moms-life
7 Ciri Kepribadian Orang yang Terlalu Sering Mengatakan "Maaf", Bunda Perlu Tahu
HaiBunda
Sabtu, 29 Aug 2026 07:55 WIB
Daftar Isi
Mengucapkan 'maaf' merupakan bentuk tanggung jawab ketika kita melakukan kesalahan. Hal itu menjadi lumrah ketika kita ingin menunjukkan kesopanan kepada orang yang dirugikan, Bunda.
Namun, bagaimana bila seseorang selalu mengatakan "maaf", bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahannya?
Dalam psikologi, kebiasaan sering mengatakan "maaf" dapat berkaitan dengan cara seseorang memandang dirinya sendiri. Tak hanya itu, kebiasaan tersebut juga dapat menunjukkan cara seseorang merespons konflik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi beberapa orang, kebiasaan sering mengucapkan 'maaf' bisa sangat mengganggu. Pada banyak kasus, ucapan ini bisa membuat komunikasi menjadi canggung.
Lantas, seperti apa ciri kepribadian orang yang terlalu sering berkata "maaf"? Simak penjelasannya berikut ini.
7 Ciri kepribadian orang terlalu sering bilang "Maaf"
Dikutip dari Psychology Today, orang yang terlalu sering meminta maaf sering merasa menjadi beban atau percaya bahwa mereka tidak pantas mendapatkan ruang atau perhatian.
Berikut beberapa alasan umum di balik perilaku ini:
1. Termasuk people pleaser dan kecemasan sosial
Jika sering minta maaf, Bunda mungkin sangat peduli tentang bagaimana pandangan orang lain dan menghindari konflik dengan segala cara.
Bunda meminta maaf untuk mencegah konfrontasi atau memang bersikap rendah hati dan bertanggung jawab. Meminta maaf memberikan rasa kendali dalam situasi yang tidak nyaman.
2. Rendah diri
Bunda mungkin percaya bahwa tidak pantas mendapatkan cinta atau dukungan. Meminta maaf menjadi cara untuk mengecilkan diri sendiri, untuk menghindari membebani orang lain. Bunda meragukan nilai diri dan merasa perlu untuk membenarkan keberadaan.
3. Perfeksionisme
Banyak orang suka menetapkan standar yang mustahil untuk diri sendiri. Ketika gagal memenuhi standar tersebut, orang merasa telah gagal dan harus meminta maaf, bahkan ketika sebenarnya tidak ada yang salah.
Pola pikir ini juga dapat meluas hingga mengambil tanggung jawab atas kesalahan orang lain.
4. Tumbuh dengan tekanan
Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika tidak mungkin untuk menjadi penyayang, kompetitif, dan disukai tanpa usaha, sekaligus, kebanyakan orang tidak menyalahkan ekspektasi tersebut.
Mereka malah menyalahkan diri sendiri. Rasa bersalah itu tidak hilang seiring bertambahnya usia. Itu hanya muncul kemudian, dalam bentuk ucapan "Maaf" yang refleksif.
5. Mampu membaca suasana sebelum orang lain sadar
Orang yang terlalu sering meminta maaf cenderung sangat peka terhadap suasana hati orang lain.
Sebuah studi tentang kepribadian dan empati menunjukkan bahwa kepekaan ini terkait erat dengan keramahan, salah satu dari lima sifat utama yang digunakan psikolog untuk memetakan kepribadian.
Itu adalah anugerah yang tulus. Masalahnya adalah rasa bersalah menyelinap masuk dengan cepat, bahkan ketika Bunda sama sekali tidak melakukan kesalahan.
6. Harga diri bergantung pada orang lain
Kebiasaan minta maaf terus-menerus sering dikaitkan dengan kebutuhan akan validasi dari luar, perasaan terpendam bahwa harga diri bergantung pada disukai oleh semua orang.
Para peneliti kesehatan mental menunjukkan bahwa pola ini biasanya berakar sejak dini, di rumah-rumah di mana kasih sayang terasa bersyarat, sesuatu yang harus diperoleh melalui perilaku baik.
7. Mudah bergaul
Sifat mudah bergaul sering kali mendapat reputasi buruk, tetapi sebenarnya itu bukan kelemahan. Justru inilah yang membuat Bunda hangat, kooperatif, dan benar-benar pandai membangun hubungan.
Masalah mulai muncul ketika sifat mudah bergaul yang tinggi berpasangan dengan ketegasan yang rendah atau kecemasan.
Saat itulah hal itu berubah menjadi apa yang disebut para peneliti sebagai ‘akomodasi kompulsif’, yakni terus-menerus minta maaf, menjelaskan secara berlebihan, dan mengecilkan diri hanya untuk menghindari gesekan.
Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang sering bilang “maaf”. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Kalimat Orang IQ Tinggi yang Terdengar Biasa tapi Punya Makna Tersembunyi
Ciri Kepribadian Orang Super Kaya Menurut Penelitian
Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya yang Banyak Bertanya