moms-life
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengunyah Permen Karet saat Merasa Gelisah
HaiBunda
Jumat, 11 Sep 2026 06:50 WIB
Daftar Isi
-
Ciri kepribadian orang yang suka mengunyah permen karet saat gelisah
- 1. Lebih peka terhadap tanda-tanda stres pada diri sendiri
- 2. Menyukai hal-hal sederhana yang terasa bisa dikendalikan
- 3. Menggunakan sensasi fisik untuk membantu mengalihkan perhatian
- 4. Cenderung memilih cara coping yang tidak mencolok
- 5. Menghargai kenyamanan kecil dalam keseharian
- 6. Bisa memiliki beberapa cara untuk menghadapi stres
- Benarkah mengunyah permen karet bisa mengurangi rasa gelisah?
Setiap orang punya cara masing-masing untuk menenangkan diri ketika merasa gelisah atau stres. Salah satunya dengan melakukan hal yang membuat tubuh dan pikiran terasa lebih nyaman, seperti mengunyah permen karet.
Ada juga yang memilih menarik napas panjang, berjalan sebentar, mendengarkan musik, atau mengobrol dengan orang terdekat. Lantas, seperti apa ciri kepribadian orang yang suka mengunyah permen karet saat merasa gelisah?
Melansir YourTango, kebiasaan mengunyah permen karet dikaitkan dengan beberapa karakteristik tertentu, seperti lebih peka terhadap tanda-tanda stres, menyukai kenyamanan sederhana, hingga mampu mencari cara untuk mengatasi tekanan secara tenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Bunda perlu memahami bahwa kebiasaan mengunyah permen karet tidak bisa digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti. Penelitian yang ada lebih banyak melihat hubungan antara aktivitas mengunyah dengan stres, kecemasan, suasana hati, dan perhatian.
Ciri kepribadian orang yang suka mengunyah permen karet saat gelisah
Kebiasaan mengunyah permen karet sering dikaitkan dengan upaya meredakan ketegangan, sekaligus memberikan sesuatu yang lezat untuk dinikmati. Kebiasaan sederhana ini juga disebut-sebut dapat menggambarkan beberapa karakteristik menarik pada seseorang.
Berikut beberapa karakteristik yang dikaitkan dengan kebiasaan tersebut:
1. Lebih peka terhadap tanda-tanda stres pada diri sendiri
Orang yang terbiasa mengunyah permen karet ketika mulai gelisah mungkin sudah mengenali tanda-tanda ketidaknyamanan dalam dirinya.
Misalnya, Bunda mulai merasa sulit berkonsentrasi, tubuh terasa tegang, pikiran semakin ramai, atau menjadi lebih mudah kesal. Daripada menunggu stres semakin berat, Bunda mungkin langsung melakukan sesuatu yang terasa membantu.
Dalam artikel YourTango, kebiasaan mengunyah permen karet saat merasa gelisah dikaitkan dengan kesadaran seseorang terhadap kondisi dirinya. Aktivitas mengunyah yang dilakukan berulang juga dianggap dapat memberikan sensasi yang familier ketika seseorang sedang menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.
Namun, hal ini lebih tepat disebut sebagai kesadaran terhadap kondisi diri atau self-awareness, bukan bukti bahwa seseorang pasti memiliki tipe kepribadian tertentu.
Penelitian juga menunjukkan bahwa mengunyah permen karet berpotensi memengaruhi respons seseorang terhadap stres.
Studi Scholey dan kolega yang diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2009 menemukan bahwa peserta yang mengunyah permen karet saat menjalani tugas yang menimbulkan stres mengalami tingkat kecemasan dan stres yang lebih rendah dibandingkan ketika tidak mengunyah permen karet.
Penelitian tersebut juga menemukan kadar kortisol saliva yang lebih rendah pada kondisi mengunyah permen karet.
2. Menyukai hal-hal sederhana yang terasa bisa dikendalikan
Rasa gelisah terkadang muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak pasti. Tidak semua hal bisa dikendalikan, termasuk hasil suatu rencana atau respons orang lain.
Dalam kondisi seperti ini, aktivitas sederhana dan familier seperti mengunyah permen karet dapat memberikan sesuatu yang terasa lebih mudah diprediksi.
Orang yang menggunakan permen karet untuk menenangkan diri mungkin juga menyukai rutinitas kecil lain ketika menghadapi tekanan, misalnya memesan minuman yang sama atau mendengarkan lagu yang sudah familier. Kebiasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang kaku, tetapi bisa menjadi cara untuk mendapatkan rasa stabil di tengah situasi yang tidak pasti.
Dalam psikologi, cara seseorang menghadapi tekanan memang dapat melibatkan berbagai strategi coping. Namun, belum ada bukti kuat bahwa orang yang mengunyah permen karet pasti memiliki kebutuhan lebih besar terhadap kontrol dibandingkan orang lain.
3. Menggunakan sensasi fisik untuk membantu mengalihkan perhatian
Mengunyah permen karet memberikan rangsangan sensorik yang cukup sederhana. Ada gerakan rahang yang berulang, rasa dan aroma permen karet, serta sensasi di dalam mulut.
Untuk sebagian orang, rangsangan tersebut mungkin membantu perhatian tidak sepenuhnya terserap oleh pikiran yang membuat gelisah.
Kebiasaan mengunyah permen karet juga dapat menjadi salah satu aktivitas sensorik yang membuat seseorang fokus pada sensasi fisik yang sedang dirasakan. Kebiasaan lain yang serupa misalnya mengetukkan kaki atau memainkan rambut.
Hal ini sejalan dengan penelitian mengenai aktivitas mengunyah. Dalam sebuah ulasan ilmiah, peneliti Andrew P. Allen dan Andrew Smith dari Cardiff University membahas berbagai penelitian mengenai hubungan mengunyah permen karet dengan fungsi kognitif, suasana hati, kesejahteraan, dan respons fisiologis.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, meskipun hasil penelitian mengenai stres dan kecemasan tidak selalu konsisten.
4. Cenderung memilih cara coping yang tidak mencolok
Ada orang yang ketika sedang stres langsung menceritakan masalahnya kepada orang lain. Namun, ada pula yang lebih nyaman mengatasi rasa tidak nyaman Ada orang yang ketika sedang stres langsung menceritakan masalahnya kepada orang lain. Namun, ada pula yang lebih nyaman mengatasi rasa tidak nyaman tersebut secara pribadi.
Mengunyah permen karet bisa dilakukan sambil bekerja, berbelanja, belajar, atau menjalani aktivitas lain. Orang di sekitar bahkan belum tentu menyadari bahwa seseorang sedang berusaha mengelola rasa gelisah.
Artikel YourTango mengaitkan kebiasaan tersebut dengan orang yang menyukai strategi coping yang tenang dan tidak terlalu mencolok.
Meski demikian, memilih coping secara pribadi bukan berarti seseorang tidak membutuhkan dukungan. Jika stres atau kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berbicara dengan orang yang dipercaya atau mencari bantuan profesional tetap bisa menjadi pilihan.
5. Menghargai kenyamanan kecil dalam keseharian
Secangkir minuman favorit, menonton acara TV yang sudah akrab, memakai pakaian yang nyaman, atau mengunyah permen karet bisa menjadi hal-hal sederhana yang membuat seseorang merasa lebih nyaman.
Untuk sebagian orang, kenyamanan kecil seperti ini dapat membantu melewati hari yang terasa melelahkan atau situasi yang membuat stres.
Orang yang mengunyah permen karet saat merasa gelisah mungkin juga menikmati rutinitas sederhana yang memberikan rasa nyaman. Kebiasaan tersebut bisa menjadi cara praktis untuk sejenak mengalihkan perhatian dari tekanan yang sedang dihadapi.
Menemukan sumber kenyamanan sederhana bukan berarti seseorang terlalu sensitif atau mudah cemas. Setiap orang punya cara berbeda untuk membuat dirinya merasa lebih nyaman ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.
6. Bisa memiliki beberapa cara untuk menghadapi stres
Menariknya, orang yang mengunyah permen karet sebagai cara untuk menenangkan diri belum tentu bergantung sepenuhnya pada kebiasaan tersebut. Jika tidak memiliki permen karet, mereka mungkin bisa beralih ke cara lain seperti mengatur pernapasan, berjalan sebentar, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.
Dari sisi ilmiah, penelitian mengenai permen karet juga menunjukkan bahwa efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Beberapa penelitian menemukan manfaat terhadap stres atau kecemasan, sementara penelitian lain tidak menemukan efek yang sama.
Karena itu, kemampuan beradaptasi justru lebih tepat dilihat dari seberapa fleksibel seseorang dalam memilih strategi menghadapi situasi sulit, bukan dari apakah ia membawa permen karet atau tidak.
Benarkah mengunyah permen karet bisa mengurangi rasa gelisah?
Ada penelitian yang menunjukkan kemungkinan tersebut, tetapi hasilnya belum cukup untuk mengatakan bahwa permen karet pasti bisa mengatasi kecemasan.
Salah satu penelitian pada 40 orang dewasa menemukan bahwa mengunyah permen karet selama kondisi stres akut dikaitkan dengan penurunan kecemasan, stres yang dirasakan, dan kadar kortisol saliva, serta peningkatan kewaspadaan.
Penelitian lain yang melibatkan 36 peserta dalam situasi stres sosial juga menemukan bahwa mengunyah permen karet dapat mengurangi peningkatan kecemasan yang dirasakan peserta setelah menjalani simulasi wawancara kerja. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan peningkatan rasa tenang atau puas secara keseluruhan.
Sementara itu, hasil penelitian lain tidak selalu sama. Studi yang menguji kembali efek mengunyah permen karet terhadap stres tidak menemukan bahwa aktivitas tersebut mampu mengurangi peningkatan stres atau kadar kortisol secara konsisten.
Ulasan ilmiah yang diterbitkan pada 2015 juga menyimpulkan bahwa bukti mengenai efek mengunyah permen karet terhadap stres dan kecemasan masih beragam. Ada penelitian yang menemukan manfaat, tetapi ada pula yang tidak menemukan efek serupa.
Ini artinya, mengunyah permen karet boleh saja menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menghadapi rasa gelisah, tetapi bukan pengganti penanganan kecemasan secara profesional.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Ciri Kepribadian Orang yang Makan dengan Cepat, Sering Dilakukan Anak Sulung
Mom's Life
4 Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan April, Suka Ketenangan tapi Penuh Ide
Mom's Life
Alasan Mengapa Orang dengan Golongan Darah O Jadi yang Terfavorit di Korea
Mom's Life
10 Ciri Perempuan Tangguh Bisa Lepas dari Masalah, Bisa Mencintai Diri Sendiri
Mom's Life
9 Ciri Kepribadian Dilihat dari Buah Favorit, Bunda Suka yang Mana?
Mom's Life
Sering Lupa? Bisa Jadi Bunda Sedang Mengalami Stres
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Kepribadian Orang yang Sulit Mengendalikan Diri dari Kalimat yang Diucapkan
Ciri Orang yang Punya Sifat Egois dari Kalimat yang Sering Diucapkan
11 Ciri Orang yang Membawa Energi Positif bagi Sekitarnya