuk dibagikan. Ungkapan ini memperjelas konteksnya,” tutur Goldman.
Hal ini juga bisa bermanfaat dalam situasi seperti berbagi saran tentang pengasuhan anak atau kesehatan.
4. “Saya telah memikirkan hal ini dan dengan senang hati akan berbagi pemikiran saya dengan kamu”
Kalimat ini digunakan untuk meminta izin sebelum menyampaikan pendapat, sekaligus menunjukkan bahwa Bunda sudah mencari tahu dan mempersiapkan informasi terlebih dahulu.
Jika sudah mendapat izin untuk berbicara, orang lain kemungkinan akan lebih terbuka untuk mendengarkan.
“Dengan memberi tahu orang lain bahwa kamu sudah melakukan riset atau mempersiapkan informasi sebelumnya, pendapat yang disampaikan akan lebih mungkin dianggap penting dan memiliki bobot,” ujar Goldman.
5. “Sepemahaman saya adalah…”
Goldman menyukai pertanyaan ini karena berfungsi sebagai pengantar bahwa Bunda akan membagikan interpretasi tentang sesuatu.
“Satu-satunya hal yang kamu bagikan adalah pemahaman kamu, kamu tidak mengatakan bahwa pemahaman orang lain benar atau salah. Kamu hanya mengatakan apa yang kamu pahami atau kesimpulan apa yang telah ditarik,” ujar Goldman.
6. “Saya menghargai sudut pandang kamu. Menurut saya…”
Setelah mendengarkan pendapat seseorang, Bunda mungkin ingin menyampaikan sudut pandang yang berbeda. Goldman menyarankan untuk menggunakan kalimat yang tetap menghargai pendapat lawan bicara sebelum menyampaikan pandangan sendiri.
7. “Saya terbuka terhadap masukan dan pertanyaan…”
Goldman menyukai kalimat ini karena memberikan kesan bahwa Bunda terbuka, fleksibel, dan kolaboratif.
“Kamu juga berbagi keyakinan dari pengalaman pribadi dan perspektif yang telah kamu jalani. Jenis pertanyaan ini ramah, tetapi tegas dan asertif. Pernyataan ini terbuka dan kooperatif sambil memberi ruang bagi keyakinan kamu,” ujar Goldman.
Nah, itulah beberapa kalimat sopan yang bisa disampaikan untuk menanggapi perbedaan pendapat. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Cara Mengenali Orang Berkelas & Cerdas saat Ngobrol Sehari-hari
Mom's Life
Cara Mengenali Orang Suka Marah Berlebihan dari Obrolan yang sering Diucapkan Sehari-hari
Mom's Life
Cara Mengenali Orang Toksik dari Sikap Sehari-harinya
Mom's Life
3 Cara Mengenali Orang Cerdas saat Mengobrol Santai
Mom's Life
Sering Bertengkar dengan Pasangan di Mobil? Bunda dan Ayah Mungkin Miliki Perasaan Ini
Mom's Life
7 Kata-kata untuk Menyampaikan Perbedaan Pendapat Menurut Pakar, Terlihat Sopan & Profesional
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cara Mengenali Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi dari Ucapannya Menurut Pakar
7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi saat Bicara dengan Teman Menurut Psikolog
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi