HaiBunda

MOM'S LIFE

Ramai di Medsos, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terkena Usus Buntu

Pritadanes   |   HaiBunda

Jumat, 14 Aug 2026 15:35 WIB
Ramai di Medsos, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terkena Usus Buntu/Foto: Getty Images/kyonntra
Jakarta -

Beberapa waktu terakhir, selebgram Fahira Almira tengah ramai diperbincangkan setelah memilih menjalani pengobatan di Penang, Malaysia, terkait masalah pada organ pencernaannya.

Sebelumnya, saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Indonesia, Fahira disebut didiagnosis mengalami radang usus buntu. Namun, ia kemudian mendapat diagnosis berbeda setelah diperiksa di rumah sakit Malaysia.

Terlepas dari kasus tersebut, radang usus buntu merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Diagnosis radang usus buntu umumnya tidak hanya ditentukan dari keluhan pasien. Ada sejumlah gejala dan pemeriksaan yang dapat membantu dokter memastikan kondisi tersebut.


Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan, radang usus buntu atau apendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada appendix. Menurutnya, pasien dengan radang usus buntu dapat datang dalam kondisi akut. Salah satu tanda yang khas adalah nyeri tekan pada perut bagian kanan bawah.

Pada kondisi yang cukup berat, nyeri tersebut bahkan bisa terasa sangat hebat hingga pasien kesulitan berjalan dan harus memegang area perut yang terasa sakit. Rasa sakit juga dapat semakin terasa ketika pasien bergerak.

"Apendisitis adalah suatu peradangan pada usus buntu, appendix yang kita bilang. Jadi itu bisa pasien datang dalam keadaan akut. Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tekan di perut kanan bawah dan bahkan pada pasien yang khas itu dia merasakan nyeri yang luar biasa," ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/8/2026).

Selain gejala, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk membantu mendukung diagnosis. Pada pasien dengan radang usus buntu, lanjut Prof Ari, kadar sel darah putih atau leukosit biasanya mengalami peningkatan.

"Nilai normal leukosit itu 5.000 sampai 10.000. Rata-rata lab menggunakan kriteria itu, jadi bisa saja ditemukan leukosit di atas 10.000," ujar Prof Ari.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan C-reactive protein (CRP) untuk membantu melihat adanya infeksi.

Untuk mendukung diagnosis, pemeriksaan penunjang seperti USG abdomen juga dapat dilakukan. Menurut Prof Ari, pemeriksaan tersebut dapat menunjukkan adanya pembengkakan pada appendix.

Salah satu parameter yang dapat dinilai melalui USG adalah diameter appendix.

"Nah, untuk diagnosis itu tadi bisa saja dilakukan pemeriksaan USG abdomen. Jadi USG abdomen itu bisa menemukan adanya donati, kita bilang donati sains atau sosis sains yang menunjukkan adanya pembengkakan dari appendix tersebut. Jadi kalau disebutkan 8 itu sudah tidak normal, karena nilai normal kurang dari 6 ya, jadi 6, 4 sampai 6 itu masih oke," ucapnya lagi.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Gejala Usus Buntu pada Ibu Hamil hingga Cara Penanganannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Ini Ibu Tertua yang Melahirkan Bayi Kembar

Mom's Life Pritadanes

Orang dengan 3 Tanggal Lahir Ini Disebut Memiliki Bakat Jenius Sejak Lahir

Mom's Life Amira Salsabila

Perayaan Ulang Tahun Zoey Anak Joanna Alexandra, Sederhana tapi Penuh Kebersamaan

Parenting Annisa Karnesyia

Kasus Influenza A Naik, Kemenkes Imbau Tak Panik dan Jangan Sembarangan Minum Oseltamivir

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Orang Tua Jepang Mendidik Anak agar Sopan, Mindful, dan Kreatif

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gampang Illfeel pada Orang Lain? Bisa Jadi Punya 3 Ciri Kepribadian Ini

Terpopuler: Ini Ibu Tertua yang Melahirkan Bayi Kembar

Orang dengan 3 Tanggal Lahir Ini Disebut Memiliki Bakat Jenius Sejak Lahir

Perayaan Ulang Tahun Zoey Anak Joanna Alexandra, Sederhana tapi Penuh Kebersamaan

Kasus Influenza A Naik, Kemenkes Imbau Tak Panik dan Jangan Sembarangan Minum Oseltamivir

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK