Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Sep 2026 19:30 WIB

Young women talking in public park, hodling digital tablet
Ilustrasi ciri orang yang nyaman punya sedikit teman / Foto: Getty Images/Satoshi-K
Daftar Isi

Orang yang punya sedikit teman bukan berarti enggak gaul, Bunda. Jumlah teman tidak bisa dijadikan patokan apakah seseorang mudah bergaul atau tidak. Sebab, tidak semua orang membutuhkan lingkaran pertemanan yang besar.

Ada orang yang justru lebih nyaman dengan hanya segelintir teman dekat. Mereka juga tidak keberatan memiliki jumlah teman yang tidak banyak, asalkan punya teman yang bisa dipercaya dan hubungan yang dijalani terasa bermakna.

Ini berarti, sedikit teman tidak selalu membuat seseorang kesepian atau sulit bergaul. Kualitas hubungan sosial juga bisa menjadi hal yang penting, bukan hanya seberapa banyak teman yang dimiliki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri orang yang nyaman punya sedikit teman

Setiap orang tentu memiliki kebutuhan sosial yang berbeda. Ada yang senang memiliki banyak teman dan sering bertemu banyak orang, sementara yang lain lebih nyaman dengan lingkaran kecil.

Seperti apa ciri orang yang nyaman punya sedikit teman dan lebih memilih hubungan yang berkualitas? Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Lebih mementingkan kedekatan daripada jumlah teman

Melansir Your Tango, orang yang nyaman memiliki sedikit teman biasanya tidak terlalu mempermasalahkan berapa banyak orang yang ada dalam lingkaran sosialnya. Mereka menghargai hubungan yang mendalam dan langgeng, sehingga lebih memilih memiliki beberapa teman yang benar-benar dekat daripada mengenal banyak orang tetapi tidak mempunyai hubungan yang mendalam.

Penelitian mengenai hubungan sosial juga menunjukkan bahwa kualitas hubungan berkaitan dengan kesejahteraan.

Dalam sebuah studi jangka panjang, kualitas interaksi sosial pada usia 30 tahun ditemukan lebih berkaitan dengan sejumlah hasil psikososial di usia 50 tahun dibandingkan jumlah interaksi sosial.

Ini berarti, banyak teman bukan satu-satunya ukuran apakah kehidupan sosial seseorang berjalan dengan baik.

2. Memilih teman berdasarkan kecocokan

Orang yang nyaman memiliki sedikit teman bisa saja lebih mempertimbangkan kecocokan ketika menjalin pertemanan. Mereka mungkin merasa lebih nyaman berteman dengan orang yang memiliki nilai, minat, atau cara pandang yang terasa sejalan.

Penelitian mengenai pembentukan pertemanan menunjukkan bahwa kemiripan nilai dapat berperan dalam pilihan seseorang untuk menjalin persahabatan.

Studi lain terhadap jaringan pertemanan juga menemukan bahwa orang yang memiliki kemiripan dalam nilai atau karakteristik kepribadian cenderung lebih mungkin menjadi teman.

Jadi, memiliki sedikit teman tidak selalu berarti seseorang sulit berteman. Mereka bisa saja lebih nyaman membangun hubungan dengan orang-orang yang dirasa cocok.

3. Nyaman melakukan aktivitas sendiri

Orang yang memiliki sedikit teman bisa saja tidak selalu membutuhkan teman untuk menemani setiap aktivitas. Mereka bisa pergi sendiri, membaca, menonton film, mengerjakan hobi, atau sekadar menikmati waktu di rumah tanpa merasa ada yang kurang.

Penelitian mengenai unsociability juga membedakan preferensi untuk menghabiskan waktu sendiri dari menarik diri karena rasa takut atau kecemasan sosial. Dalam studi terhadap orang dewasa muda, unsociability yang didasari preferensi untuk menyendiri ditemukan berkaitan dengan kreativitas.

Ini artinya, menikmati waktu sendiri tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang mengalami masalah dalam bersosialisasi.

4. Lebih nyaman dengan percakapan yang bermakna

Untuk sebagian orang, mengobrol dengan banyak orang bukan berarti hubungan sosialnya lebih memuaskan. Mereka mungkin lebih menikmati percakapan dengan satu atau dua teman yang sudah dipercaya, terutama ketika bisa membicarakan hal yang lebih personal, pengalaman hidup, atau sesuatu yang memang dianggap penting.

Penelitian mengenai kualitas interaksi sosial menemukan bahwa aspek seperti kedalaman percakapan dan keterbukaan diri juga berkaitan dengan kesejahteraan dan rasa terhubung secara sosial.

Karena itu, orang dengan sedikit teman belum tentu memiliki kehidupan sosial yang dangkal. Bisa saja justru sebaliknya.

5. Tidak merasa harus berteman dengan semua orang

Orang yang nyaman dengan lingkaran pertemanan yang kecil biasanya tidak merasa harus memaksakan hubungan hanya agar terlihat punya banyak teman.

Mereka mungkin tetap ramah kepada orang lain, tetapi tidak merasa setiap kenalan harus berubah menjadi teman dekat.

Hal ini juga sejalan dengan konsep friendship quality. Penelitian mengenai kualitas pertemanan menunjukkan bahwa kedekatan dan dukungan yang dirasakan dalam hubungan pertemanan berkaitan dengan kesejahteraan.

Jadi, menjaga batas dalam pertemanan tidak selalu berarti seseorang antisosial atau sombong.

6. Bisa menjaga beberapa hubungan dalam jangka panjang

Memiliki sedikit teman juga bisa membuat seseorang lebih banyak mencurahkan waktu dan perhatian kepada hubungan yang sudah dianggap penting.

Mereka mungkin tidak sering berganti-ganti lingkaran pertemanan, tetapi berusaha mempertahankan hubungan dengan orang-orang yang sudah dipercaya.

Melansir penelitian Langheit dan Poulin (2024), karakteristik kualitas pertemanan seperti reliable alliance, yaitu keyakinan bahwa seorang teman dapat diandalkan, berkaitan dengan kesejahteraan dan rasa kesepian pada dewasa muda.

Dalam hubungan pertemanan, rasa bisa mengandalkan satu sama lain memang dapat menjadi bagian penting dari kualitas hubungan.

7. Tidak terganggu ketika jumlah temannya sedikit

Salah satu hal yang membedakan orang yang nyaman dengan sedikit teman dan orang yang sebenarnya merasa terisolasi adalah bagaimana mereka merasakan kondisi tersebut.

Orang yang nyaman mungkin melihat lingkaran pertemanannya yang kecil sebagai sesuatu yang memang sesuai dengan kebutuhannya. Mereka tidak terus-menerus merasa kurang hanya karena tidak punya banyak teman.

Dalam The American Friendship Project, lebih dari 75 persen responden dewasa Amerika mengatakan puas dengan jumlah teman yang mereka miliki. Namun, lebih dari 40 persen merasa belum sedekat yang mereka inginkan dengan teman-temannya.

Jadi, jumlah teman dan kepuasan terhadap hubungan pertemanan merupakan dua hal yang tidak selalu sama.

8. Tetap bisa membangun hubungan sosial ketika dibutuhkan

Nyaman memiliki sedikit teman bukan berarti seseorang harus menghindari lingkungan sosial.

Seseorang tetap bisa bekerja sama dengan rekan kerja, bergabung dalam komunitas, menghadiri acara keluarga, atau mengenal orang baru ketika memang membutuhkan atau menginginkannya.

Sebab, memiliki lingkaran pertemanan yang kecil tidak sama dengan menghindari hubungan sosial. Yang perlu dilihat bukan hanya berapa banyak teman yang dimiliki seseorang, tetapi juga bagaimana ia menjalani hubungan sosialnya.

Sedikit teman bukan berarti kesepian

Memiliki sedikit teman tidak otomatis menjadi masalah, Bunda. Melansir Healthline, tidak punya banyak teman belum tentu berarti seseorang kesepian atau memiliki masalah dalam kehidupan sosialnya.

Selama seseorang tidak merasa terisolasi dan tidak terganggu dengan kondisi tersebut, memiliki sedikit teman bisa saja baik-baik saja. Laman Healthline juga menyebutkan bahwa kebutuhan seseorang terhadap teman dan waktu bersosialisasi bisa berbeda-beda.

Selama seseorang tetap memiliki hubungan yang bermakna, merasa nyaman dengan kehidupan sosialnya, dan tidak merasa terpaksa hidup dalam keterasingan, jumlah teman bukan satu-satunya ukuran kesejahteraan.

Psikologi juga semakin banyak melihat kualitas hubungan, bukan hanya ukuran jaringan sosial. Tinjauan sistematis terhadap 38 penelitian menemukan bahwa kualitas pertemanan dan aktivitas bersama teman berkaitan dengan kesejahteraan orang dewasa.

Namun, bukan berarti semakin sedikit teman selalu semakin baik. Hubungan sosial tetap penting. Orang yang sebenarnya ingin memiliki teman tetapi kesulitan membangun hubungan, merasa terisolasi, atau mengalami kesepian tentu membutuhkan perhatian yang berbeda.

Jadi, kalau Bunda hanya punya beberapa teman dekat, tidak perlu langsung merasa ada yang salah. Bunda bisa jadi memang lebih nyaman memiliki lingkaran kecil dengan hubungan yang terasa dekat, aman, dan bermakna.

Pada akhirnya, bukan soal punya berapa banyak teman, tetapi apakah hubungan yang kita punya membuat kita merasa terhubung dan dihargai.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda