moms-life
Ciri Orang Bijak, Terlihat dari 11 Kalimat yang Sering Diucapkan
HaiBunda
Rabu, 02 Sep 2026 11:35 WIB
Daftar Isi
-
11 Kalimat yang sering diucapkan orang bijak
- 1. “Tidak ada yang abadi”
- 2. “Aku tidak tahu”
- 3. “Aku mengerti maksud kamu”
- 4. “Terima kasih”
- 5. “Aku butuh bantuan”
- 6. “Kita semua sedang belajar”
- 7. “Ceritakan lebih lanjut”
- 8. “Saya telah membuat kesalahan”
- 9. “Izinkan saya mengambil waktu sejenak untuk merenungkan pikiran”
- 10. “Bagaimana perasaanmu”
- 11. “Bagaimana aku bisa membantumu?”
Setiap orang tentu memiliki cara berbeda dalam menyampaikan pendapat dan menghadapi berbagai situasi. Namun, pilihan kata yang sering digunakan ternyata dapat mencerminkan cara seseorang berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang bijak tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan pemikiran logis, tetapi juga mampu memahami perasaan, merenungkan diri, serta melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa kalimat yang kerap disampaikan oleh orang bijak. Kalimat tersebut dapat menunjukkan rasa ingin tahu, kepedulian, serta kemampuan mereka dalam membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
11 Kalimat yang sering diucapkan orang bijak
Dilansir Your Tango, berikut kumpulan kalimat yang sering disampaikan orang-orang bijak menurut penelitian:
1. “Tidak ada yang abadi”
Ada beberapa motto hidup yang dianut oleh orang bijak dan yang mencirikan optimisme mereka dalam menjalani hidup, salah satunya adalah “Tidak ada yang abadi”.
Dengan hanya mengingat bahwa kesulitan akan berlalu, kesengsaraan dapat diatasi, dan emosi bersifat sementara, jutaan aspek kehidupan mereka berubah dibandingkan dengan orang biasa.
Mereka tidak hanya lebih baik dalam mengatur emosinya, karena tahu bahwa emosi tidak abadi atau "terjebak," tetapi mereka juga menghadapi situasi tersulit dalam hidup dengan anggun dan empati, mulai dari menghadapi kehilangan, mengalami patah hati, hingga mengatasi stres dari pekerjaan yang menyita seluruh perhatian.
2. “Aku tidak tahu”
Selain merasa nyaman mengakui kesalahan, orang-orang bijak juga sering menggunakan kalimat "Aku tidak tahu," meminta bantuan, belajar dari orang lain, dan tetap ingin tahu tentang hal-hal yang tidak mereka pahami, bahkan ketika itu tidak nyaman.
Dengan bersedia mengakui ketika mereka tidak tahu sesuatu, daripada mencoba menegaskan pandangan yang salah tentang kecerdasan atau kepercayaan diri, orang-orang bijak belajar dan berkembang lebih banyak daripada orang biasa.
Mereka mempersiapkan diri untuk sukses di tempat kerja, mengembangkan percakapan santai dan interaksi sosial yang lebih baik, dan meningkatkan manfaat sosial dari meminta dan menerima bantuan dari orang lain.
3. “Aku mengerti maksud kamu”
Merasa didengarkan adalah hal mendasar dalam membangun dan memelihara hubungan sosial yang sehat, menurut sebuah studi PLOS One.
Dengan meminta orang lain untuk berbagi lebih banyak tentang diri mereka sendiri, emosi mereka, dan pendapat mereka, orang-orang bijak memberi diri mereka kesempatan untuk belajar, sekaligus membantu orang lain merasa lebih dihargai dan terhubung.
Menggunakan ungkapan ini membuat orang lain merasa memiliki ruang aman untuk berbagi, dan akan membantu mereka lebih terbuka dan lebih rentan.
4. “Terima kasih”
Para ahli dari Harvard Health Publishing menyarankan bahwa mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa syukur tidak hanya meningkatkan kebahagiaan pada orang biasa, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik.
Tentu saja, orang bijak menggunakan ungkapan-ungkapan seperti ini untuk mengungkapkan rasa syukur mereka sepanjang waktu, meningkatkan kesejahteraan emosional dan fisik mereka, sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat.
5. “Aku butuh bantuan”
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Management Science, meminta bantuan dapat mendorong orang lain untuk memandang Bunda sebagai pribadi yang lebih kompeten, cerdas, dan percaya diri, bahkan jika itu hanya meminta bantuan dalam sebuah proyek di tempat kerja.
Ungkapan yang sering digunakan oleh orang bijak ini merupakan perwujudan dari praktik tersebut dan sering digunakan oleh orang-orang yang benar-benar bijak.
Mereka tidak hanya nyaman membuat kesalahan, meminta bantuan, dan mencari nasihat ketika mereka membutuhkannya, tetapi mereka juga termotivasi oleh momen-momen pembelajaran dan rasa ingin tahu yang memicu interaksi dan percakapan tersebut.
6. “Kita semua sedang belajar”
Rasa ingin tahu adalah aspek fundamental dari kecerdasan, menurut sebuah studi dari Journal of Individual Differences, tetapi orang-orang yang paling bijaksana cenderung membawa rasa ingin tahu mereka ke tingkat yang lebih tinggi dalam rutinitas sehari-hari mereka.
Baik itu mencari percakapan dengan orang asing, memberikan kesempatan kedua kepada orang yang telah melakukan kesalahan, atau berinvestasi dalam hobi dan minat khusus mereka sendiri, orang-orang yang benar-benar bijaksana secara bawaan memiliki rasa ingin tahu dan minat untuk belajar.
Menurut penelitian, banyak ungkapan yang sering digunakan oleh orang-orang yang benar-benar bijaksana memberikan momen pembelajaran dan jalan untuk belajar dalam percakapan.
Mereka bersedia memberikan toleransi kepada orang-orang yang ingin belajar, tetapi mereka juga bersedia mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan dan belajar darinya.
7. “Ceritakan lebih lanjut”
Menurut psikolog Leon F. Seltzer, PhD, orang yang benar-benar bijaksana cenderung lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, mewujudkan bakat untuk membuat orang lain merasa didengar, dihargai, dan dipahami tanpa harus mengatakan apa pun.
Ini adalah salah satu ungkapan yang sering digunakan oleh orang yang benar-benar bijaksana, menurut penelitian, karena membuka kesempatan bagi orang lain untuk berbagi keahlian, pendapat, dan pemikiran mereka.
8. “Saya telah membuat kesalahan”
Dari tempat kerja, di mana meluangkan waktu untuk menganalisis kesalahan dan menciptakan momen pembelajaran meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan, hingga hubungan dan koneksi pribadi, bertanggung jawab atas kesalahan adalah salah satu perilaku yang dilakukan dengan baik oleh orang-orang yang benar-benar bijaksana.
Dengan mengatakan "Saya telah melakukan kesalahan" atau mengakui kesalahan mereka, orang-orang bijak membuka diri untuk belajar dari orang lain, daripada menutup diri dan memicu kebencian dengan mengadopsi mentalitas korban yang salah arah atau mengalihkan kesalahan.
9. “Izinkan saya mengambil waktu sejenak untuk merenungkan pikiran”
Kemampuan untuk mengatur emosi sendiri, menenangkan diri dalam situasi stres, dan memberikan bimbingan dalam percakapan yang paling sulit sekalipun adalah ciri-ciri orang bijak.
Dengan meluangkan waktu untuk mengumpulkan pikiran, dengan menggunakan ungkapan seperti ini, Bunda dapat mewujudkan kebijaksanaan yang didambakan semua orang.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Waterloo, refleksi diri, pengaturan emosi, dan kemampuan untuk berpikir logis dalam situasi stres adalah ciri khas "orang bijaksana”, dalam berbagai konteks sosial dan budaya.
10. “Bagaimana perasaanmu”
Sebuah studi dari Perspectives on Psychological Science menemukan bahwa ada hubungan menarik antara kebahagiaan atau menjalani "kehidupan yang baik" dan kebijaksanaan.
Semakin bijaksana seseorang, semakin bahagia mereka dalam hidup, sebagian besar karena mereka dapat membentuk hubungan yang lebih memuaskan dalam hidup mereka, baik dengan diri mereka sendiri, pekerjaan mereka, kehidupan pribadi mereka, dan orang lain.
Dengan mewujudkan empati yang menjadi ciri kebijaksanaan, orang bijaksana menggunakan ungkapan seperti ini untuk terhubung dengan orang-orang dalam hidup mereka.
Mereka tidak hanya membuat orang lain merasa dipahami dan didengar, bahkan dalam percakapan yang paling santai sekalipun, tetapi mereka juga memberi orang kesempatan untuk belajar tentang diri mereka sendiri, berbagi kebijaksanaan secara tidak langsung.
11. “Bagaimana aku bisa membantumu?”
Kita bisa "memanfaatkan" kebijaksanaan orang lain, tetapi orang bijak juga bisa berbagi pengetahuan dan keahlian mereka sendiri dengan orang lain.
Dengan berkomitmen pada rasa ingin tahu, menciptakan ruang aman dalam percakapan, mengajukan pertanyaan yang bijaksana, dan mendengarkan dengan niat untuk belajar, daripada menunggu kesempatan untuk berbicara, orang bijak menggunakan kalimat seperti ini untuk berbagi kebijaksanaan mereka.
Menurut penelitian, banyak kalimat yang sering digunakan oleh orang bijak memiliki kekuatan untuk menghubungkan orang, tetapi pertanyaan seperti ini, atau "Ada apa?" dan "Kamu tampak kesal, bagaimana saya bisa membantu?", melangkah lebih jauh dalam membimbing percakapan secara empatik.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan oleh orang-orang bijak. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
Mom's Life
6 Kata-kata yang Sering Diucapkan Orang Ekstrovert
Mom's Life
Kepribadian Ini Sering Ucap "Jangan Masukin Hati Ya" saat Berbicara, Waspada Bun!
Mom's Life
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
Mom's Life
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
Mom's Life
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri Orang Frustrasi yang Secara Mental dan Emosional, Sering Ucapkan 9 Kalimat Ini
Ciri Kepribadian Seseorang dari Pilihan Kata yang Sering Diucapkan
Ciri Orang yang Dapat Dipercaya dari Kalimat yang Sering Diucapkan