MOM'S LIFE
Orang Cerdas Sering Merasakan Emosi Ini saat Memulai Pekerjaan Baru, Ternyata...
Arina Yulistara | HaiBunda
Jumat, 28 Aug 2026 20:40 WIBOrang cerdas punya emosi berbeda dengan yang lain saat mencoba pekerjaan baru. Kenapa ya? Mari bahas di sini yuk, Bunda.
Memulai pekerjaan baru biasanya menjadi momen yang dipenuhi berbagai emosi. Ada rasa antusias karena mendapat kesempatan baru, namun di sisi lain muncul kecemasan saat harus beradaptasi dengan lingkungan, rekan kerja, hingga tuntutan pekerjaan yang belum familiar.
Menariknya, orang dengan tingkat kecerdasan tinggi disebut dapat mengalami emosi lain yang membuat fase awal bekerja terasa semakin tidak nyaman. Bukan hanya merasa gugup, mereka justru bisa merasakan rasa malu ketika harus menjadi pemula dan melakukan kesalahan saat mempelajari sesuatu yang baru.
Mengapa demikian?
Alasan orang cerdas sering merasakan emosi lain saat mulai pekerjaan baru
Mengutip Your Tango, berbagai alasan mengapa orang cerdas sering merasa malu saat baru mulai pekerjaan baru.
1. Malu karena belum bisa memulai pekerjaan
Menurut nervous system coach Dana Doswell, perubahan dan tekanan ketika memasuki pekerjaan baru dapat memicu disregulasi sistem saraf. Pada orang yang sangat cerdas, kondisi tersebut salah satunya bisa muncul dalam bentuk rasa malu.
Emosi ini kemudian berpotensi memengaruhi kesehatan, kesejahteraan diri, hingga kemampuan mereka beradaptasi di tempat kerja. Dibanding menganggap masa awal bekerja sebagai proses belajar, sebagian orang cerdas justru merasa harus segera membuktikan kemampuan kepada rekan kerja dan atasan.
Doswell menyebut banyak orang yang sangat cerdas juga memiliki kecenderungan sebagai pribadi yang 'high-functioning dysregulated' sehingga menjadi pemula dalam sesuatu yang baru dapat terasa sangat mengguncang.
2. Terbiasa jadi yang terbaik
Bagi orang yang terbiasa cepat memahami sesuatu dan tampil kompeten, harus kembali belajar dari awal bukanlah pengalaman yang mudah. Kesalahan kecil yang sebenarnya wajar bagi karyawan baru dapat terasa seperti bukti bahwa dirinya tidak cukup mampu.
Doswell menjelaskan bahwa orang yang sangat cerdas cenderung merasa nyaman ketika berada dalam posisi menguasai sesuatu. Ketika harus mempelajari kembali kemampuan tertentu, melakukan kesalahan, sekaligus menyesuaikan diri dengan budaya kantor, rasa malu pun dapat muncul dan membuat proses membangun hubungan dengan rekan kerja terasa semakin sulit.
3. Selalu merasa "on" di depan orang lain
Orang cerdas yang baru memasuki lingkungan kerja juga dapat merasa harus selalu menunjukkan performa terbaik. Mereka seolah tidak memiliki ruang untuk terlihat bingung, melakukan kesalahan, atau membutuhkan waktu memahami pekerjaan. Tekanan untuk terus terlihat kompeten tersebut justru dapat memperkuat rasa malu yang sebelumnya sudah muncul.
“Menjadi seorang pemula sebenarnya bisa sangat membuat sistem saraf stres dan menciptakan lingkungan di mana Anda merasa harus selalu ‘on’ agar merasa aman,” ujar Dana Doswell.
4. Terjebak dalam ego pembuktian diri
Keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari atasan maupun rekan kerja juga dapat membuat siklus tersebut semakin kuat. Ketika satu pencapaian berhasil diraih, seseorang belum tentu merasa cukup karena masih membutuhkan validasi berikutnya untuk memastikan dirinya memang dianggap kompeten.
“Kita ingin membuktikan bahwa diri kita berharga. Dan membuktikannya sekali saja tidak cukup. Kita membutuhkan validasi terus-menerus," papar John Kim, LMFT, seorang terapis.
Menurutnya, kebutuhan tersebut pada akhirnya justru dapat menjadi hambatan karena membuat seseorang sulit bekerja dengan potensi terbaiknya.
Efek dan solusi
Tekanan untuk selalu tampil sempurna dan memperoleh pengakuan dapat berdampak pada cara seseorang memandang dirinya sendiri. Jika terus berlangsung, rasa malu tidak lagi sekadar muncul karena satu kesalahan, tapi dapat melekat pada identitas dan memengaruhi harga diri.
“Rasa malu berada pada tingkat identitas dan berdampak negatif pada hubungan yang Anda miliki dengan diri sendiri,” kata Doswell.
Untuk itu, pekerjaan yang sebenarnya sudah dilakukan dengan baik belum tentu terasa memuaskan bagi orang yang terus mencari validasi dari lingkungan sekitarnya.
Menghentikan siklus rasa malu tersebut tidak selalu cukup hanya dengan mengatakan kepada diri sendiri untuk berpikir lebih positif. Menurut Doswell, seseorang perlu memahami kembali peran rasa malu yang selama ini mungkin digunakan sebagai mekanisme untuk menghadapi tekanan.
“Ini berarti secara mendasar menangani peran yang sebelumnya dimainkan rasa malu sebagai mekanisme perlindungan bagi diri sendiri. Anda perlu bergerak menuju koreksi diri yang penuh kasih,” saran Doswell.
Jadi karyawan baru tidak harus selalu dibarengi tuntutan untuk langsung sempurna. Beri kesempatan kepada diri sendiri untuk belajar, melakukan kesalahan, dan beradaptasi secara bertahap agar bisa membantu menciptakan proses kerja yang lebih sehat, termasuk bagi orang-orang yang sangat cerdas.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
"Great Stay" Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Jadi Tanda Bunda Kurang Cerdas, Perhatikan Yuk Bun
5 Kebiasaan Unik yang Dimiliki Orang Cerdas, Bunda Punya Salah Satunya?
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Potret Brandon Salim Momong Sang Anak yang Makin Menggemaskan
5 Ciri Kepribadian Langka yang Banyak Dimiliki Orang dengan Nama Berawalan Huruf S
Orang Cerdas Sering Merasakan Emosi Ini saat Memulai Pekerjaan Baru, Ternyata...
Tips Olahraga Couple ala Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil untuk Pasangan Pemula
Ciri Orang yang Sulit Maju dalam Hidup, Masih Terikat pada 8 Hal Ini
REKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus Kecil Stainless Steel Terbaik dengan Tutup Kaca
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tips Olahraga Couple ala Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil untuk Pasangan Pemula
Cara Mengenali Kepribadian Orang yang Suka Tertawa saat Mengakhiri Pembicaraan
Potret Brandon Salim Momong Sang Anak yang Makin Menggemaskan
Orang Cerdas Sering Merasakan Emosi Ini saat Memulai Pekerjaan Baru, Ternyata...
5 Ciri Kepribadian Langka yang Banyak Dimiliki Orang dengan Nama Berawalan Huruf S
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bosan Atasan Model Itu-Itu Saja? Coba Gaya High Collar yang Lebih Modern Ini
-
Beautynesia
KUIS: Kepribadian Ungkap Menu Sarapan Terbaik Untukmu, Cek!
-
Female Daily
Ini Rekomendasi 5 Lipstik Merah Brand Lokal yang Bikin Wajah Auto Fresh dan Glowing!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Menang Piala Idol Terpopuler
-
Mommies Daily
Jangan Asal Donasi, Ini 7 Jenis Baju Bekas yang Sebaiknya Tidak Didonasikan