Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Orang yang Suka Tidur Lama & Sulit Bangun Bisa Jadi Sedang Lari dari 8 Kenyataan Ini

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Oct 2026 22:00 WIB

Ilustrasi Tidur
Orang yang Suka Tidur Lama dan Sulit Bangun Bisa Jadi Sedang Lari dari 8 Kenyataan Ini/ Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999
Daftar Isi
Jakarta -

Tidur merupakan cara tubuh untuk beristirahat atau recharge. Bagi banyak orang, tidur menjadi cara terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh yang lelah setelah beraktivitas.

Tapi, tidak semua orang tidur karena ingin recharge, Bunda. Ada orang yang suka tidur karena ingin melupakan masalah. Tak sedikit di antaranya bahkan tidur dalam dalam waktu lama hingga sulit dibangunkan.

Orang yang suka tidur lama dan sulit bangun biasanya sedang lari dari kenyataan yang tidak menyenangkan. Apa saja pengalaman ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Pengalaman yang menyakitkan secara emosional

Ada hubungan kuat antara depresi dan tidur berlebihan . Setidaknya, 15 persen orang dengan depresi ditemukan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur untuk mengatasi gejala mereka, dan itu sering kali karena masalah emosional yang lebih kompleks.

"Ketika seseorang mengalami depresi, mereka tidur sebagai bentuk pelarian. Mereka mungkin berpikir, 'Saya tidak punya apa pun untuk dinantikan, jadi mengapa saya harus memulai hari?'," kata psikolog tidur Michelle Drerup, PsyD, DBSM, dilansir Cleveland Clinic.

"Tapi, seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang depresi," sambungnya.

2. Stres dan kelelahan

Mengutip laman Your Tango, menghadapi stres dan kelelahan yang terus-menerus dapat menyebabkan kelelahan kronis. Seseorang bisa begitu terbebani oleh masalahnya sehingga merasa kelelahan karena menanggung beban tersebut, bahkan jika mereka tidak menyadari penyebabnya. Di bawah tekanan, tubuh kita kesulitan memasuki fase tidur REM, yang dapat membuat kita merasa lebih mengantuk sepanjang hari.

Stres juga dapat menyebabkan masalah dalam hal sulit tidur dan mempertahankan tidur. Hal tersebut membuat seseorang tetap berada di tempat tidur dalam waktu lama dengan harapan bisa mengganti jam tidur yang telah hilang.

3. Merasa tidak percaya diri dan merasa buruk tentang diri sendiri

Rendahnya harga diri dapat menyebabkan dua respons tidur yang berbeda. Bagi sebagian orang, hal itu berarti tidur terganggu yang membuat mereka merasa semakin tidak optimis saat bangun tidur. Sebagian lainnya kesulitan bangun dari tempat tidur karena rasa tidak aman, sehingga ingin tinggal di rumah saja atau menjauh dari orang lain.

Jika seseorang tidak percaya diri, mereka mungkin tidak ingin berpartisipasi dalam situasi sosial. Sebaliknya, mereka lebih suka menyendiri dan mencari kenyamanan di tempat tidur, menjauh dari orang-orang yang membuat mereka merasa tidak cukup baik untuk berada di dekatnya.

4. Perasaan duka dan kehilangan yang tidak ditangani

Duka bisa memengaruhi setiap orang secara berbeda. Bagi sebagian orang, perasaan duka dapat menguras energi. Tubuh mungkin sulit memahami perubahan yang timbul akibat rasa sakit ini.

Beberapa orang mungkin mendapati diri mereka berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lebih lama, kelelahan karena rasa sakit yang mereka alami. Apa yang dulunya dianggap normal dapat berubah dalam sekejap mata. Bagi sebagian orang, hal itu bisa membentuk kebiasaan tidur berlebihan dan kesulitan bangun dari tempat tidur.

5. Merasa kesepian

Bukan hal yang aneh jika seseorang memilih untuk tetap di tempat tidur ketika sedang mengalami kesulitan. Jika mereka kesulitan bersosialisasi, mudah bagi mereka untuk mencoba melarikan diri dari perasaan tersebut.

Seringkali, orang seperti ini merasa terisolasi dari dunia di sekitarnya. Hal itu dapat menyebabkan depresi dan gejala seperti kelelahan terus-menerus.

6. Rasa bersalah

Ketika seseorang bergelut dengan rasa bersalah, mereka ingin melarikan diri dari perasaan tersebut. Mereka tidak ingin dibebani oleh kesalahan yang telah dilakukan.

Cara mudah untuk menghindari perasaan itu adalah dengan tidur. Sensitivitas terhadap perasaan mengecewakan orang lain dapat memengaruhi setiap reaksi yang mereka berikan. Menghindari orang dan situasi sosial dapat mengurangi stres.

7. Nyeri atau masalah medis

Banyak kondisi medis bisa membuat orang terbaring di tempat tidur dalam waktu lama hingga sulit bangun. Untuk beberapa gangguan, kelelahan adalah gejala umum.

Tidur berlebihan dapat menjadi gejala yang serius, seperti penyakit mental hingga penyakit fisik seperti penyakit Parkinson dan hipotiroidisme. Nyeri kronis juga dapat menyebabkan seseorang tidur berlebihan. Seperti kondisi medis serius lainnya, nyeri yang berulang juga bisa melelahkan dan melemahkan.

8. Kekecewaan

Kekecewaan kronis dapat mengubah struktur otak, Bunda. Hidup bisa menjadi sulit dijalani ketika seseorang kehilangan motivasi.

Jika mereka terus-menerus merasa kecewa, maka hal itu dapat melemahkan. Mereka mungkin kehilangan semangat yang membuat mereka tetap termotivasi. Alih-alih memiliki kapasitas mental untuk mengatasi perasaan ini, akan lebih mudah untuk menutup diri sepenuhnya.

Kekecewaan sering dikaitkan dengan depresi, yang kita ketahui menyebabkan kelelahan terus-menerus. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang yang terus-menerus kecewa merasa kelelahan, tetapi semuanya mengarah pada berbaring di tempat tidur dalam waktu lama.

Demikian 8 penyebab orang suka tidur dan sulit bangun. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda