moms-life
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Sarapan dengan Menu yang Sama Setiap Hari Menurut Ilmu Psikologi
HaiBunda
Minggu, 30 Aug 2026 07:30 WIB
Sarapan dengan menu yang sama setiap hari mungkin menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Misalnya, selalu memilih roti, telur, atau nasi dengan lauk yang sama tanpa merasa bosan. Kebiasaan sederhana ini ternyata dapat berkaitan dengan kecenderungan seseorang menyukai rutinitas, hal yang sudah dikenal, hingga keinginan untuk mengurangi pilihan.
Dalam psikologi, kebiasaan makan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman, emosi, dan preferensi terhadap makanan tertentu.
Lantas, apa saja ciri kepribadian yang mungkin terlihat dari kebiasaan sarapan dengan menu yang sama setiap hari? Yuk, Bunda, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri kepribadian orang yang suka sarapan dengan menu yang sama
Mengutip dari laman Times Entertainment dan Scandinavia Standard, berikut beberapa ciri kepribadian yang mungkin terlihat dari kebiasaan seseorang memilih menu sarapan yang sama setiap hari.
1. Menyukai stabilitas dan kepastian
Orang yang memilih menu sarapan yang sama setiap hari bisa jadi memiliki kecenderungan menyukai rutinitas dan sesuatu yang sudah familiar. Dalam psikologi makanan, hal ini berkaitan dengan food neophobia, yaitu kecenderungan menghindari makanan yang belum dikenal.
Psikolog Kanada Patricia Pliner, profesor di University of Toronto, bersama Karen Hobden, mengembangkan Food Neophobia Scale dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Appetite pada 1992. Skala tersebut digunakan untuk mengukur seberapa besar seseorang bersedia mencoba makanan yang tidak familiar.
Temuan mereka menunjukkan bahwa sebagian orang memang lebih nyaman dengan makanan dan rutinitas yang sudah dikenal.Â
2. Tidak terlalu mencari pengalaman baru
Kebiasaan memilih menu yang sama juga dapat menunjukkan bahwa seseorang tidak terlalu terdorong untuk mencoba hal-hal baru. Psikolog Marvin Zuckerman, yang dikenal melalui teori sensation seeking, menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tingkat kebutuhan terhadap sensasi, tantangan, dan pengalaman baru yang berbeda.
Dalam Handbook of Behavior, Food and Nutrition, Thomas Alley dan Kathleen Potter membahas hubungan dengan food neophobia, yaitu keengganan mencoba makanan yang belum dikenal.
Sejumlah penelitian yang mereka ulas menunjukkan bahwa orang yang lebih suka mencari pengalaman baru cenderung terbuka mencoba makanan yang berbeda. Sebaliknya, mereka yang tidak terlalu suka mencari pengalaman baru biasanya lebih nyaman memilih makanan yang sudah familiar dan terbukti cocok.
3. Cenderung lebih berhati-hati
Studi Patricia Pliner bersama Nancy Melo pada 1997 yang diterbitkan dalam Physiology & Behavior menemukan bahwa orang dengan kecenderungan mencari sensasi tinggi lebih terbuka mencoba makanan baru.
Keengganan mencoba makanan yang belum dikenal diduga berkaitan dengan kecenderungan manusia sejak masa evolusi untuk menghindari makanan yang berpotensi berbahaya.
Saat ini, sikap tersebut bisa terlihat dari kebiasaan memilih menu yang sama setiap kali makan.
4. Menyukai hal yang praktis dan minim pilihan
Penelitian tentang perilaku mencari variasi menunjukkan bahwa tidak semua orang menyukai banyak pilihan. Sebagian justru lebih nyaman mengurangi keputusan dengan memilih makanan yang sudah diketahui sesuai selera.
Psikolog Paul Rozin dari University of Pennsylvania, salah satu pakar terkemuka dalam psikologi makanan dalam karyanya berjudul Towards a Psychology of Food and Eating serta sejumlah ulasan mengenai preferensi makanan, menunjukkan bahwa rasa familiar berperan besar dalam membentuk kebiasaan makan.
Bagi sebagian orang, memilih menu yang sama merupakan cara praktis karena menghemat waktu dan mengurangi kemungkinan menyesal dengan pilihan makanan.
5. Merasa nyaman dengan hal yang familiar
Makanan memiliki kaitan erat dengan emosi dan kenangan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa makanan yang sudah dikenal dapat memberikan rasa nyaman dan aman, terutama ketika seseorang sedang menghadapi masa penuh tekanan.
Penelitian Paul Rozin mengenai psikologi makanan juga menekankan bahwa kebiasaan makan tidak hanya dipengaruhi faktor biologis, tetapi juga budaya, emosi, dan pengalaman masa lalu.Â
6. Suka mengurangi beban pikiran di pagi hari
Memilih menu sarapan yang sama setiap hari dapat menjadi cara seseorang mengurangi keputusan yang perlu dibuat sejak pagi. Menurut peneliti kebiasaan Wendy Wood, sekitar 43 persen aktivitas yang dilakukan seseorang setiap hari merupakan perilaku yang berulang dalam situasi yang sama dan dilakukan hampir secara otomatis.
Sarapan dengan menu tetap bisa menjadi salah satu kebiasaan yang membuat rutinitas pagi terasa lebih sederhana. Dengan tidak perlu memikirkan makanan yang akan disantap setiap hari, seseorang dapat menghemat waktu dan energi untuk aktivitas lainnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
3 Kalimat yang Perlu Dihindari Jika Ingin Dinilai Sebagai Wanita Cerdas
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Peringkat Zodiak Paling Keras Kepala, Taurus Jadi yang Nomor 1
Ciri Orang Berkarisma Tinggi, Sering Ucapkan 9 Kalimat Ini dalam Percakapan
7 Ciri Orang yang Tidak Terbiasa Mandiri Sejak Kecil