HaiBunda

MOM'S LIFE

Ciri Orang Tidak Enakan, Sulit Bilang "Tidak" dan Sering Mendahulukan Orang Lain

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 05 Sep 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Ciri Orang Tidak Enakan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/wichayada suwanachun
Jakarta -

Sering mendahulukan orang lain bisa menjadi tanda seseorang memiliki sifat tidak enakan. Mereka cenderung sulit tidak enakan ini bahkan rela mengesampingkan kebutuhannya sendiri, Bunda.

Dalam psikologi, kecenderungan ini dikaitkan dengan kebutuhan yang kuat akan persetujuan dan pengakuan. Seseorang melakukannya karena mungkin ingin menjaga keharmonisan dan menghindari penolakan.

Hal tersebut sejalan dengan Self-Determination Theory, yang menekankan kebutuhan manusia akan keterhubungan dan keinginan untuk merasa diterima. Melansir laman The Economic Times, konsep kunci yang menjelaskan perilaku ini bahkan dikaitkan dengan respons menjilat, sebuah istilah yang dipopulerkan oleh terapis Pete Walker. Menjilat dianggap sebagai respons stres selain melawan, melarikan diri, dan membeku.


Dalam respons ini, seseorang mengatasi ancaman yang dirasakan dengan menjadi terlalu setuju, patuh, atau akomodatif. Alih-alih menghadapi atau menghindari stres, mereka berusaha menyenangkan orang lain untuk menghindari konflik atau bahaya.

Ciri orang tidak enakan

Ada beberapa ciri orang tidak enakan hingga sulit mengatakan 'tidak'. Simak ciri-cirinya berikut ini:

1. Sulit mengatakan 'tidak' karena sensitif dengan emosi orang lain

Dikutip dari Times of India, sebelum kata 'tidak' keluar dari mulut, kita biasanya sudah membayangkan ekspresi kecewa di wajah orang lain. Itu bukan karena kita terlalu banyak berpikir, tapi bisa jadi sesuatu yang berkaitan dengan gender.

Sebuah studi jangka panjang yang diterbitkan dalam The Spanish Journal of Psychology menemukan bahwa perempuan secara konsisten lebih baik daripada pria dalam membaca dan memahami emosi orang lain. Itulah mengapa mengatakan 'tidak' bagi perempuan bisa terasa seperti menyakiti seseorang.

2. Sering tidak percaya diri

Permintaan maaf yang terus-menerus terkadang menandakan keraguan diri. Alih-alih dengan percaya diri berbagi ide, orang-orang yang suka mengatakan 'tidak' mungkin berkata, 'maaf' sebelum berbicara.

Seiring waktu, permintaan maaf yang tidak perlu dapat secara tidak sengaja mengurangi dampak dari apa yang dikatakan seseorang, bahkan ketika mereka memiliki ide-ide yang berharga. Psikolog yang mempelajari harga diri mencatat bahwa orang dengan kepercayaan diri yang rendah lebih cenderung mencari penegasan dan meremehkan diri mereka sendiri dalam percakapan.

3. Lebih sadar diri daripada kritis terhadap diri sendiri

Sering mengucapkan 'tidak' atau 'maaf' tidak selalu menunjukkan rendahnya harga diri. Beberapa orang memang sangat sadar akan bagaimana mereka dipandang.

Mereka memperhatikan isyarat sosial, mengenali ketika mereka benar-benar melakukan kesalahan, dan sangat peduli untuk memperlakukan orang lain dengan hormat. Tantangannya muncul ketika kesadaran ini berubah menjadi permintaan maaf pada hal-hal yang tidak perlu, seperti meminta bantuan atau mengungkapkan pendapat.

Psikolog sering merekomendasikan untuk mengganti permintaan maaf yang tidak perlu dengan alternatif yang lebih percaya diri. Alih-alih mengatakan, 'Maaf atas keterlambatannya', Bunda dapat mengatakan 'Terima kasih atas kesabaran kamu'. Hal itu dapat mengalihkan fokus dari rasa bersalah ke rasa syukur tanpa terdengar kurang sopan.

4. Sering mengalami kecemasan

Para psikolog juga menghubungkan perilaku sulit mengatakan 'tidak' dengan Attachment Theory. Individu dengan gaya keterikatan cemas sering mencari kepastian dan persetujuan terus-menerus dalam hubungan.

Dalam budaya kolektivis, di mana harmoni diprioritaskan, mengatakan 'tidak' dapat dianggap tidak sopan. Hal ini menciptakan tekanan tambahan untuk patuh, bahkan dengan mengorbankan kesejahteraan pribadi.

5. Suka mengerjakan tugas orang lain

Mereka yang sulit mengatakan 'maaf' sering kali dimanfaatkan oleh orang lain. Misalnya, mereka pada akhirnya mengerjakan tugas orang lain yang bukan menjadi job desk-nya.

Psikolog organisasi bahkan menyebut hal ini sebagai 'tugas yang tidak dapat dipromosikan'. Penelitian dari Carnegie Mellon University menunjukkan bahwa perempuan jauh lebih sering menerima tugas tersebut dibandingkan laki-laki. Bagi mereka, mengatakan 'tidak' rasanya hampir mustahil, karena menolak sama saja dengan tidak diterima oleh tim.

Demikian ciri orang yang tidak enakan hingga sulit mengatakan 'tidak'. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang Tidak Enakan, Sulit Bilang "Tidak" dan Sering Mendahulukan Orang Lain

Mom's Life Annisa Karnesyia

Stop Bilang "Ada Apa denganmu?" ke Anak, Ini Kalimat Penggantinya yang Lebih Baik

Parenting Annisa Karnesyia

3 Shio Paling Banyak Dimiliki Miliarder Dunia Menurut Studi

Mom's Life Elia Amaliana

Program Bayi Tabung Gagal, Apakah Bisa Dapat Uang Kembali? Simak Ketentuannya

Kehamilan Melly Febrida

7 Cara Bantu Anak Merasa Percaya Diri saat Masuk TK

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Lampung Financial Festival 2026, Kolaborasi Angkat Literasi Keuangan

Ciri Orang Tidak Enakan, Sulit Bilang "Tidak" dan Sering Mendahulukan Orang Lain

Stop Bilang "Ada Apa denganmu?" ke Anak, Ini Kalimat Penggantinya yang Lebih Baik

Program Bayi Tabung Gagal, Apakah Bisa Dapat Uang Kembali? Simak Ketentuannya

Jangan Asal Pilih Bra Setelah Melahirkan, Bun!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK