HaiBunda

MOM'S LIFE

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membukakan Pintu untuk Orang Lain, Ternyata Tak Sekadar Sopan

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 13 Sep 2026 22:00 WIB
Ilustrasi ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu / Foto: Getty Images/anatoliycherkas

Bunda pernah memperhatikan orang yang hampir selalu membukakan pintu untuk orang lain? Misalnya saja saat keluar dari gedung, seseorang melihat ada orang di belakangnya lalu sengaja menahan pintu agar orang tersebut tak perlu membukanya sendiri.

Sebenarnya, seperti apa ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu untuk orang lain?

Sekilas, tindakan ini mungkin terlihat sebagai bentuk sopan santun. Tapi, kebiasaan kecil tersebut juga bisa berkaitan dengan cara seseorang berinteraksi dan memperhatikan orang lain. Jadi, enggak sekadar sopan, Bunda.


Psikolog Art Markman, Ph.D., menjelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan alasan seseorang menahan pintu untuk orang lain. Salah satunya berkaitan dengan kepribadian, termasuk sifat conscientiousness atau kecenderungan untuk teliti dan bertanggung jawab.

"Orang yang memiliki sifat teliti (conscientious) mungkin lebih cenderung menahan pintu untuk orang di belakang mereka. Kemungkinan lain adalah adanya faktor sosial," tulis Markman melansir dari PsychologyToday.

Namun, perilaku tersebut tidak selalu bisa dijelaskan hanya dari kepribadian. Faktor sosial, kebiasaan, hingga situasi saat itu juga dapat berperan.

Ciri kepribadian orang yang sering membukakan pintu untuk orang lain

Kebiasaan membukakan pintu memang tidak bisa dijadikan "tes kepribadian". Namun, tindakan kecil ini dapat menjadi salah satu contoh perilaku prososial, yakni perilaku yang dilakukan dengan tujuan memberikan manfaat atau membantu orang lain.

Berikut beberapa ciri yang dapat berkaitan dengan kebiasaan tersebut.

1. Tidak mementingkan diri sendiri

Melansir Your Tango, orang yang hampir selalu membukakan pintu untuk orang lain dapat memiliki sejumlah kecenderungan, seperti tidak mementingkan diri sendiri, prososial, percaya diri, dan tenang.

Namun, ciri-ciri tersebut bukan berarti dapat digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang hanya dari kebiasaan membukakan pintu.

Tindakan ini sebenarnya sederhana. Ia hanya perlu menahan pintu beberapa detik lebih lama agar orang di belakangnya bisa masuk atau keluar dengan lebih mudah.

Kecenderungan untuk mempertimbangkan kenyamanan orang lain dapat menjadi bagian dari perilaku altruistis atau tidak terlalu berpusat pada kepentingan diri sendiri.

2. Memiliki perilaku prososial

Perilaku prososial mencakup berbagai tindakan yang dilakukan untuk membantu atau memberikan manfaat untuk orang lain. Seperti menolong, berbagi, memberikan dukungan, atau menunjukkan kepedulian.

Membukakan pintu tentu merupakan bentuk yang sangat sederhana. Namun, kebiasaan memperhatikan orang lain dalam situasi sehari-hari dapat menjadi salah satu contoh perilaku prososial.

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya hubungan positif antara perilaku prososial dan kesehatan mental. Dalam meta-analisis yang diterbitkan pada 2026, peneliti menganalisis 366 effect sizes dari 121 studi dengan total 222.866 partisipan.

Hasilnya menunjukkan hubungan positif antara perilaku prososial dan kesehatan mental, meski kekuatan hubungan tersebut dapat berbeda berdasarkan budaya, indikator kesehatan mental, alat ukur, dan desain penelitian.

3. Peka terhadap keberadaan orang lain

Orang yang membukakan pintu untuk seseorang di belakangnya perlu menyadari bahwa ada orang lain yang sedang mendekat.

Hal sederhana ini menunjukkan adanya perhatian terhadap lingkungan sekitar. Ia tidak hanya berfokus pada tujuannya sendiri, tetapi juga memperhatikan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Meski begitu, kepekaan seperti ini tidak otomatis berarti seseorang memiliki kepribadian tertentu. Bisa saja ia melakukannya karena sudah terbiasa atau karena mengikuti norma kesopanan yang berlaku.

4. Cenderung mempertimbangkan kenyamanan orang lain

Menahan pintu selama beberapa detik berarti seseorang bersedia mengubah sedikit perilakunya agar orang lain tidak perlu melakukan usaha yang sama.

Kecenderungan untuk mempertimbangkan kenyamanan orang lain dapat terlihat dalam berbagai bentuk perilaku prososial sehari-hari, termasuk membantu, berbagi, atau memberikan dukungan kepada orang lain.

Namun, satu tindakan saja tentu tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan kepribadian seseorang.

5. Memiliki kecenderungan kooperatif

Membukakan pintu ternyata juga dapat dilihat sebagai bentuk kerja sama sederhana antara orang yang berada di depan dan orang yang mengikutinya.

Ketika seseorang menahan pintu, orang di belakang biasanya tidak perlu membuka pintu sendiri. Penelitian tentang perilaku membukakan pintu menunjukkan bahwa orang yang berada di belakang juga cenderung mempercepat langkah ketika pintu ditahan untuknya.

Ini artinya bahwa tindakan kecil tersebut melibatkan kontribusi dari kedua pihak. Satu orang menahan pintu, sementara orang lain menyesuaikan langkah agar usaha yang dikeluarkan bersama menjadi lebih kecil.

Mengapa orang membukakan pintu untuk orang lain?

Membukakan pintu buat orang lain ternyata tidak selalu karena sopan santun. Penelitian Joseph Santamaria dan David Rosenbaum yang diterbitkan dalam Psychological Science pada 2011 mengamati perilaku orang ketika mendekati pintu dan melihat apakah mereka menahannya untuk orang yang berada di belakang.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengamati 148 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa keputusan menahan pintu juga berkaitan dengan upaya meminimalkan keseluruhan usaha yang diperlukan oleh orang-orang dalam situasi tersebut.

Ketika ada orang di belakang, orang yang berada di depan menahan pintu sehingga orang berikutnya tidak perlu membuka pintu sendiri. Sebaliknya, orang yang berada di belakang juga cenderung mempercepat langkah ketika melihat pintu sedang ditahan untuknya.

Dengan kata lain, tindakan tersebut menciptakan kerja sama kecil antara dua orang yang bahkan mungkin tidak saling mengenal.

Peneliti juga menekankan bahwa kita kemungkinan besar tidak melakukan perhitungan tersebut secara sadar. Kebiasaan menunjukkan kesopanan dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat interaksi sederhana menjadi lebih mudah bagi semua pihak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Ciri Kebiasaan Orang Cerdas yang Sering Tak Disadari

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membukakan Pintu untuk Orang Lain, Ternyata Tak Sekadar Sopan

Mom's Life Melly Febrida

Potret Yannick Anak Bungsu Yasmine Wildblood yang Parasnya Mirip Sang Bunda

Parenting Annisa Karnesyia

4 Sifat Suami yang Bikin Istri Tetap Merasa Dicintai Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Anak Artis Kuliah di Amerika Serikat, Ada yang Lulus dengan Predikat Cum Laude

Mom's Life Amira Salsabila

3 Resep Jamur Crispy Tahan Lama, Tetap Kriuk meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membukakan Pintu untuk Orang Lain, Ternyata Tak Sekadar Sopan

Potret Yannick Anak Bungsu Yasmine Wildblood yang Parasnya Mirip Sang Bunda

4 Sifat Suami yang Bikin Istri Tetap Merasa Dicintai Meski Sudah Bertahun-tahun Menikah

5 Potret Anak Artis Kuliah di Amerika Serikat, Ada yang Lulus dengan Predikat Cum Laude

3 Resep Jamur Crispy Tahan Lama, Tetap Kriuk meski Sudah Dingin

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK